[FF] I Think I Love You part 3

Title: I Think I Love You

Author: fishyoriga
Rating : PG+15 / straight
Casts: Super Junior, SHINee and OC
Other Casts: Super Junior, SHINee
Genre: Romance, Friendship, Family, AU, Angst
Length : Chaptered
Part: 3 of ?

Disclaimer : The characters in this story is the character of their own with a bit of my imagination and this story is only a fiction. So don’t sue me.

A/N :
– The main character in this story quite a lot and you can find it when reading this story.
-You can find other cast when you read this story.
– Don’t forget to give your comment.

CLICK ON THE LINK TO READ THE PREVIOUS CHAPTER.
| Part 1 | Part 2 |

***

Seandainya aku tidak egois, seandainya aku tidak memaksakan kehendak ku mungkin dia tak akan seperti ini.
Aku sungguh egois. Maafkan aku.

***

”Hassh ! dasar laki-laki sinting ! baju ku jadi kotor ! argh !” gerutu Hyuna sesampainya di kantor. ”Hyuna, ada apa dengan baju mu ?” tanya Yoonmi menghampiri Hyuna saat melihat Hyuna di lobby.

”Hassh ! tertumpah cappucino.” jawab Hyuna yang masih kesal.

”Tertumpah cappucino siapa ?” tanya Yoonmi yang menahan tawa saat melihat sahabatnya marah tidak karuan sambil tetap berusaha  membersihkan kemeja putihnya.

”Itu tuh, lelaki sinting yang di toko kaset.” jawab Hyuna. ”oh ya Yoonmi, bagaimana keadaan ayah mu ?” tanya Hyuna menatap Yoonmi.

”Ya begitulah, tapi sekarang keadaan ayah sudah mulai membaik dari sebelumnya.” jawab Yoonmi tak bersemangat. ”Yoonmiiii.” ucap Hyuna langsung memeluk sahabatnya itu, namun tiba-tiba Yoonmi segera melepaskan pelukan Hyuna dan langsung melihat ke kemeja biru yang dipakainya.

”Hyunaa !” kata Yoonmi kesal saat melihat kemeja kesayangannya tekena noda cappucino dari kemeja Hyuna. ”Hehehe, mianhae Yoonmi.” kata Hyuna sambil menggoyang-goyangkan tubuh Yoonmi. ” Setidaknya kau tidak begitu sedih lagi.” sambungnya.

”Kau ini !” kata Yoonmi yang mulai ceria kembali. Lalu mereka berdua segera menuju ke ruang kerja mereka masing-masing.

::::::::

Oppa, wajah oppa kenapa ?” tanya Sangmi saat melihat wajah Eunhyuk memar dan memakai plester. ”Ah, aniyo.” jawab Eunhyuk mencoba menyembunyikan lukanya.

”Apa kau di pukul lagi oleh Donghae oppa?” tanya Sangmi merasa bersalah sambil menundukan kepalanya. ”Sudahlah, aku ini sudah lama berteman dengan kakak mu.” kata Eunhyuk yang tidak tega melihat tae hee sambil merangkul Sangmi. ”Kau sudak ku anggap sebagai adik ku sendiri.” sambungnya.

Gomawo oppa.” Kata Sangmi tersenyum.

“Kalau begitu ayo kita kerja, hwaiting!” kata Eunhyuk tersenyum, lalu Sangmi hanya mengangguk dan mengikuti Eunhyuk dari belakang. Mianhae, sudah merepotkan oppa.—batin Sangmi.

::::::::

“Ini obatnya.” Ucap salah seorang apoteker memberikan obat yang di pinta oleh Eunhee. ”Kamssahamnida,” kata Eunhee. “Semuanya jadi berapa ?” sambung Eunhee.

”Semuanya jadi 800 won.” jawab apoteker tersebut, lalu Eunhee langsung membayar obat tersebut dan ia segera keluar menuju ke tempat parkir. Namun pada saat Eunhee akan keluar dari lobby rumah sakit ia tidak sengaja bertubrukan dengan sesorang yang membuat semua obat yang ia bawa jatuh berceceran.

Mianhae.” ucap lelaki yang menubruknya, lelaki itu menggunakan jas putih yang biasa di gunakan para dokter. ”Eunhee ?” sambung lelaki itu menatap Eunhee.

O-oppa” Eunhee terkejut saat melihat lelaki yang berdiri tepat di hadapannya. Lelaki itu sangat berarti bagi Eunhee begitu pun sebaliknya. Mereka saling mencintai hingga beberapa bulan yang lalu terjadi kesalah pahaman antara keduanya sehingga hubungan mereka berdua mungkin sudah tidak bisa di pertahankan.

”Kau sedang apa di sini ?” tanya Leeteuk, lelaki yang tadi menubruk Eunhee. ”Eum, aku habis membeli obat untuk ibu.” jawab Eunhee sedikit gemetar.

“Bagaimana kabarmu sekarang ?” tanya Leeteuk. ”Aku—baik-baik saja, oppa sendiri bagaimana ?” kata Eunhee.

”Aku juga baik-baik saja.” jawab Leeteuk. ”Kau sendirian ?” sambung Leeteuk. ”A-a-aku bersama Minho,” jawab Eunhee terbata-bata sambil menundukan kepalanya.

”Oh.” kata Leeteuk singkat. Tiba-tiba seorang pemuda keluar dari mobilnya lalu menghampiri Eunhee dan Leeteuk. Seketika suasana terasa tegang saat Leeteuk dan lelaki tersebut saling bertatapan sinis.

”Kau sudah selesai ?” tanya lelaki itu pada Eunhee. ”Ne, oppa.” jawab Eunhee yang semakin gemetar.

“Kalau begitu ayo kita pulang sekarang !” ajak pemuda itu langsung menarik Eunhee masuk ke mobil. Saat Eunhee di tarik oleh Minho ia sempat menoleh ke belakang, melihat orang yang sangat di cintainya yang terdiam sambil mengepal telapak tangannya.

Ia sangat ingin melepaskan genggaman lelaki tersebut namun tak bisa, akhirnya ia hanya bisa melihat Leeteuk terdiam membatu yang terlihat kesal.

Jeongmal mianhae oppa~

***

”Kau baik-baik saja ?” tanya lelaki tadi menatap Eunhee yang kini duduk di sampingnya. ”Ah ne, aku baik-baik saja.” jawab Eunhee. ”Apa kau masih mencintainya ?” tanya lelaki tersebut yang membuat Eunhee terkejut.

”Kenapa oppa bertanya seperti itu ?” kata Eunhee terbata-bata. ”Aniyo, aku hanya ingin melihat kau tersenyum bahagia dan tidak lagi memikirkan lelaki itu.” jawab lelaki itu tersenyum dam menggenggam tangan Eunhee, lalu Eunhee sendiri hanya tersenyum.

Jeongmal mianhae Leeteuk oppa, jeongmal mianhae Minho-ya’—batin Eunhee.

Yap ! Choi Minho seorang lelaki yang merupakan sahabat Leeteuk sejak kanak-kanak, secara tidak langsung Minho juga merupakan adik kelas Leeteuk dan Eunhee saat sekolah dulu.

Jika dilihat dari umur, Minho dan Eunhee merupakan teman sebaya namun nyatanya Eunhee merupakan kakak kelas Minho. Mereka sangat akrab hingga pada saat Eunhee putus dengan Leeteuk karena salah paham, mereka jadi tidak pernah berkomunikasi satu sama lain sampai saat ini.

:::::::::

Setelah tiga jam berada di ruang meeting untuk rapat direksi, akhirnya Hyuna dan Yoonmi keluar dari ruang tersebut. ”Akhirnya~ selesai juga.” kata Hyuna. ”Ah, ne. Akhirnya selesai juga.” balas Yoonmi.

”Ya ! Yoonmi, bagaimana kalau kita makan di Haengbok Restaurant ? Katanya makanan di sana enak-enak.” ajak Hyuna semangat. ”Eum baiklah.” jawab Yoonmi.

Lalu mereka segera menuju ke lobby kantor dan keluar kantor, namun pada saat mereka akan keluar dari kantor tiba-tiba seseorang memanggil Hyuna.

”Hyuna-ssi !” panggil lelaki itu, lalu Hyuna langsung menghentikan langkahnya dan menoleh ke sumber suara dan saat ia melihat siapa yang memanggilnya, ternyata yang memanggilnya adalah Kim Kibum yang biasa di panggil dengan sebutan Key.

Key adalah karyawan terbaik yang pernah dimiliki oleh perusahaan milik ayah Hyuna, namun Key orangnya sedikit dingin pada orang-orang di sekitarnya bahkan Hyuna saja sempat di acuhkan oleh Key saat berbicara dan membuat Hyuna kesal sampai sekarang. Bahkan Hyuna sendiri sempat berpikir mengapa ayahnya tetap mempertahankan orang yang angkuh seperti Key. Namun akhir-akhir ini sikap Ky sedikit berubah pada Hun Na

”Ah Key-ssi ? ada apa ?” sahut Hyuna. ”Eum, kau mau makan siang bersamaku tidak ?” ajak Key penuh harap. Hyuna menatap Yoonmi sekilas. ”Mianhae, tapi aku sudah janji dengan Yoonmi.” jawab Hyuna tidak enak hati sambil menatap ke arah Yoonmi.

Lalu tiba-tiba saja Yoonmi berkata, ”Ah, aku tidak apa-apa, kau makan siang saja bersama Key-ssi.” kata Yoonmi sambil menahan tawa melihat teman baiknya yang satu ini diajak makan siang oleh seorang Key.

”Ta-ta-tapi Yoon—“ belum sempat Hyuna menyelesaikan kalimatnya, Yoonmi langsung memotongnya. ”Sudahlaah, tidak apa-apa. Lagi pula aku kan sudah sering makan siang bersama mu.” kata Yoonmi menyeringai.

”Ya su—dah kalau begitu, ayo.” kata Hyuna mengiyakan ajakan Key dan menatap Yoonmi kesal.

”Kalau begitu, mari.” kata Key mengajak Hyuna keluar dari kantor sambil tersenyum, lalu Key dan Hyuna pergi meninggalkan Yoonmi. Sesekali Hyuna menoleh ke arah Yoonmi sambil menggerakan bibirnya seperti orang yang berkata ”Awas kau ya !” sedangkan Yoonmi sendiri memlambaikan tangannya sambil tertawa puas.

::::::::

Oppa, hari ini biar aku saja yang ke rumah sakit menemani Donghae oppa.” kata Sangmi berbicara pada Eunhyuk melalui ponselnya karena pada saat ini Eunhyuk sedang ada meeting di luar kantor.

”Memangnya tidak apa-apa ?.” tanya Eunhyuk khawatir. ”Tidak apa-apa oppa, tenang saja.” jawab Sangmi. ”Memangnya kau mau diantar siapa ? kau kan tidak membawa mobilmu, lagi pula tadi kau bilang sekarang Jaejoong-ssi ada pemotretan.” sambung Eunhyuk.

”Ah, aku bisa naik bus oppa.” kata Sangmi meyakinkan Eunhyuk. ”Kau yakin ?” kata Eunhyuk. ”Ne, aku yakin oppa. Oppa tenang saja ya.” jawab Sangmi.

”Ya sudah jika itu mau mu, hati-hatilah dijalan.” kata Eunhyuk. ”Ne oppa.” jawab Sangmi seraya mengakhiri perbincangannya dengan Eunhyuk. Lalu Sangmi segera keluar kantor dan berjalan menuju halte bis yang tidak jauh dari kantornya. Saat Sangmi akan menyebrang tiba-tiba saja ada sebuah mobil berwarna hitam yang hampir menabraknya. Lalu sang pemilik mobil tersebut keluar dari mobilnya dan menghampiri Sangmi yang terjatuh karena shock.

”Kau tidak apa-apa ?” tanya lelaki pemilik mobil tersebut sambil menatap Sangmi. ”Ah, nde aku tidak apa-apa.” jawab Sangmi.

”Kau yakin ?” tanya lelaki itu yang terus memperhatikan Sangmi. ”Ne aku tidak apa-apa.” jawab Sangmi berdiri. ”Permisi, aku harus pergi sekarang.” sambungnya meninggalkan lelaki itu yang terus memperhatikan Sangmi.

Kenapa lelaki itu ?—batin Sangmi dalam hati, menyadari jika lelaki itu memperhatikannya dari tadi. Lalu segera menyetop taksi karena ia merasa tidak enak jika harus naik bis. Dan taksi tersebut langsung melaju ke rumah sakit tempat Donghae di rawat.

:::::::

”Ayah, bagaimana kabar ayah ?” kata Yoonmi duduk di samping tempat tidur Mr.Choi sambil memperhatikan Mr.Choi yang belum tersadar dari koma.

”Baru sebentar saja, aku merasa sudah kesepian tidak ada ayah.” kata Yoonmi lirih. ”Lagi pula aku tidak tega melihat ibu menangis terus.” sambung Yoonmi. ”ayah harus janji yaa, ayah harus sembuh ! aku sayang ayah.” ucapnya seraya menghapus air matanya dan menggenggam erat tangan Mr.Choi.

Annyeong.” tiba-tiba masuklah seorang lelaki berjas putih dan mengalungkan sebuah stetoskop di lehernya. ”Mianhae, aku harus memeriksa keadaan Mr.Choi saat ini.” ucap lelaki itu tersenyum pada Yoonmi dan Yoonmi juga membalas senyuman lelaki itu.

Ne, silahkan.” jawab Yoonmi. Lalu lelaki itu segera memeriksa keadaan Mr.Choi saat ini. ”Dok, apa ayah saya bisa sembuh ?” tanya Yoonmi menundukan kepalanya.

”Kita doakan saja agar ayah anda dapat bekerja seperti sediakala.” jawab lelaki itu. ”Oh ya, apakah anda putri Mr.Choi ?” sambung lelaki tersebut.

”Ah, ne.” jawab Yoonmi lesu. “Bagaimana jika kita berbincang diluar, karena saya pikir jika anda terus sedih dan berada di dalam sini saya khawatir malah anda yang sakit terlalu memikirkan kondisi Mr.Choi.” kata lelaki itu mengajan Yoonmi keluar. Lalu Yoonmi hanya mengangguk dan pergi keluar bersama lelaki tersebut.

“Ah, naneun Cho Kyuhyun imnida.” Kata lelaki tersebut memperkenalkan dirinya pada Yoonmi. “Choi Yoonmi imnida.” Balas Yoonmi.

Lalu mereka berdua pun saling berbincang mengenai masing-masing dan Yoonmi sendiri sepertinya sudah tidak terlalu sedih lagi saat berbincang dengan Kyuhyun.

::::::::::

”Hari ini ada jadwal operasi lagi ?” tanya Hyori pada seorang perawat yang bekerja di bagian administrasi.

Aniyo dok, sudah tidak ada jadwal lagi untuk hari ini. Tapi tadi dokter Park berpesan jika dokter sudah selesai, dokter diminta untuk segera pulang kerumah” Jawab perawat tersebut.

“Ah ne, kalau begitu jika ada perubahan jadwal tolong kabari saya, saya ada perlu sebentar.” kata Hyori tersenyum.

“Baik dok.” balas perawat tersebut. Lalu Hyori segera menuju tempat parkir dan melajukan mobilnya pada suatu tempat.

Saat ia sampai di tempat tujuan ia entah mengapa ia selalu berpapasan dengan seorang lelaki jika di lihat-lihat umurnya sekitar 17 tahun, dan mereka pun saling tersenyum.

Annyeong ibu, annyeong dongsaeng~” Kata Hyori yang berlutut di depan makam ibunya dan adik perempuannya. Kabarnya adik Hyori telah meninggal karena kecelakaan mobil saat Hyori berumur 4 tahun. Selisih umur Hyori dan adiknya tidak begitu jauh, sehingga Hyori sangat kesepian saat mendengar kabar mengenai adiknya saat ia berumur 4 tahun.

“Ibu, dongsaeng, aku sangat merindukan kalian. Aku sangat ingin bertemu lagi dengan kalian.” ucap Hyori lirih. ”Oh ya ibu, dongsaeng, mianhae aku baru sempat mengunjungi kalian hari ini… karena aku sekarang sudah menjadi seorang dokter seperti janjiku. Aku juga sekarang sudah mempunyai seorang pasien yang mengidap amnesia, dia juga sedikit kasar tapi aku yakin dia orang yang baik.” sambungnya tersenyum.

”Aku ingin membatunya mengingat kembali semua keluarganya, aku juga ingin melihat ibunya tersenyum karena pada saat aku bertemu dengan ibunya, ia sedang menangis.” kata Hyori yang tanpa sadar air matanya sudah membasahi pipinya sambil tersenyum tipis.

”Oh ya ibu, aku membawakan lily putih kesukaan ibu. Dan untuk mu dongsaeng, aku membawakan mawar merah. Semoga kalian suka.” kata Hyori mengusap air matanya.

Mianhae, aku sekarang harus pergi. Aku tidak bisa lama-lama karena aku belum bilang pada ayah dan oppa jika aku ke sini. Aku takut mereka khawatir. Aku janji akan mengunjungi kalian lagi, annyeong~” kata Hyori berdiri lalu pergi meninggalkan makam ibu dan dongsaengnya. Dan segera pulang kerumah, karena tak ingin membua Mr.Park dan Leeteuk khawatir.

::::::::

”Chanhae-ssi !” panggil Heechul sambil berlari kecil menghampiri Chanhae yang membuka pintu kaca lobby rumah sakit. ”Ne, waeyo?” tanya Chanhae menghentikan langkahnya menoleh ke arah Heechul.

”Kita pulang bareng yaa,” kata Heecul tersenyum. ”Mwo?” Chanhae sedikit terkeut.

”Pulang bareng ya ya ya ya ya~” kata Heechul manja membuat Chanhae kebingungan dengan sikap Heechul yang sedikit aneh ini. ”Ayolah Chanhae.” bujuk heechul.

”Ah ne.” jawab Chanhae. Lalu Heechul segera meraih tangan Chanhae dan menariknya menuju halte bis yang tidak jauh dari rumah sakit. “Ada apa dengan orang ini ?” gumam Chanhae heran dalam hati.

:::::::

”Kau ini bagaimana ?! bagaimana bisa semua berkas itu hilang begitu saja ?!!” kata Yesung kesal pada Jira sekretaris barunya itu. ”Mianhae, saya tidak tau jika akan seperti ini akhirnya.” ucap Jira menundukan kepalanya.

”Ceroboh sekali kau ! baru hari pertama bekerja sudah membuat masalah !” ucap Yesung yang sudah mulai sedikit tenang. ”Mianhae, saya tidak akan mengulanginya lagi.” kata Jira.

”Ya sudah kau boleh keluar sekarang !”  kata Yesung, lalu Jira sendiri segera kembali keluar dari ruang kerja Yesung dan kembali ke meja kerjanya.

***

“Ada apa Jira ?” Tanya Manager Kang saat melewati meja kerja Jira dan melihat Jira sedang menundukan kepala seperti orang yang hilang semangat. ”Aniyo.” jawab Jira tersenyum tipis.

”Apa kau baru saja dimarahi oleh Yesung-ssi ?” ucap Manager Kang. Lalu Jira hanya mengangguk pelan karena malu. ”Tenanglah, Yesung-ssi memang seperti itu pada karyawan barunya. Jadi kau tidak perlu khawatir.” jelas Manager Kang mencoba untuk membuat Jira sedikit tenang.

”Kamssahamnida.” kata Jira, lalu Manager Kang pamit pada Jira untuk segera menyelesaikan pekerjaannya.

”Hasssh ! lembur I’m coming !” gerutu Jira menatap computer yang ada di hadapannya.

::::::::::

“Permisi pak, ada yang mencari anda.” Ucap salah satu pegawai perusahaan Mr.Choi pada Siwon yang sedang sibuk dengan laptopnya dan berkas-berkas yang harus ia tandatangani.

“Siapa ?” tanya Siwon. “Maaf pak, ia tidak memberitau saya siapa namanya. Tapi ia seorang wanita.” Jawab pegawainya tersebut.

“Baiklah kalau begitu, dimana ia sekarang ?” tanya Siwon. ”Ada di loby utama.” jawab pegawainya. “Saya akan segera kesana,” kata Siwon.

“Paya permisi pak.” pamit pegawainya, lalu siwon sendiri langsung menuju ke loby utama perusahaan ayahnya. Ia sempat berpikir, siapa wanita yang mencarinya. Dan pada saat ia sampai di loby, ia terkejut saat melihat seorang wanita yang menggunakan dress putih dengan blazer hitam dan rambut yang terurai panjang. Ia pun langsung menghampiri wanita itu.

”Hyura ?” ucap Siwon pada wanita itu, lalu wanita itu membalikan tubuhnya menghadap Siwon dan tersenyum manis pada Siwon.

Annyeong oppa.” kata wanita tersebut, lalu saking senangnya siwon langsung memeluk wanita tersebut. ”Kapan kau kembali ?” tanya Siwon melepaskan pelukannya dan sekarang menggenggam tangan wanita tersebut.

”Tadi siang.” jawab wanita tersebut. “Kenapa aku tidak mengabari ku sebelumnya jika kau akan kembali ke sini ?” tanya Siwon gemas. “Karena aku mau memberikan kejutan untuk mu oppa.” ucap wanita itu. Siwon tersenyum manis.

”Oh ya, kau sudah makan?” tanya Siwon merangkul wanita tersebut.

Lalu wanita itu menggelengkan kepalanya pertanda ia belum makan lalu berkata ”Memangnya pekerjaan oppa sudah selesai ?” kata wanita tersebut. ”Sudahlah itu pekerjaan gampang.” kata Siwon.

”Tapi oppa harus selesaikan pekerjaan oppa dulu, baru kita makan.” kata wanita tersebut. ”Baiklah.” Siwon menuruti apa kata kekasihnya itu, ia langsung kembali ke ruang kerjanya dan segera menyelesaikan pekerjaannya ditemani oleh kekasihnya itu.

Setelah kurang lebih tiga puluh menit akhirnya pekerjaan Siwon untuk hari ini selesai dan Siwon serta kekasihnya langsung pergi menuju sebuah rumah makan faforit mereka dulu.

Kekasih Siwon adalah seorang wanita cantik dan imut yang baru kembali dari Paris untuk menyelesaikan kuliahnya jurusan designer, ia bernama Lee Hyura yang biasa di panggil Hyura. Hyura dan Siwon sudah berpacaran kurang lebih lima tahun dan rencananya tahun ini mereka akan segera bertunangan. Hyura sendiri menupakan adik dari Eunhyuk.

::::::::

Oppa, halte bis kan ada di sebelah sana.” kata Chanhae menunjuk ke arah halte bis yang tidak jauh dari rumah sakit Mr.Park. ”Ayo ikut aku dulu.” kata Heechul menarik Chanhae ke arah yang berlawanan.

”Tapi oppa, kita mau kemana ?” tanya Chanhae penasaran. ”Sudahlah, nanti kau juga akan tau sendiri.” kata Heechul tersenyum. Tidak membutuhkan waktu lama untuk berjalan, akhirnya Heechul dan Chanhae sampai di sebuah taman yang gelap namun taman itu berubah menjadi sangat indah di hiasi beberapa lampu warna-warni dengan beberapa balon yang berbentuk hati.

”Heechan ! kemarilah !” teriak Heechul pada Heechan yang ada di taman tersebut bersama beberapa anak kecil. Lalu Heechan berlari menghampiri Heechul dan memeluknya, sedangkan Heechul sendiri langsung menggendong Heechan. Setelah dalam gendongan Heechul, Heechan langsung memberi aba-aba pada teman-temannya dengan bertepuk tangan sebanyak tiga kali.

Seketika Chanhae terkejut saat melihat sebuah kain putih di ambil dari sebuah kanvas yang tadinya kain putih itu menutupi kanvas tersebut, saat melihatnya Chanhae sangat terharu, karena di kanvas tersebut terdapat lukisan dirinya yang menggunakan pakaian perawat bersama dengan beberapa pasien anak kecil yang sedang tertawa bahagia bersamanya.

”Heechan.” panggil Heechul pada anak kecil yang sedang ia gendong. ”Hmm” gumam Heechan. ”Kau tau ? aku sedang mencintai seseorang.” kata Heechul menatap Chanhae yang sekarang ada di sampingnya.

Tiba-tiba saja terdengar suara anak-anak tersebut yang berteriak ”Annyeong Chanhae eomma!” Chanhae sendiri tidak dapat berkata apa-apa, ia hanya bisa tersenyum dan menatap Heechul bahagia.

::::::::::

”Aku pulang.” kata Hyori membuka pintu rumahnya. ”Dari mana dulu ? jam segini baru pulang.” kata Leeteuk yang asik menonton tv. ”Habis menemui ibu dan dongsaeng.” jawab Hyori. Leeteuk terdiam.

”Kau pasti lapar, aku buatkan sesuatu ya.” kata Leeteuk mengalihkan pembicaraan. ”Boleh, kebetulan aku memang sudah lapar.” kata Hyori. Lalu Leeteuk langsung berjalan menuju dapur dan Hyori segera menuju kamarnya untuk berganti pakaian.

Oppa, ayah mana ?” tanya Hyori keluar dari kamar dan menghampiri Leeteuk yang ada di dapur. ”Ayah, ke rumah sakit. Katanya ada operasi lagi.” jawab Leeteuk dingin.

Oppa, ada apa ?” tanya Hyori heran, karena tidak biasa mendengar jawaban Leeteuk dengan nada suara yang dingin seperti itu. ”Ah, aku tidak apa-apa.” kata Leeteuk berusaha menyembunyikan sesuatu sambil tersenyum.

”Kau bertemu dengan Eunhee eonni ?” tebak Hyori, lalu Leeteuk langsung terdiam. ”Benarkan kau bertemu dengannya.” sambung Hyori. ”Sudahlah, tidak perlu membicarakan hal itu.” kata Leeteuk.

Oppa, saranku hanya satu,” kata Hyori menaap Leeteuk yang membelakanginya, lalu Leeteuk membalikan tubuhnya dan berhadapan dengan Hyori. ”Jika oppa masih mencintainya, katakanlah ! jangan disembunyikan, nanti malah menyesal.” kata Hyori. Lalu Leeteuk langsung menghampiri Hyori.

”Sok tau kau !” canda Leeteuk tertawa sambil mengucek-ngucek rambut Hyori. ”Aku memang tau ko,” balas Hyori. ”Oppa ! makanannya,” sambungnya saat mencium bau gosong. Leeteuk langsug membalikan badannya dan mematikan kompor, saat dilihat makanan yang ia masak sudah gosong.

Mianhae Hyori.” kata Leeteuk menggaruk kepalanya yang sebenarnya tidak gatal. ”Selama masih ada mie ramen, aku masih selamat.” canda Hyori. Lalu kakak baradik ini segera memasak mie ramen dan memakannya bersama.

:::::::::

Saat memasuki ruang tempat Donghae dirawat, hatinya terasa sangat sakit apalagi melihat Donghae yang tertidur pulas dengan tampang innocentnya. Ia ingin kembali pada waktu di saat Donghae kecelakaan, ia sangat menyesal.

*FLASH BACK*

Oppa, aku pinjam mobil oppa yaa” pinta Sangmi saat akan pergi ke acara konser Jaejoong. ”Tapi kan oppa mu akan memakainya untuk ke rumah nenek.” ucap ibunya. ”Ayolah, oppa kan bisa naik kereta atau bus atau mungkin taksi.” rengek Sangmi.

”Sudahlah ibu, biarkan saja. Aku kan bisa naik bus,” kata Donghae membela Sangmi. ”Tuh, oppa saja sudah mengizinkan,” kata Sangmi. ”Aku antar oppa dulu sampai terminal deh,” sambungnya.

”Ya sudah, baiklah kalau begitu,” ucap Mrs.Lee mengalah. ”Asik asik, aku sayang ibu dan oppa,” kata Sangmi semangat. ”Iya iya, ayo ayo nanti kalian terlambat.” kata Mrs.Lee tersenyum. ”Ne ibu, oppa kkaja !” kata Sangmi mencium kedua pipi Mrs.Lee dan menarik Donghae.

Oppa kkaja,” sambungnya. Lalu Sangmi segera mengantar Donghae sampai terminal.

***

”Sangmi, kau harus hati-hati mengerti ? jaga ayah dan ibu baik-baik ya,” kata Donghae sebelum naik ke bus. ”Oppa apa yang kau bicarakan huh? oppa kan hanya satu minggu di rumah nenek,” kata Sangmi merengutkan keningnya.

”Sama saja, mau selama apapun kau harus tetap menuruti printahku,” kata Donghae tertawa sambil mengacak-acak rambut adiknya. ”Ne ne oppa,” kata Sangmi.

”Kalau begitu, oppa pergi. Annyeong,” kata Donghae memeluk Sangmi erat. ”Annyeong oppa,” kata Sangmi, lalu Donghae melepaskan pelukannya dan masuk ke dalam bis.

Lalu bus yang ditumpangi Donghae pun akhirnya berangkat. Sedangkan Sangmi sendiri langsung menuju ke tempat dimana Jaejoong mengadakan konsernya, namun saat akan memarkirkan mobil, Sangmi tidak sengaja menabrak sebuah tiang yang membuat mobil Donghae penyok.

”Omo, mobil oppa. Bagaimana  yaa ? bisa-bisa oppa marah. Aduh!” gerutu Sangmi saat melihat bemper depan mobil Donghae sudah penyok. Tiba-tiba terdengar suara seorang lelaki memanggil Sangmi.

”Sangmi-ya, sedang apa kau di situ ? ayo cepat masuk, Jaejoong sudah menunggumu,” kata lelaki itu yang merupakan teman Jaejoong yang bernama Changmin. ”Ne,” kata Sangmi langsung berlari menghampiri Changmin.

Setelah kira-kira empat jam menonton konser Jaejoong dan menemani Jaejoong akhirnya Sangmi pulang dengan was-was takut dimarahi akibat mobil Donghae yang penyok. Namun saat sampai rumah, betapa terkejutnya saat melihat ayah dan ibunya sedang menangis.

”Ibu, ayah, apa yang terjadi ?” tanya Sangmi khawatir. ”Bus yang ditumpangi kakak mu mengalami kecelakaan.” jawab Mr.Lee lirih.

Seketika Sangmi tidak dapat bergerak, air matanya mengalir membasahi pipinya, ia juga menjatuhkan kunci mobil Donghae yang sedang ia pegang, ia tidak menyangka akan mengalami kejadian seperti ini. Ia merasa ingin menjerit sekuat tenaga, tapi tak bisa ia hanya bisa menangis mendengar kabar tersebut. Ia menyesal karena ia telah egois, ia memaksakan kehendaknya. Ia pun berpikir, seandainya ia tidak memaksa untuk meminjam mobil Donghae, pasti Donghae sekarang sudah meneleponnya dari rumah neneknya dan tidak akan mengalami kecelakaan. Ia menyesal, sangat menyesal.

*FLAS BACK END*

Tak terasa air mata sudah membasahi kedua pipinya, ia benar-benar menyesal. ”Mianhae oppa,” ucap Sangmi menggenggam tangan kiri Donghae.

–To Be Continued …

One thought on “[FF] I Think I Love You part 3”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s