[FF] I Think I Love You part 2

Title: I Think I Love You

Author: fishyoriga
Rating : PG+15 / straight
Casts: Super Junior and OC
Other Casts: Super Junior
Genre: Romance, Friendship, Family, AU, Angst
Length : Chaptered
Part: 2 of ?

Disclaimer : The characters in this story is the character of their own with a bit of my imagination and this story is only a fiction. So don’t sue me.

A/N :
– The main character in this story quite a lot and you can find it when reading this story.
-You can find other cast when you read this story.
– Don’t forget to give your comment.

READ THE PREVIOUS CHAPTERED HERE.

***

Menatapnya seperti bercermin, seperti kembali ke masa lalu.
Masa yang sangat menyedihkan bagiku.

***

“Hyuna ! ayo cepat turun ! kita sarapan !” teriak ibu Hyuna dari dapur menyuruh Hyuna keluar dari kamar dan sarapan bersama.

Ne ibu, sebentar lagi aku turun.” jawab Hyuna, lalu Hyuna keluar dari kamarnya dan segera menuju ruang makan yang terletak di lantai satu rumahnya yang megah.

”Kau sudah bertemu dengan Hyori ?” tanya ayah Hyuna yang sedang duduk di kursi meja makan sambil membaca koran harian dan menikmati kopi buatan ibu Hyuna.

”Hyori ?” kata Hyuna kebingungan. ”Ne, Hyori anak paman mu.” sambung ibu Hyuna sambil membawa beberapa makanan di ikuti oleh pembantu rumahnya.

”Memangnya dia sudah kembali dari Amerika ?” tanya Hyuna penasaran. “Ne, baru kemarin ia kembali dari amerika.” jawab ayah Hyuna, lalu Hyuna langsung berdiri, mengmbil tasnya dan pergi menuju pintu depan rumahnya.

“Kau mau kemana Hyuna ?” tanya ibu Hyuna yang membuat Hyuna menghentikan lamgkahnya. “Mau ke rumah sakit, aku ingin bertemu dengan Hyori.” Jawab Hyuna polos. ”Tapikan ini masih pagi.” kata ibu nya. ”Rumah sakitkan 24 jam, dadah ibu.” kata Hyuna tersenyum.

”Hyuna tunggu !” kata ibunya. ”Sudah biarkan saja,” sambung ayah Hyuna pada ibu Hyuna sambil menggelengkan kepala melihat tingkah putri semata wayangnya.

:::::::::::::::

Kriiiiiiiiiiing
Terdengar suara jam beker Hyori berbunyi, lalu Hyori pun bangun dari tidurnya dan langsung menuju kamar mandinya. Setelah mandi ia langsung bepakaian dan mengambil jasnya yang berwarna putih lalu keluar dari kamarnya dan menuju ke ruang makan.

”Kau sudah bangun ?” tanya Mr.Park akan berangkat ke rumah sakit. ”Ne ayah.” jawab Hyori lalu mengambil roti yang sudah di olesi selai strawberry kesukaannya.

”Rapi sekali, memangnya kau mau kemana ?” tanya Mr.Park. ”Aku ‘kan mau ke rumah sakit, ayah lupa ya ?” kata Hyori.

”Ah~ ! ayah kira kau masih mau beristirahat di rumah.” sambung Mr.Park. ”Ani, aku bosan jika terus-terusan ada di rumah. Lagi pula aku sudah mempunyai seorang pasien.” jawab Hyori semangat.

”Ah kau sudah punya pasien ?” tanya Mr.Park penasaran dan Hyori mengangguk sambil meminum susu cokelat yang sudah di sediakan pembantu rumahnya. ”Kau memang tau bagaimana membuat ayah bangga pada mu Hyori.” sambung Mr.Park membelai rambut Hyori yang panjang.

”Ayah jangan berlebihan seperti itu.” ucap Hyori tersenyum manis pada ayahnya. ”Ya sudah, habiskan dulu makanan mu. Ayah berangkat duluan ya. Kalau kau mau berangkat, kunci mobilnya ada di lemari” kata Mr.Park mencium kilat kening Hyori lalu pergi meninggalkan Hyori yang masih duduk memakan rotinya.

:::::::::::::::

PRANG!
Terdengar suara barang yang pecah dari kamar Mr.Choi.

”Ayah ?!” kata Yoonmi terkejut saat memasuki kamar Mr.Choi ayahnya yang sudah tergeletak di lantai. ”OPPA ! IBU !” teriaknya panik, memanggil Siwon dan Mrs.Choi.

”Ayah ?!” kata Siwon yang tak kalah terkejut melihat Mr.Choi di ikuti Mrs.Choi. ”Apa yang terjadi ?” tanya Mrs.Choi.

”Entahlah, saat aku masuk, ayah sudah tergeletak.” jawab Yoonmi yang sudah mulai berkaca-kaca. ”Ya sudah, kalau begitu kita bawa ayah ke rumah sakit.” kata Siwon. ”Yoonmi, telepon ambulan.” sambungnya.

Ne oppa.” kata Yoonmi langsung mengambil ponselnya dan menelepon ambulan. Tidak lama kemudian ambulan pun datang dan Mr.Choi dibawa ke rumah sakit.

:::::::::::::::

“Eunhee, apa kau sudah membeli obat untuk ibu ?” tanya Kim Jongwoon kakak Kim Jong Eun yang biasa dipanggil Yesung.

”Belum oppa, memangnya obat ibu sudah habis ?” kata Eunhee. ”Ne, nanti aku dan ayah ada rapat klien mungkin aku akan pulang agak malam kau bisakan membelikan ibu obat.” ucap Yesung.

Ne oppa.”

”Kalian sudah siap ?” tanya Mrs.Kim yang duduk di kursi rodanya menghampiri Eunhee dan Yesung. ”Ah ibu sudah bangun ?” kata Yesung.

”Yesung, ibu mohon. Jangan perlakukan ibu seperti orang yang sakit.” ucap Mrs.Kim.

”Tapi ibu—“ belum sempat Yesung menyelesaikan perkataannya, Eunhee langsung memotong pembicaraan. ”Oppa~” kata Eunhee menatap ke arah Yesung.

Mianhae ibu.” kata Yesung menundukan kepalanya. ”Kalian sudah siap ?” tanya Mr.Kim, ayah Yesung dan Eunhee sekaligus pengusaha terkaya seantero kota Seoul yang keluar dari kamarnya sambil membawa tasnya dan merapikan dasinya menghampiri Mrs.Kim lalu mencium kilat kening Mrs.Kim.

Ne ayah.” jawab Eunhee. ”Kalau begitu ayo kita berngkat.” sambung Mr.Kim. ”Ibu, kami pergi dulu ya.” kata Eunhee dan Yesung berpamitan pada Mrs.Kim.

”Hati-hati dijalan.” ucap Mrs.Kim. ”Ibu juga hati-hati di rumah yaa.” Sambung Eunhee.

Lalu Mr.Kim, Yesung dan Eunhee pergi bersama ke kantor meninggalkan Mrs.Kim. sedangkan Mrs.Kim hanya bisa melihat suami dan anak-anaknya pergi bekerja dari kursi rodanya. Sudah satu tahun Mrs.Kim menggunakan kursi roda karena penyakit yang dideritanya, Mrs.Kim adalah seorang wanita yang tegar. Ia tidak ingin melihat keluarganya sedih melihat keadaannya yang seperti ini, yang hanya merepotkan keluarganya.

Mr.Kim dan Mrs.Kim mepunyai dua oramg anak, anak pertamanya bernama Kim Jongwoon yang biasa di panggil Yesung yang bekerja sebagai direktur perusahaan Mr.Kim sedangkan anak keduanya bernama Kim Jong Eun yang biasa dipanggil Eunhee. Eunhee juga bekerja di kantor ayahnya, Mr.Kim sebagai wakil direktur.

:::::::::::::::

“Jogeum deo gakkai sarang neowa naega jigeum idaero hangsang neoreul jikyeojoolge. Ddaeroneun jichyeoseo apeugo himdeulmyeon geujeo neon gidaemyeon dwae. Yeongweonhi HAPPY TOGETHER.”

Terdengar suara ponsel Kim Jira, seorang gadis yang ceria yang tepat hari ini ia bekerja di perusahaan milik Mr.Kim. Semenjak orang tuanya bercerai, ia tinggal bersama kakaknya di Seoul. Setelah bercerai, ayah Jira pergi begitu saja tanpa kabar sedangkan ibunya bekerja di Tokyo melanjutkan perusahaan kakeknya. Ia memilih tinggal di Seoul bersama kakaknya, karena  pada waktu orang tuanya bercerai, Jira masih sekolah tingkat akhir di sekolahnya. Jadi ia berpikir untuk menyelesaikan dulu sekolahnya lalu menyusul ibunya ke Tokyo.

Namun setelah lulus kuliah, ia ditawari pekerjaan oleh beberapa perusahaan karena kecerdasannya dan akhirnya ia bekerja di Seoul sampai sekarang walaupun ia pernah di pecat oleh perusahaan tempat ia bekerja beberapa waktu lalu karena kesalah pahaman. Ibunya sendiri sudah menyuruh Jira untuk ke Tokyo, namun Jira masih tetap ingin tinggal di Seoul bersama kakaknya. Kakaknya bernama Kim Heechul seorang pelukis profesional.

Yoboseyo.” ucap Jira mengangkat telepon dari ibunya. ”Jira, bagaimana kabarmu nak ?” tanya ibu Jira. ”Aku baik-baik saja ibu, ibu sendiri begagaimana ?” kata Jira.

”Ibu juga baik-baik saja.” jawab ibu Jira. ”Jira , ibu dengar kau di pecat dari kantor mu ?” tanya ibu Jira khawatir. ”Ne ibu, tapi ibu tenang saja. Jira sudah mendapatkan pekerjaan baru.” jawab Jira semangat.

”Syukurlah kalau begitu, kakak mu mana ?” kata ibunya. ”Ah, oppa sudah pergi dari tadi, katanya sih mau mencari inspirasi.” jawab Jira.

”Begitu ya. Kalau begitu jagalah dirimu baik-baik, lalu segeralah kau ke sini temani ibu.” kata ibunya. ”Ne ibu, aku pasti akan menyusul ibu ke Tokyo.” ucap Jira.

I miss you.” ucap ibu Jira lembut. “I miss you too.” Balas Jira, lalu percakapan mereka pun berakhir. Jira langsung mengambil tasnya lalu pergi menuju kantor barunya.

:::::::::::::::

”Ayah, sadarlah~” ucap Yoonmi khawatir sambil mengiringi Mr.Choi yang tergeletak tak berdaya di tempat tidur pasien menuju ICU bersama siwon dan Mrs.Choi.

Mianhae, kalian tidak boleh masuk. Silahkan tunggu di sini.” ucap salah seorang perawat yang mencegah Yoonmi, Siwon dan Mrs.Choi masuk ke ruang ICU. ”Tapi dia suami saya.” ucap Mrs.Choi sambil menangis.

“Saya mengerti, tapi maaf, anda tidak boleh masuk untuk saat ini. Permisi.” Ucap perawat itu lalu masuk ke ruang ICU meninggalkan Yoonmi, Siwon dan Mrs.Choi yang masih menangis.

“Ibu, sudahlah. Labih baik sekarang kita berdoa saja.” ucap Siwon memcoba menenangkan ibunya. Tidak lama kemudian datanglah Leeteuk dan Kyuhyun yang akan memasuki ruang ICU, lalu Yoonmi menghampiri Kyuhyun dan menggenggam tangannya.

”Saya mohon, tolonglah ayah saya.” ucap Yoonmi menatap Kyuhyun. ”Saya akan berusaha sebaik mungkin.” jawab Kyuhyun tersenyum manis.

”Kyuhyun-ssi, ayo !” kata Leeteuk yang berada di depannya. ”Permisi.” kata Kyuhyun melepaskan genggaman Yoonmi lembut lalu tersenyum kembali pada Yoonmi.

:::::::::::::::

”Selamat pagi dok.” sapa beberapa perawat pada Hyori. ”Pagi.” jawab Hyori tersenyum. Lalu lagi-lagi pandangan Hyori langsung terfokus pada pasien yang ada di rumah sakit milik ayahnya.

Namun kali ini yang menyita perhatiannya adalah seorang anak pemuda yang sedang menangis karena tidak mau minum obat, lalu Hyori menghampiri anak pemuda tersebut.

Annyeong, kau kenapa menangis ?” tanya Hyori lembut pada anak pemuda itu namun anak pemuda itu tidak menjawab pertanyaannya dan terus menangis.

Mianhae dok, dia tidak mau meminum obatnya.” ucap perawat yang ada di sampingnya, yang merawat anak pemuda tersebut selama di rawat di rumah sakit. Lalu Hyori mengeluarkan sebungkus permen vanilla kesukaannya.

”Kau mau ini ?” kata Hyori menawarkan permen tersebut pada anak pemuda itu. Lalu anak pemuda itu menghentikan tangisnya dan menatap wajah Hyori yang tepat berada di hadapannya sambil tersenyum.

”Kau mau ini ?” tanya Hyori lagi, dan sekarang anak pemuda itu mengangguk sambil tersenyum manis pada Hyori. Lalu Hyori membalas senyuman anak pemuda itu. ”Tapi ada syaratnya.” sambung Hyori.

”Syarat ?” tanya anak pemuda itu polos.

Ne, kau harus rajin minum obat. Kalau kau rajin minum obat, aku berjanji akan menberi mu permen ini berapapun yang kau pinta, bagaimana ?” kata Hyori. ”Aku janji.” kata anak pemuda itu semangat. ”suster, aku mau minum obatnya sekarang.” sambung anak pemuda itu menatap perawatnya.

”Ah, baiklah. Ayo buka mulutnya.” jawab perawat itu sambil menyuapi anak pemuda itu. ”Mmm, pahit.” anak pemuda itu mengkerutkan keningnya.

”Nah, sekarang permen ini milikmu.” kata Hyori tersenyum melihat sikap anak pemuda tersebut. Anak pemuda tersebut langsung membuka bungkus permen itu lalu permen itu langsung ia makan. ”Anak pintar.” sambung Hyori mengacak-ngacak rambut anak pemuda itu.

Kamssahamnida.” kata anak pemuda itu tersenyum lalu membungkukan tubuhnya. “Cheonmaneyo.

”Hyorii~ !” terdengar suara seorang gadis memanggil Hyori, saat Hyori menoleh ternyata yang memanggilnya adalah sepupunya Hyuna. ”Hyuna ? Sedang apa kau di sini ?” tanya Hyori.

”Ah kau tidak mengharapkan kedatangan ku ?” kata Hyuna. ”Aniyo, bukan begitu maksud ku.” ucap Hyori. ”Eum, bagaimana rasanya menjadi pewaris tunggal perusahaan ayahmu ?” sabungnya bercanda.

”Kau tau dari mana ?” Hyuna penasaran. ”Yaa! aku ini sepupu mu, jadi aku tau tentang dirimu.” kata Hyori tersenyum. Hyuna menyeringai.

Tiba-tiba ada seorang perawat menghampiri Hyori. ”Permisi dokter, ini berkas yang ada minta. Semua tentang pasien kamar SJ no 13 ada di dalam.” ucap perawat tersebut sambil memberikan map warna biru sapphire pada Hyori.

“Ah, terima kasih.” jawab Hyori menerima map tersebut. “Kalau begitu saya permisi dok.” kata perawat itu. ”Ne.” jawab Hyori tersenyum.

”Waah, belum apa-apa kau sudah sibuk seperti ini.” canda Hyuna yang membuat Hyori tersenyum.

“Realize the heat, the lie. Baby, give me can’t deny. sori naeji malgo urin geujeo i. gongganeul neukkyeo. gipi bbajyeodeuneun sarang jeunghuguneul neukkyeo. jeoldae byeonhajido malja heeojiji malja. naboda deo saranghae maleul haejuja. baek beondo man beonirado. On and on Precious love ..” terdengar suara ponsel Hyuna berbunyi menandakan adanya telepon masuk lalu saat dilihat ternyata yang meneleponnya adalah Yoonmi.

Yoboseyo, ah ne aku akan segera ke sana,” kata Hyuna mengangkat telepon dari Yoonmi. “mianhae Hyori, aku harus segera ke kantor. Tiba-tiba saja ada urusan mendadak di kantor. Jadi aku harus ke kantor sekarang.” Sambungnya pada Hyori.

Ne, tidak apa-apa. Hati-hati ya di jalan.” jawab Hyori. ”Kalau begitu aku pergi dulu ya, daah.” kata Hyuna pamit, meninggalkan Hyori sedangkan Hyori sendiri pergi menuju ruangannya yang terletak tidak jauh dari tempat ia berdiri.

***

Karena Hyuna sangat terburu-buru, saat ia menuju ke tempat parkir ia tidak sengaja bertubrukan dengan seorang pemuda yang menggunakan jas hitam rapi dan membawa cappucino hangat di tangan kanannya. Lalu cappucino tersebut tumpah ke kemeja putih Hyuna.

”Ah, mianhae.” ucap pemuda tersebut. ”Ne, tidak apa-apa.” jawab Hyuna berusaha membersihkan noda cappucino tersebut menggunakan tissue yang dibawanya tiba-tiba ia terkejut saat melihat siapa yang menabraknya barusan.

”Kau ?!!” kata Hyuna dan pemuda tersebut tidak percaya sambil menunjuk satu sama lain. ”Mimpi apa aku semalam bisa bertemu dengan mu lagi !” sindir pemuda itu.

”Kau pikir aku senang bertemu dengan pemuda sok seperti mu hah ?!” jawab Hyuna sinis. ”Dasar pembuat masalah.” kata pemuda itu.

Mora guyo ? kau—“ belum sempat Hyuna menyelesaikan kalimatnya tiba-tiba ponselnya berbunyi lagi. “Realize the heat, the lie. Baby, give me can’t deny..” saat dilihat ternyata yang meneleponnya adalah Yoonmi ‘lagi’.

Yoboseyo, ne tunggu sebentar !” ucapnya menjawab telepon dari Yoonmi dengan nada sedikit kesal. “Kau masih punya hutang pada ku !” sambungnya sambil menatap sinis pada pemuda yang ia temui di toko CD waktu itu lalu Hyuna meninggalkan pemuda itu.

“Dasar gadis aneh !” gerutu pemuda itu.

:::::::::::::::

“Sangmi, kau belum berangkat ke kantor ?” tanya Mrs.Lee ibunya.“Belum ibu sebentar lagi.” Jawab Lee Sangmi, putri ke dua pasangan Mr.Lee dan Mrs.Lee yang bekerja sebagai sekretaris kakaknya di perusahaan milik Mr.Lee.

Mr.Lee adalah pengusaha terkaya ke dua setelah Mr.Kim. Mr.Lee dan Mr.Kim sendiri adalah mitra kerja. Semenjak kakak Sangmi masuk rumah sakit, Mrs.Lee menjadi sangat pemurung, Sangmi sendiri sudah berusaha untuk membuat ibunya kembali seperti dulu namun hal tersebut sangatlah sulit.

Kakak Sangmi bernama Lee Donghae, karena kecelakaan bis yang menimpanya beberapa waktu lalu sekarang ia di rawat di rumah sakit milik Mr.Park teman lama Mr.Lee. dan untuk sementara yang menggantikan Donghae adalah teman baiknya yang bernama Lee Hyukjae, biasa di panggil Eunhyuk.

Terdengar suara klakson mobil Kim Jaejoong kekasih Sangmi yang sudah ada di depan rumah Sangmi.

“Ibu, sepertinya Jaejoong oppa sudah datang. Aku berangkat,” pamit Sangmi.

Ne, hati-hati di jalan.” jawab Mrs.Lee mencium kilat kening Sangmi. Lalu Sangmi pergi meninggalkan Mrs.Lee dan segera menuju kantor bersama Kim Jaejoong kekasihnya yang mempunyai profesi sebagai seorang penyanyi terkenal.

::::::::::::::

“Hey Chanhae !” panggil seorang pemuda pada Song Chanhae, seorang perawat yang bekerja di rumah sakit milik Mr.Park saat mau memasuki lobby rumah sakit. Pemuda itu menggunakan celana jeans dan t-shirt putih yang penuh dengan cat akrilik dan membawa beberapa kanvas dan alat lukisnya.

Oppa ?!” kata Chanhae menghentikan langkahnya sambil menoleh ke pemuda itu. ”Oppa mau melukis lagi ?” sambung Chanhae.

Ne, lagi pula aku ada janji dengan Heechan untuk melukis bersama.” jawab Kim Heechul, seorang pelukis profesional yang merupakan kakak Kim Jira. Heechul memang sering melukis di sekitar rumah sakit milik Mr.Park dan hasil karyanya juga banyak terinspirasi dari orang-orang dan suasana rumah sakit tersebut.

Ia sangat akrab dengan para pasien anak-anak yang ada di sana, sampai-sampai ia di panggil ayah oleh para pasien anak-anak. Terkadang ia juga suka membantu para perawat untuk merawat anak-anak tersebut.

”Ayaaah!” tiba-tiba terdengar suara anak kecil yang berlari ke arah Heechul dan Chanhae.

”Heeey !” kata Heechul langsung memeluk dan menggendong Heechan salah satu pasien anak-anak yang ada di sana. ”Ayah kenapa lama sekali ?” tanya Heechan kesal.

Mianhae Heechan, ayah tadi ada yang tertinggal di rumah jadi ayah sedikit lama.” kata Heechul. ”Kalau begitu ayoo kita melukis!” ajak Heechan yang tidak sabar.

Ne, ne, ayo.” jawab Heechul. ”Chanhae, aku duluan ya.” pamit Heechul pada Chanhae yang masih berdiri di sampingnya.

Ne, oppa.” jawab Chanhae yang melihat punggung heechul yang semakin menjauh dari pandangannya. Lalu Chanhae sendiri langsung menuju ruang tempat para perawat dan ia segera menggenti pakaiannya lalu bekerja.

:::::::::::::::

Annyeonghaseyo.” kata Hyori memasuki kamar pasiennya namun pasiennya hanya terdiam seperti sedang memikirkan sesuatu yang sangat mengganjal di pikirannya. ”Bagaimana kabarmu hari ini ?” tanya Hyori mencoba untuk berbicara dengan pasiennya namun lagi-lagi pasiennya tidak menghiraukannya.

”Eum, bagaimana jika kita jalan-jalan di luar sambil menghirup udara pagi ?” kata Hyori yang masih mencoba untuk berkomunikasi dengan pasiennya. Namun sekarang pasiennya itu menatap ke arah Hyori dengan tatapan dingin.

”Siapa kau ?!” kata pasiennya itu dingin.

”Oh iya, aku Park Hyori. Sekarang akulah dokter mu.” jawab Hyori tersenyum. ”Mm, dokter ?! aku tidak butuh !!” kata pasiennya itu sinis.

”Ya Lee Donghae ! kau ini seperti anak kecil ! kau tau, ibu mu sangat menkhawatirkan mu ! seharusnya kau—“ belum sempat Hyori menyelesaikan kalimatnya tiba-tiba pasiennya langsung mendorong tubuh Hyori ke dinding dang mencengkram kedua lengan Hyori dengan sangat keras dan membuat Hyori kesakitan.

”AKU BUKAN LEE DONGHAE !!!!” bentak pasiennya itu yang terus mencengkram lengan Hyori. ”KAU TIDAK TAU SIAPA AKU ! JANGANKAN KAU AKU SAJA TIDAK TAU  SIAPA DIRI KU !!!” sambung pasiennya tersebut.

“YA !! APA-APAAN KAU DONGHAE !!” teriak seorang pemuda melepaskan cengkraman donghae terhadap Hyori.

”SIAPA KAU HUH ?!” bentak pasiennya Hyori lalu memukul orang yang ada di hadapannya yang sebenarnya adalah temannya, lalu pukulan itu pun dibalas oleh temannya tersebut sampai pasiennya Hyori tersebut tersungkur ke lantai.

”Ya ! HENTIKAN !” kata Hyori melerai keduanya. ”Lebih baik kau istirahat sekarang.” sambung Hyori pada pasiennya.

”LEPAS ! aku bisa sendiri !” kata pasiennya pada saat Hyori akan membopong pasiennya itu ke tempat tidur. Lalu Hyori keluar dari kamar pasiennya di susul oleh teman pasiennya tersebut.

***

”Yaa! kau tidak apa-apa ?” tanya teman pasiennya Hyori pada Hyori. ”Ah, ne aku tidak apa-apa.” jawab Hyori mengangkat wajahnya.

”Hyori ? kau Park Hyori kan ?” kata pemuda itu ragu. Hyori menatap pemuda itu. ”Kau … ” Hyori mencoba mengingat orang yang ada di hadapannya sekarang ini. ”Ah, kau Hyukjae ?” kata Hyori terkejut.

”Sudah lama ya kita tidak bertemu.” ucap pemuda yang bernamaLee Hyukjae yang bisa di panggil Eunhyuk teman Hyori saat mereka masih SMA.

”Ah, ne sudah lama sekali.” jawab Hyori tersenyum. ”Eum, luka mu—“ kata Hyori menunjuk ke arah luka Eunhyuk. ”Ini, aku sudah terbiasa di pukuli olehnya.” jawab Eunhyuk sambil mengusap lukanya.

”Tapi lukanya harus segera di obati.” kata Hyori. ”Ayo ikut aku!” sambungnya menarik lengan Eunhyuk dan mereka duduk di sebuah bangku yang ada di teman rumah sakit. Lalu Hyori membersihkan luka yang ada di wajah Eunhyuk dengan kain yang telah di basahi sebelumnya oleh Hyori dan menutup luka tersebut denga plester.

”Kau memang tidak banyak berubah ya, sama seperti dulu.” ucap Eunhyuk menatap Hyori dan Hyori sendiri hanya bisa tersenyum mendengar perkataan Eunhyuk.

”Permisi dok, dokter Park mencari anda.” ucap seorang perawat menghampiri Hyori dan Eunhyuk. ”Ne, sebentar lagi aku ke sana.” jawab Hyori. ”Hyukjae, aku permisi dulu ya.” kata Hyori langsung pamit pada Eunhyuk.

Ne, oh ya Hyori.” kata eunhyuk menahan Hyori saat Hyori akan meninggalkannya. “Lain kali, kita jalan-jalan lagi ya.” ajak Eunhyuk tersenyum. Dan Hyori hanya mengangguk menjawab pertanyaan dari eunhyuk lalu Hyori pun berjalan menuju ruangan Mr.Park dan meninggalkan eunhyuk yang masih duduk di situ.

:::::::::::::::

Setelah kurang lebih empat jam di berada di ruang ICU, akhirnya Kyuhyun dan Leeteuk pun keluar. Saat merekan keluar dari ruang ICU keluarga Mr.Choi langsung menghmpiri keduanya.

”Bagaimana keadaan suami saya dok ?” tanya Mrs.Choi. ”Keadaan suami anda sekarang sudah mulai membaik.” jawab Leeteuk. ”Mianhae, apakah sebelumnya Mr.Choi selalu bekerja hingga larut ?” sambungnya.

”Ah, akhir-akhir ini ayah memang sering bekerja sampai larut.” jawab Yoonmi. ”Seharusnya Mr.Choi tidak boleh di biarkan bekerja sampai larut, karena itu akan membuat ke sehatan Mr.Choi semakin menurun.” kata Leeteuk.

”Lalu apa yang harus kami perbuat ?” tanya Yoonmi. ”Untuk sekarang lebih baik kalian jangan membiarkan Mr.Choi berpikir keras.” jawab Leeteuk. ”Kalau begitu kami permisi.” sambungnya meninggalkan keluarga Mr.Choi disusul oleh Kyuhyun.

”Oh iya, mungkin sebaiknya untuk sementara Mr.Choi di rawat inap untuk menghindari kemungkinan terburuk.” sambung Kyuhyun membalikkan tubuhnya.

Mendengar perkataan Kyuhyun dan Leeteuk tadi hati Yoonmi terasa tertusuk, ia tidak menyangka jika orang yang selama ini amat ia sayangi tenyata akan seperti ini. Tanpa terasa air matanya membasahi pipinya. Ia tidak tahan lagi, ia merasa ingin berteriak sekencang-kencangnya. Melihat adiknya yang menangis, Siwon langsung memeluk Yoonmi dan mencoba menenangkan Yoonmi.

”Sudahlah, jangan menangis lagi. Aku yakin, ayah pasti akan sedih jika melihat kau menangis seperti ini.” ucap Siwon.

”Siwon, Yoonmi. Lebih baik sekarang kalian segera ke kantor, biar ibu yang menjaga ayah di sini.” ucap Mrs.Choi. ”Tapi ibu—“ belum sempat Yoonmi menyelesaikan kalimatnya, Mrs.Choi langsung bicara.

”Ibu baik-baik saja, tenanglah.” kata Mrs.Choi. ”Kalau begitu kami pergi,” pamit Siwon dan Yoonmi. Lalu Siwon dan Yoonmi pergi menuju tempat mereka bekerja. Sebelumnya Siwon mengantar Yoonmi ke tempat kerjanya lalu setelah itu Siwon langsung melaju dengan kecepatan tinggi menuju kantornya.

:::::::::::::::

Tok tok tok …
Terdengar suara ketukan pintu ruang kerja Yesung.

”Siapa ?” tanya Yesung. ”Ini aku oppa.” jawab Eunhee yang tadi mengetuk pintu ruang kerja yesung. ”Masuklah Eunhee.” kata Yesung mempersilahkan Eunhee untuk masuk. ”Ada apa ?” sambungnya.

”Ah ini oppa, berkas yang oppa minta.” jawab Eunhee menyerahkan map warna biru yang berisi berkas-berkas hasil kerja Eunhee selama satu bulan.

Tok tok tok …
Kembali terdengar suara ketukan pintu ruang kerja Yesung. ”Siapa ?” tanya Yesung lagi. ”Ini saya Manager Kang.” jawab Mr.Kang yang bekerja sebagai manager di perusahaan milik Mr.Kim.

”Masuk lah.” kata Yesung mempersilahkan masuk Manager Kang. ”Mianhae, saya ingin memperkenalkan sekretaris anda yang baru.” kata Manager Kang. ”Ne, silahkan.” jawab Yesung.

”Jira masuklah.” kata Manager Kang mempersilahkan sekretaris baru Yesung untuk masuk. ”Ini sekretaris anda namanya Kim Jira.” sambung Manager Kang.

Annyeonghasimnikka, naneun Kim Jira imnida.” kata Jira memperkenalkan diri. ”Selamat datang di perusahaan kami Jira, semoga kau betah bekerja di sini dan semoga kau tahan menjadi sekretaris kakak ku.” kata Eunhee menyindir Yesung yang membuat Manager Kang, Jira terkejut dengan perkataan Eunhee dan Yesung sendiri langsung menatap Eunhee sinis.

”Neh sarangi suhsuhhi jookuh ganeun byung. Jogeum apeujiman natgo shippeun maeumeun ubneun gul. Namgim ubsshi giuki jiwuh jyuhbulyuh. Suhloga nami utdun shiganeulo dwidola gasuh. Ijen shwigo shippuh.” Terdengar ponsel Eunhee berbunyi.

“Ah, aku permisi dulu.” kata Eunhee meninggalkan ruang kerja Yesung.
”Kalau begitu kami juga permisi.” kata Manager Kang yang meninggalkan ruang kerja yesung di susul oleh Jira.

‘Dasar Eunhee !—batin Yesung.

***

”Jira, ini meja kerja mu. Kalau ada yang tidak kau mengerti bisa tanya langsung pada ku.” kata Manager Kang menunjukan meja tempat Jira sekarang bekerja.

”Ah ne, kamssahamnida.” kata Jira lalu Manager Kang pergi meninggalkan Jira di meja kerjanya sedangkan Jira sendiri masih bingung mengenai perkataan Eunhee tadi.

Selamat datang di perusahaan kami Jira, semoga kau betah bekerja di sini dan semoga kau tahan menjadi sekretaris kakak ku.

‘Apa maksudnya ya ?—pikir Jira.

–To Be Continued …

One thought on “[FF] I Think I Love You part 2”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s