[FF] I Think I Love You part 4

Title: I Think I Love You

Author: fishyoriga
Rating : PG+15 / straight
Casts:
Super Junior, DBSK, SHINee and OC
Other Casts:
Super Junior, DBSK, SHINee
Genre:
Romance, Friendship, Family, AU, Angst
Length :
Chaptered
Part:
4 of ?

Disclaimer : The characters in this story is the character of their own with a bit of my imagination and this story is only a fiction. So don’t sue me.

A/N :

The main character in this story quite a lot and you can find it when reading this story.
You can find other cast when you read this story.
– Don’t forget to give your comment.

CLICK ON THE LINK TO READ THE PREVIOUS CHAPTER.
| Part 1
| Part 2 | Part 3 |

***

Aku menyukaimu—tidak, tepatnya aku mencintaimu.
Aku selalu ingin bersamamu—selamanya.
Ku harap kau juga begitu karena aku ingin terus denganmu.

***

Saat terbangun Donghae melihat Sangmi yang tertidur pulas di sofa yang ada di situ sambil memegang beberapa foto. Saat ia lihat, ia sangat terkejut karena terdapat banyak foto dirinya bersama Sangmi, Mr.Lee, Mrs.Lee dan Eunhyuk temannya.

‘Apa benar ini aku ?—pikirnya.

Lalu ia menatap Sangmi, ia sendiri merasa mengenali sosok Sangmi. Namun ia tidak yakin, lalu ia mengambil selimutnya dan menyelimuti Sangmi yang tertidur, ia tidak tega melihat Sangmi, apa lagi mata Sangmi terlihat sembab. Sementara Hyori melihatnya dari kaca pintu kamar tempat Donghae dirawat, ia tersenyum bahagia karena Donghae bersikap sangat lembut pada adiknya tersebut.

::::::

‘Aroma kopi.—gumam Jira dalam hati yang tersadar dari tidurnya. Ia terkejut saat melihat Yesung sedang duduk di salah satu sofa yang ada di sekitar sofa tempat ia tertidur dan ia juga terkejut saat melihat jas Yesung yang menyelimutinya.

”Ah, annyeong.” kata Jira langsung berdiri dan membungkukan tubuhnya pada Yesung.”Annyeong.” jawab Yesung santai. ”Duduklah,” sambung Yesung. Lalu Jira langsug duduk di hadapan Yesung. ”Ini,” kata Yesung menyodorkan segelas kopi susu hangat pada Jira. ”Kau pasti lelah karena lembur.” sambungnya.

Kamssahamnida Pak.” kata Jira menerima kopi susu yang ditawarkan Yesung. ”Kau tidak perlu memanggilku dengan sebutan pak.” kata Yesung tersenyum geli. ”Ah arasso Yesung-ssi.” kata Jira.

”Hmm, begini lebih baik.” kata Yesung. ”Minumlah selagi masih hangat.” sambungnya menyuruh Jira meminum kopi tersebut, lalu Jira pun menuruti apa kata atasannya itu.

‘Ada apa dengan orang ini ? kemarin marah-marah dan sekarang sikapnya berubah tiga ratus enam puluh derajat, sungguh aneh.—batin Jira seraya meminum kopi pemberian Yesung. Seketika ia teringat pada jas Yesung, ”Apa ia juga tidak pulang kemarin ?” pikirnya dan ia pun langsung tersenyum sendiri.

”Yaa! kenapa kau senyum-senyum sendiri ?” kata Yesung dengan tampang aneh. ”Ah, ani~” kata Jira yang masih tersenyum. ”Aneh, ya sudah. Kembali bekerja !” kata Yesung sedikit sinis. ”Arasso.” jawab Jira.

Lalu Yesung langsung berdiri dam pergi ke ruang kerjanya meninggalkan Jira yang masih duduk di sofa dan menikmati kopinya. ”Apa benar ia tidak pulang kemarin ?” pikir Jira melihat punggung Yesung yang semakin jauh sambil tersenyum.

::::::::

Oppa !” panggil Hyori pada Kyuhyun yang baru memasuki loby rumah sakit. Lalu Kyuhyun sendiri langsung menghentikan langkahnya saat melihat Hyori berjalan menghampirinya.

”Ada apa ?” tanya Kyuhyun. ”Oppa tau tidak siapa saja keluarga pasien yang bernama Donghae ?” tanya Hyori. ”Yang ku tau, selain kedua orangtuanya dia mempunyai seorang adik perempuan yang bernama Sangmi.” jawab Kyuhyun santai. ”Memangnya kenapa ?” sambungnya balik bertanya pada Hyori penasaran.

”Ah, aniyo oppa.” kata Hyori tersenyum. ”Gomawo oppa, aku duluan annyeong~” sambungnya sambil meninggalkan Kyuhyun yang menatapnya dengan heran ambil melambaikan tangannya..

”Ada apa anak itu ?” gumam Kyuhyun, lalu ia segera berjalan menuju salah satu kamar pasiennya.

***

Annyeong.” kata Kyuhyun saat melihat ada Yoonmi di ruang inap Mr.Choi. ”Annyeong,” jawab Yoonmi tersenyum. ”Rajin sekali pagi-pagi sudah datang.” Kata Kyuhyun.

“Eum, entah kenapa aku selalu ingin berada dekat dengan ayah.” jawab Yoonmi menatap Kyuhyun yang sedang memeriksa keadaan Mr.Choi dengan seksama. Lalu Kyuhyun tersenyum manis ke arah Yoonmi seraya mengalungkan kembali stetoskop yang baru saja ia gunakan.

”Mau menemani ku sarapan tidak ? kebetulan aku tadi tidak sarapan.” ajak Kyuhyun. Lalu Yoonmi menganggukan kepalanya dan mereka segera pergi ke salah satu restorang yang berada tidak jauh dengan rumah sakit. Setelah sampai mereka berdua langsung memesan menu sarapan di restoran tersebut.

:::::::

”Ah sial ! kenapa harus mogok sih !” gerutu Hyuna menendang ban mobilnya. ”Mana ponselku ketinggalan lagi ! aduuuh !” sambungnya yang semakin kesal karena ponselnya ketinggalan saat dibutuhkan.

”Heh perempuan aneh !” panggil seorang lelaki dari sebuah mobil Hyundai Grandeur. Betapa terkejutnya Hyuna saat melihat lelaki yang memanggilnya. Lelaki itu adalah lelaki yang ditemuinya di toko kaset sekaligus lelaki yang menumpahkan cappucino ke kemeja putihnya kemarin.

”Sedang apa kau di situ ?” tanya lelaki itu. ”Bukan urusan mu !” jawab Hyuna ketus. ”Ayo naik.” kata lelaki itu dengan santai menyuruh Hyuna masuk ke mobilnya. ”Mora guyo ? naik ke mobilmu ? tidak terimakasih !” balas Hyuna sinis.

”Heh, aku baik salah mau mu apa sih ?” bentak lelaki itu. ”Kau pikir kau siapa huh ? beraninya membentak ku seperti itu.” kata Hyuna semakin kesal.

”Baiklah kuperkenalkan siapa diriku. Nama ku LEE HYUKJAE ! dan kau bisa memanggil ku Eunhyuk.” kata lelaki itu sntai. ”Siapa juga yang menyuruhmu memperkenalkan diri hah ?!” kata Hyuna kesal.

”Kau ini cerewet sekali !” kata lelaki itu keluar dari mobilnya menghampiri Hyuna. ”Ayo naik !” sambungnya menarik Hyuna dan menyuruh Hyuna masuk ke mobilnya. Hyuna berontak, namun genggaman tangan lelaki itu cukup kuat sehingga ia pun tidak bisa berbuat apa-apa dan akhirnya masuk ke mobil lelaki itu. Lalu lelaki itu segera melajukan mobilnya dengan kecepatan yang cukup tinggi menuju kantor Hyuna.

Ini kan jalan menuju kantor ku, bagaimana ia bisa tau ini adlah jalan menuju kantor ku—pikir Hyuna.

::::::::::

”SANGSUUUUN !!!!!” teriak seorang lelaki di depan rumah seorang gadis yang merupakan sahabatnya. Tak lama kemudian seorang lelaki membuka pintu rumah tersebut.

“YA ! Taemin ! berisik sekali kau ! mengganggu saja !” ucap lelaki itu yang bernama Shim Changmin rekan Jaejoong sekaligus kakak Shim Sangsun, seorang gadis yang tahun ini adalah tahun pertamanya kuliah di Yonsei University bersama sahabatnya Lee Taemin.

“Hehehe, mianhae hyung.” Kata Taemin, lelaki yang dari tadi berteriak memanggil Sangsun dengan tampang innocentnya. ”Kau ini, kan ada bel untuk apa berteriak ?” kata Changmin kesal. ”Hehehe, hyung apakah Sangsun ada ?” tanya Taemin.

”Ada, masuklah aku panggil Sangsun dulu.” jawab Changmin mempersilahkan Taemin masuk ke rumahnya dan segera memanggil adiknya Sangsun yang sepertinya masih tertidur di kamarnya yang terletak di lantai dua rumahnya. Tidak lama kemudian Sangsun keluar dari kamarnya dan menghampiri Taemin yang sedang duduk di ruang tamunya sambil menahan tawanya melihat penampilan Sangsun yang masih berantakan.

”Ada apa pagi-pagi sudah datang ? mengganggu orang tidur saja !” kata Sangsun duduk di hadapan Taemin kesal. ”Hahaha, penampilan mu berantakan sekali !” kata Taemin tertawa. ”Aah berisik ! cepat katakan apa mau mu ?!” balas Sangsun yang semakin kesal. ”Arasso arasso, aku pinjam buku catatan mu dong.” kata Taemin memasang tampang memelas.

”Hah ? buku catatanku ? yang kemarin saja belum kau kembalikan.” protes Sangsun. ”Ayolaah Sangsun, aku pinjam. Kau kan temanku yang paling baik dan paling cantik.” rayu Taemin. ”Ani. Aku tidak mau !” kata Sangsun cemberut. ”Ayolaah, sekarang kita jalan-jalan deh, aku traktir kau makan.” kata Taemin yang tetap merayu Sangsun.

”Hmm bagaimana yaa ?” kata Sangsun yang mulai memikirkan rayuan Taemin. ”Kalau begitu apapun yang kau pinta akan aku belikan deh.” kata Taemin meyakinkan Sangsun. ”Hmm, baiklah kalau begitu tapi kau harus menepati dulu janji mu baru aku kasih pinjam buku catatanku, bagaimana ?” kata Sangsun.

”Iyaa baiklah.” kata Taemin. ”Ya sudah tunggu dulu, aku mau mandi.” kata Sangsun meninggalkan Taemin yang masih duduk di ruang tamu rumahnya.

”Dasar mereka ini !” gumam Changmin yang dari tadi melihat kelakuan adiknya dan Taemin yang seperti anak kecil.

:::::::

Yoboseyo.” kata Sangmi saat mengangkat telepon dari Jaejoong kekasihnya. ”Kau dimana ? kenapa semalam tidak pulang dan mengabari ku ?” tanya Jaejoong cemas. ”Aku di rumah sakit menemani oppa.” jawab Sangmi santai. ”Lalu kenapa tidak mengabari ku ?” kata Jaejoong. ”Mianhae, tadinya aku mau pulang dulu tapi malah tertidur disini.” jawab Sangmi.

”Ya sudah tunggula disitu, aku akan segera menjemputmu.” kata Jaejoong. ”Baiklah.” kata Sangmi menutup telepon dari Jaejoong dan segera membereskan beberapa foto yang ia bawa dan memasukan foto-foto tersebut ke dalam tasnya.

Oppa kemana yaa ? Ah, mungkin dia sedang jalan-jalan ditaman—pikirnya lalu ia mengeluarkan selembar kertas lalu ia menulis pesan singkat di kertas tersebut dan menyimpannya di meja kecil di samping tempat tidur bersama salah satu foto tersebut. Lalu Sangmi segera keluar dari ruang inap Donghae dan berjalan menuju loby rumah sakit untuk menunggu Jaejoong kekasihya.

:::::::

Saat Hyuna dan Eunhyuk tiba di depan kantor Hyuna, Hyuna langsung keluar dari mobil Eunhyuk tanpa berbicara satu kata pun. “Heh, tidak sopan sekali kau ! sudah ku antar bukannya bilang terimakasih !” protes Eunhyuk.

“Aku ‘kan tidak memintamu untuk mengantarku !” balas Hyuna ketus. ”Setidaknya aku sudah punya niat baik untuk mengantarmu.” Sambung Eunhyuk.

“Terserah.” Balas Hyuna langsung meninggalkan Eunhyuk. “Ya ! dasar tidak tau terimakasih !” gerutu eunhyuk lalu melajukan mobilnya menuju kantornya. Dari kejauhan Key melihat kejadian tadi. Siapa lelaki itu ?—pikirnya. Saat Key akan menghampiri Hyuna, namun ia urungkan niatnya untuk menghampiri Hyuna karena tiba-tiba saja Yoonmi memanggil Hyuna saat turun dari mobil Kyuhyun. ”Gomawo sudah mengantarku.” kata Yoonmi.

Cheonmaneyo, kalau begitu aku pamit ya soalnya masih banyak pekerjaan yang harus ku selesaikan.” kata Kyuhyun. ”Hati-hatilah dijalan.” sambung Yoonmi. Lalu Kyuhyun langsung pergi menuju rumah sakit sedangkan Yoonmi langsung berjalan menghampiri Hyuna yang sudah menunggunya.

”Bukankah itu dokter Kyuhyun ?” tebak Hyuna. ”Kau mengenalnya ?” kata Yoonmi penasaran. ”Tentu saja, dia adalah salah satu dokter terbaik yang bekerja du rumah sakit pamanku.” kata Hyuna.

”Oh iya, aku baru menyadarinya.” kata Yoonmi polos. ”Hey, memangnya ada hubungan apa kau dengannya ?” goda Hyuna. ”Tidak ada apa-apa, kami hanya berterman.” jawab Yoonmi tersipu.

”Yang benar ?” kata Hyuna. ”Iyaa, sudahlah ! ayo kita bekerja !” kata Yoonmi berjalan meninggalkan Hyuna. ”Ayolaah, jujur saja pada ku.” kata Hyuna menyusul Yoonmi yang sudah berjalan di depannya sambil terus menggoda Yoonmi. ”Cukup Hyuna.” balas Yoonmi.

::::::::

Yoboseyo, dengan kediaman Mr.Choi ada yang bisa saya bantu.” ucap pembantu rumah Mr.Choi mengangkat telepon dari seseorang.

Yoboseyo, apakah Siwon-ssi ada ?” ucap seorang gadis yang menelepon. ”Mianhae, tuan muda sudah pergi ke kantor. Nuguseyo ?” kata pembantu Mr.Choi. ”Ini Hyura.” jawab gadis tersebut.

”Ah, nona Hyura. Apa ada pesan yang ingin anda sampaikan ?” tanya pembantu tersebut. ”Ah,aniyo.” jawab Hyura. Tiba-tiba saja Mrs.Choi menghampiri pembantu rumah tangganya. ”Telepon dari siapa ?” ucapnya.

”Nona Hyura.” jawab pembantunya itu. ”Berikan padaku, aku ingin berbicara dengannya.” sambung Mrs.Choi.

”Nona Hyura, Mrs.Choi ingin berbicara dengan anda.” kata pembantu ruah Mrs.Choi pada Hyura lalu memberikan telepon tersebut pada Mrs.Choi.

Yoboseyo Hyura.” sapa Mrs.Choi lembut. ”Yoboseyo Mrs.Choi.” balas Hyura. ”Bagaimana kabarmu ?” tanya Mrs.Choi. ”Aku bai-baik saja, anda sendiri bagaimana ?” kata Hyura. ”Aku baik-baik saja.” jawab Mrs.Choi. ”Tumben sekali menelepon kemari.” sambungnya.

”Ah, mianhae jika saya mengganggu, tadi saya coba telepon ke ponsel milik Siwon –ssi tapi ponselnya tidak aktif.” jawab Hyura. ”Mungkin ia sedang rapat, memangnya kau sekarang sedang berada dimana ?” tanya Mrs.Choi.

”Saya sekarang sedang berada di rumah.” jawab Hyura. ”Memangnya kau sudah kembali dari Paris ?” tanya Mrs.Choi penasaran. ”Sudah, baru kemarin saya tiba.” jawab Hyura. ”Memangnya Siwon-ssi tidak memberi tau anda ?” sambungnya.

”Tidak, dia tidak berbicara apa-apa.” jawab Mrs.Choi. ”Hyura, apakah kau sekarang bisa menemaniku jalan-jalan ? sudah lama aku tidak jalan-jalan bersama calon menantuku.” ajak Mrs.Choi. ”Tentu saja, kalau begitu saya akan segera menuju ke kediaman anda bagaimana ?” kata Hyura.

”Baiklah, saya tunggu.” kata Mrs.Choi, lalu menutup telepon dari Hyura sedangkan Hyura langsung pergi menuju kediaman Mr.Choi untuk menemani Mrs.Choi jalan-jalan.

:::::::

Saat Donghae kembali ke kamarnya, ia langsung mengambil selembar kertas yang sterletak di meja kecil yang berada di samping tempat tidurnya. Lalu ia membaca tulisan yang tertulis di kertas tersebut.

Oppa, aku pergi dulu yaa. Nanti aku akan kembali untuk menemani oppa.Jangan lupa makan dan minum obat yang diberikan para perawat untuk oppa.

Aku ingin oppa cepat pulang ke rumah karena aku dan ibu sudah sangat merindukan oppa, dan oppa tidak boleh kasar lagi terhadap para perawat maupun dokter yang ada di sana.

Sangmi

”Sangmi ? sebenarnya dia itu siapa ?” pikirnya. Tiba-tiba Donghae langsung keluar dari kamarnya dan mencari seseorang yang ia pikir dapat membantunya, saat ia tiba di taman rumah sakit ia melihat gadis yang ia cari. Gadis itu sedang bercengkrama dengan para pasien anak-anak.

Lalu ia menghampiri gadis itu. ”Annyeong.” sapa Donghae. Lalu gadis itu membalikan tubuhnya menghadap donghae ”Annyeong.” kata gadis itu tersenyum.

”Kau, dokter yang kemarin kan ?” tanya donghae ragu, lalu gadis itu mengangguk sambil tersenyum pada Donghae. ”Sebelumnya aku minta maaf atas kejadian kemarin karena aku telah menyakiti mu.” ucap Donghae. ”Gwaenchana, lupakan saja.” kata gadis itu lembut.

Noona, aku ingin permen vanilla yang noona berikan padaku waktu itu.” ucap seorang anak laki-laki menarik jas putih yang digunakan gadis itu. ”Apakah kau sudah minum obat ?” tanya gadis itu pada anak laki-laki tersebut, lalu anak laki-laki itu mengangguk dengan matap. ”Ini ambilah.” kata gadis itu memberikan sebuah permen vanilla pada anak laki-laki tersebut.

Eonni aku juga mau.” Kata seorang anak perempuan yang melihat gadis itu memberikan permen vanilla pada anak laki-laki tadi. ”Aku juga mau, aku juga, aku juga.” tiba-tiba saja semua anak-anak yang ada di situ meminta permen vanilla dari gadis tersebut sehingga membuat gadis tersebut menjadi kebingungan sendiri.

”Hey kalian semua, jangan membuat noona menjadi kebingungan. Kasihan, nanti kalau noona kebingungan kalian tidak akan mendapatkan permen vanilla yang kalian inginkan dari noona.” sambung Donghae pada anak-anak tersebut yang membuat anak-anak tersebut terdiam.

”Kalau kalian mau permen kalian harus bersikap manis pada noona agar noona bisa memberikan permen pada kalian semua.” Sambung Donghae.

“Hyorii—“ panggil Donghae pada gadis tersebut. Seketika gadis tersebut terkejut karena Donghae dapat mengingat namanya. “Ne ?” kata Hyori. ”Kau masih mempunyai persediaan permen vanilla itu kan ?” tanya Donghae lalu Hyori mengangguk sambil tersenyum pada Donghae dan mengeluarkan beberapa permen vanilla dari saku jasnya.

”Biar ku bantu membagikannya.” sambung Donghae mengambil beberapa permen vanilla dari tangan Hyori. Hyori hanya bisa tersenyum dan menatap Donghae kagum apalagi saat mengatasi anak-anak tadi, ia semakin optimis untuk membantu memulihkan ingatan Donghae.

Noona aku mau permennya.” ucap salah satu anak laki-laki menyadarkan lamunan singkat Hyori. ”Ini untuk mu.” kata Hyori memberikan salah satu permen vanilla yang ada di tangannya. Tidak lama kemuadian anak-anak tersebut sudah menerima permen yang dibagikan Hyori dan Donghae, lalu anak-anak tersebut kembali ke ruang inap mereka masing-masing karena sudah waktunya untuk mereka beristirahat. Sedangkan Donghae dan Hyori duduk di salah satu bangku taman yang ada disitu.

“Donghae-ssi.” Panggil Hyori ragu. “Ne ?” kata Donghae. “Tadi kau memanggilku—” belum sempat Hyori menyelesaikan kalimatnya, Donghae langsung bicara. “Hyori, namamu Park Hyori kan ?” kata Donghae sedikit ragu, lalu Hyori mengangguk.

“Dari tadi aku memikirkan siapa namamu, namun aku teringat kejadian waktu kemarin, kau sempat menyebutkan namamu jadinya aku ingat namamu.” Jelas Donghae.

”Hmm, Hyori.” kata Donghae. ”Ne ?” ucap Hyori. ”Maukah kau membantuku ?” tanya Donghae dengan tampang innocentnya. ”Tentu.” jawab Hyori seraya menganggukan kepalanya.

”Aku ingin tau siapa diriku sebenarnya.” sambung Donghae. ”Kau mau membantuku kan ?” kata Donghae. ”Tentu saja.” jawab Hyori semangat. ”Kau tau siapa saja yang ada di foto ini ?” tanya Donghae memperlihatkan foto yang dibawanya dari ruang inap.

”Oh, ini Lee Sangmi adik mu, ini Mr.Lee ayahmu dan ini Mrs.Lee ibu mu.” Jawab Hyori sambil menunjuk satu-persatu orang yang ada di foto yang di pegang oleh Donghae. “Lalu yang ini adalah dirimu.” Sambung Hyori menunjuk pada gambar Donghae yang ada di foto tersebut

”Oh, kemarin kau memanggilku dengan—“ belum sempat Donghae menyelesaikan kalimatnya Hyori langsung bicara. ”Donghae, namamu Lee Donghae.” kata Hyori.

”Donghae~” kata Donghae dengan nada pelan. Lalu Hyori dan Donghae pun bebincang sambil sesekali tertawa.

Dari kejauhan Kyuhyun dan Leeteuk memperhatikan Hyori dan Donghae, bagaimana tidak, baru kali ini Donghae ramah pada orang yang bekerja di rumah sakit apalagi pada seorang dokter baru seperti Hyori.

”Perkembangan yang sangat pesat.” kata Leeteuk. ”Ne hyung, sepertinya Hyori memang tepat memilih pasiennya.” kata Kyuhyun tersenyum.

::::::

Setelah kurang lebih satu setengah jam akhirnya Sangsun keluar dari kamarnya dan menghampiri Taemin yang sedang berbincang dengan Changmin kakaknya. “Tuh Sangsun keluar.” Kata Changmin.

“Kau lama sekali !” protes Taemin. ”Sudah jangan banyak bicara ! kkaja !” kata Sangsun. ”Oppa aku berangkat.” pamit Sangsun pada Changmin. ”Ne, hati-hatilah dijalan.” ucap Changmin.

Hyung, aku pergi dulu.” pamit Taemin. ”Ne, yaa ! Taemin ! jangan kau apa-apakan adikku !” canda Changmin. ”Tidak akan, tenang saja !” kata Taemin nyengir.

LEE TAEMIN ! PPALI !!!” teriak Sangsun yang sudah berada di halaman depan rumahnya. ”Ne!” kata Taemin langsung menyusul Sangsun. Melihatnya Changmin hanya bisa geleng-geleng kepala sambil tertawa.

***

Dengan mengendarai motor sport miliknya, akhirnya Taemin dan Sangsun sampai di Cheongdam-dong suatu tempat dimana terdapat banyak butik, salon mewah dang juga kafe yang elegan. Lalu Sangsun langsung menarik Taemin ke Bakdaegamne, salah satu restotang barbecue yang ada di sana. Lalu Sangsun segera memesan beberapa makanan andalan yang ada di rumah makan tersebut.

”Apa kau sudah gila ?! banyak sekali pesananmu ! memangnya kau sudah tidak makan berapa tahun ?!!” kata Taemin kesal karena makanan yang dipesan Sangsun cukup banyak. ”Cerewet sekali kau ! lebih baik kau diam saja ! mau ku pinjamkan buku catatan tidak ?!” kata Sangsun cuek.

Arasso!” kata Taemin singkat. Tidak lama kemudian makanan pesanan Sangsun tiba. ”Cepat makan !” kata Sangsun menyuruh Taemin makan makanan yang dipesannya, lalu Taemin dan Sangsun segera menghabiskan makanan tersebut. Setelah selesai makan, Taemin langsung mengeluarkan uang dua ratus ribu won dari dompetnya dan membayar semua makanan yang telah di pesan Sangsun sebelumnya.

”Ayo pulang.” kata Taemin menarik lengan Sangsun. ”Eh eh eh, tunggu ! aku belum mau pulang !” kata Sangsun melepaskan genggaman tangan Taemin. ”mau apa lagi ?” protes Taemin. ”Aku mau membeli tas, sepatu dan baju dulu !” kata Sangsun. ”ya ! kau mau membuat ku bangkrut ?” kata Taemin kesal.

”Suruh siapa kau berjanji akan memberikan apapun yang ku pinta !” balas Sangsun, akhirnya Taemin menuruti semua perkataan Sangsun demi meminjam buku catatan milik Sangsun. Lalu mereka menuju ke salah satu butik mewah yang ada di situ, dengan cepat Sangsun mengambil barang-barang yang ia inginkan dam memberikannya pada Taemin untuk segera di bayar di kasir. Sedangkan Sangsun menunggu Taemin di depan butik tersebut sambil tersenyum puas, ”Taemin babo ! mau saja ku suruh-suruh.” gumamnya dalam hati

”Semuanya delapan ratus ribu won.” ucap pegawai kasir tersebut, lalu Taemin segera mengeluarkan kartu kredit dari dompetnya. setelah membayar semuanya, Taemin langsung keluar dari butik menemui Sangsun.

”Apa lagi mau mu ?” kata Taemin kesal. ”Aniyo, aku mau pulang saja !” kata Sangsun, lalu Sangsun berjalan meninggalkan Taemin yang membawa beberapa kantong belanjaan milik Sangsun. Saat Sangsun akan sampai di tempat parkir motor tiba-tiba saja ada beberapa anak muda yang menggunakan skateboard mendorong Sangsun hingga Sangsun terjatuh. Melihat Sangsun terjatuh, Taemin segera berlari ke arah Sangsun.

”Apa kau baik-baik saja ?” tanya Taemin cemas sambil membantu Sangsun bangun. ”Ne, aku baik-baik saja.” jawab Sangsun. “Tapi lututmu kan berdarah.” Kata Taemin. ”Sudahlah, aku tidak apa-apa. Kita pulang saja.” kata Sangsun meyakinkan Taemin. ”Benar tidak apa-apa ?” kata Taemin. ”Iya, aku tidak apa-apa.” jawab Sangsun. Lalu Taemin segera mengantar Sangsun pulang. Setelah sampai dirumah, Sangsun langsung mengambil buku catatannya dan diberikan pada Taemin.

”Mau ku temani dulu tidak ? Changmin hyung tidak ada kan ?” tanya Taemin saat menerima buku catatan milik Sangsun. ”Tidak perlu, pulanglah aku akan baik-baik saja.” kata Sangsun.

”Yakin ?” goda Taemin. ”Iyaa, sudah sana pulanglah !” kata Sangsun. ”Ya sudah, kalau begitu aku pulang, annyeong.” pamit Taemin pada Sangsun lalu Taemin segera melajukan motor sport merah miliknya ke rumahnya yang tidak begitu jauh dari rumah Sangsun.

::::::::::

Kriiing..
Terdengar telepon ruang kerja Hyuna berbunyi. ”Ada apa ?” kata Hyuna mengangkat telepon dari sekretarisnya. ”Hyuna-ssi anda di tunggu Mr.Park di ruangannya.” Ucap sekretarisnya. “Sampaikan pada ayah, aku akan segera kesana.” kata Hyuna. ”Arasso.” kata sekretarisnya, lalu Hyuna menutup telepon tersebut dan segera menuju ruang kerja ayahnya.

***

”Ayah memanggilku ?” tanya Hyuna saat memasuki ruang kerja ayahnya.”Ne, kemarilah.” kata ayah Hyuna. ”Hyuna, sore ini ayah dan ibu harus pergi ke Hongkong untuk bertemu klien disana. Jika kau merasa kesepian pintalah sepupumu Hyori dan Leeteuk untuk menginap di rumah atau jika tidak kau saja yang menginap di rumah pamanmu.” sambung ayah Hyuna. ”Memangnya ayah sampai kapan di Hongkong ?” tanya Hyuna

”Entahlah, mungkin 2 minggu.” jawab ayah Hyuna. ”Jagalah dirimu baik-baik, oh iya besok ada meeting dengan klien baru kita Mr.Lee. ayah mempercayakan kelancaran meeteing besok pada mu.” sambungnya. ”Baiklah, serahkan saja semuanya pada ku !” kata Hyuna semangat. ”Jam 4 ayah dan ibu berangkat, jagalah dirimu baik-baik. Jika kau akan menginap di rumah pamanmu, jangan menyusahkannya.” goda ayah Hyuna.

”Ayah tenang saja aku tidak akan menbuat ulah.” jawab Hyuna. ”memangnya sekarang ayah mau kemana ?” sambung Hyuna.

”Sekarang ayah ada meeting bersama klien dari Jepang di luar kantor dan sepertinya sehabis meeting, ayah dan ibu akan langsung pergi ke Hongkong.” kata ayah Hyuna. ”Oh, kalau begitu ayah hati-hati di jalan dan kalau sudah sampai di Hongkong jangan lupa kabari aku.” kata Hyuna. ”Tentu, baiklah kau boleh kembali ke ruangan mu sekarang.” kata ayah Hyuna mempersilahkan Hyuna kembali ke ruangannya.

::::::::

“Hyori kau dimana ?” kata Leeteuk yang menelepon Hyori. ”Aku sedang di jalan, memangnya oppa sekarang dimana.” kata Hyori sambil fokus mengendalikan stir mobilnya.

”Aku di rumah.” kata Leeteuk. ”Tolong belikan susu dan roti nanti uangmu ku ganti.” sambungnya. ”Arasso, memanggnya dirumah sudah habis ?” kata Hyori.

Ne, tadi aku lupa tidak mampir ke supermarket.” kata Leeteuk. ”Baiklah aku akan belikan.” kata Hyori menutup telepon dari Leeteuk kakaknya. Lalu ia mampir ke sebuah supermarket yang terdapat tidak jauh dari tempatnya sekarang.

Ia segera mengambil roti dan susu pesanan kakaknya, lalu ia segera berjalan ke kasir untuk membayar susu dan roti tersebut. Setelah membayarnya Hyori pergi ke sebuah cafe yang tidak jauh dari situ. Ia memang sering ke cafe tersebut, saat ia akan memesan makanan kesukaannya ia bertemu dengan Eunhee.

Eonni.” sapa Hyori pada Eunhee. ”Hyori—” ucap Eunhee menoleh ke arah Hyori. ”Sedang apa kau disini ?” tanya Eunhee. ”Aku hanya mampir, rasanya sudah lama aku tidak kemari.” jawab Hyori. “Eonni sedirian ?” sambung Hyori.

Ne, aku sendiri.” jawab Eunhee tersenyum. ”Kau juga sendirian ?” sambungnya, lalu Hyori hanya mengangguk sambil tersenyum. ”Bagaimana kalau kita duduk dulu disana ?” ajak Eunhee sambil menunjuk salah satu meja dekat jendela cafe tersebut, lalu Eunhee dan Hyori pun duduk di meja tersebut.

”Bagaimana kabar eonni ?” tanya Hyori. ”Aku baik-baik saja, kau sendiri ?” kata Eunhee. ”Aku juga baik-baik saja.” jawab Hyori. ”Oh ya, eonni tidak bersama Minho oppa ?” goda Hyori. ”Ani~” kata Eunhee menggelengkan kepalanya dan sedikit murung.

Eonni—aku minta maaf sebelumnya, apa eonni benar-benar mencintai Minho oppa ?” tanya Hyori pelan. ”Hh, entahlah. Aku pun tidak tau dengan perasaan ku pada Minho.” kata Eunhee berkaca-kaca.

Eonni~ jangan menangis.” goda Hyori. ”Tenang saja aku tidak akan menangis disini.” jawab Eunhee tersenyum. ”Lalu, bagaimana dengan Leeteuk oppa ?” tanya Hyori.

”Neh sarangi suhsuhhi jookuh ganeun byung. Jogeum apeujiman natgo shippeun maeumeun ubneun gul. Namgim ubsshi giuki jiwuh jyuhbulyuh. Suhloga nami utdun shiganeulo dwidola gasuh. Ijen shwigo shippuh.” Tiba-tiba saja ponsel Eunhee berbunyi. “Yoboseyo. Ne aku akan segera pulang.” kata Eunhee berbicara dengan orang yang meneleponnya. ”Hyori, sepertinya aku harus pulang sekarang. Mianhae.” kata Eunhee pada Hyori.

”Ne, gwaenchana.” kata Hyori tersenyum. ”Kalau begitu, aku duluan. Oh ya, kau jangan pulang malam-malam. Nanti Mr.Park dan Leeteuk-ssi khawatir.” kata Eunhee tersenyum lalu Eunhee pergi meninggalkan Hyori. Hyori hanya bisa menatap sosok Eunhee yang berjalan menjauhinya. ”Apa sepertinya Eunhee eonni masih mencintai Leeteuk oppa ?” pikirnya.

:::::::

”Jaejoong oppa kemana ? katanya mau bertemu disini, tapi kenapa dia belum datang juga ?” gerutu Sangmi karena sudah lebih dari dua jam dia menunggu Jaejoong di restoran Jepang favorit mereka. ”Omoo! kemana orang itu !” kata Sangmi semakin kesal karena Jaejoong belum datang juga.

”Permisi, apakah anda Lee Sangmi ?” tanya seorang pelayan pada Sangmi. ”Ne, ada apa?” kata Sangmi. ”Apakah kekasih anda bernama Kim Jaejoong ?” tanya pelayan tersebut. ”Iya benar.” jawab Sangmi.

Mianhae, anda bisa ikut saya sebentar ?” kata pelayan tersebut. ”Memangnya ada apa ?” tanya Sangmi penasaran. ”Mianhae, saya tidak bisa memberi tau anda sekarang.” kata pelayan tersebut, lalu akhirnya Sangmi mengikuti pelayan tersebut ke bagian belakang restoran tersebut.

Di bagian belakang restoran tersebut terdapat seperti sebuah taman yang memang nyaman untuk bersantai. Pada saat Sangmi sampai tiba-tiba terdapat balon-balon berwarna merah beterbangan, dan terdapat banyak lilin disana. Dan alangkah terkejutnya Sangmi pada saat melihat Jaejoong menggunakan jas hitam sambil memegang satu buket bunga mawar merah berjalan menghampirinya.

Di sekelilingnya terdapat banyak bunga mawar putih yang sangat indah yang menjadikan suasananya menjadi sangat romantis. Semua pengunjung restoran itu pun menatap ke arah mereka berdua.

Mianhae sudah membuat mu menunggu lama.” kata Jaejoong. ”Gwaenchana.” jawab Sangmi pelan. ”Oppa, untuk apa semua ini ?” tanya Sangmi penasaran.

”Semua ini hanya untuk membuat orang yang sangat ku cintai bahagia.” jawab Jaejoong menatap Sangmi. ”Lee Sangmi, would you marry me ?” kata Jaejoong memberikan buket mawar merah tersebut pada Sangmi.

Sangmi amat terkejut, ia tidak bisa berbuat apa-apa. Ia sangat bahagia namun ia juga bingung harus berbuat apa. Ia malu dengan orang-orang yang kini menatap ke arahnya dan juga Jaejoong, bagaimana tidak, orang-orang sudah sangat mengetahui sosok Jaejoong. Kini ia menatap sekelilingnya, dan menatap Jaejoong. Ia melihat ekspresi wajah Jaejoong yang penuh harap.

:::::::

“Aku pulaang.” ucap Jira memasuki rumahnya. ”Oppa ? kau kenapa ? apa kau ada masalah ?” sambungnya melihat Heechul duduk di sofa ruang tamunya seperti orang yang sedang benyak masalah.

”Ah ani, tidak ada apa-apa.” kata Heechul. ”Ah ceritakan padaku !!” desak Jira yang sekarang duduk di samping Heechul sambil menggoyang-goyangkan tubuh Heechul.

”Aku bertemu lagi dengannya.” kata Heechul lirih. ”Mworago ?” Jira terkejut. ”oppa yakin itu dia ?” sambungnya, lalu Heechul hanya mengangguk pelan.

”Apa yang harus aku perbuat ?” kata Heechul memeluk Jira adiknya dan mulai meneteskan air matanya.

–To be continued…

One thought on “[FF] I Think I Love You part 4”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s