[FF] I Think I Love You part 5

Title: I Think I Love You

Author: fishyoriga
Rating : PG+15 / straight
Casts:
Super Junior, DBSK, SHINee and OC
Other Casts:
Super Junior, DBSK, SHINee
Genre:
Romance, Friendship, Family, AU, Angst
Length :
Chaptered
Part:
5 of ?

Disclaimer : The characters in this story is the character of their own with a bit of my imagination and this story is only a fiction. So don’t sue me.

A/N :

The main character in this story quite a lot and you can find it when reading this story.
You can find other cast when you read this story.
– Don’t forget to give your comment.

CLICK ON THE LINK TO READ THE PREVIOUS CHAPTER.
| Part 1 | Part 2 | Part 3 | Part 4 |

***

Kedatangannya telah merubah hidupku.
Hidupku yang gelap menjadi terang karena kehadirannya.
Apa mungkin aku mencintainya?

***

HEECHUL’S POV

Saat aku membutuhkannya ia menghilang begitu saja, ia pergi tanpa pamit, ia pergi tanpa memastikan hal yang sangat penting bagi ku.

Aku sangat mencintainya pada waktu itu, sangat mencintainya. Tapi mengapa ia tidak pernah menganggapku ? Kenapa ia selalu menghindari ku ? Kenapa ia tak pernah jujur padaku dan selalu menyembunyikan sesuatu dari ku ? Dan kenapa sekarang ia harus kembali kesini ? kenapa aku harus melihatnya lagi ? Kenapa harus sekarang ? Kenapa pada waktu dimana aku sudah mencintai orang lain ? Kenapa ?

HEECHUL’S POV END

“Oppa, ada apa ?” Tanya Chanhae khawatir melihat kekasihnya melamun dari tadi.

“Ah aniyo, tidak ada apa-apa.” kata Heechul tersenyum pada Chanhae. “Kalau memang tidak ada apa-apa cepat habiskan makanan oppa, aku tak ingin oppa sakit.” kata Chanhae.”Arasso.” kata Heechul mengucek-ngucek rambut Chanhae.

“Jeongmal mianhae chagi—batin Heechul.

:::::::

“Kau serius sudah melamar Sangmi ?!” kata Changmin tidak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar dari Jaejoong sahabatnya. “Aku serius.” Kata Jaejoong meyakinkan Changmin. “Kau yakin ingin menikahinya ?” tanya Changmin.

”Tentu saja !” kata Jaejoong mantap. ”Aku tidak mengerti dengan jalan pikiran mu !” kata Changmin. ”Lalu apa kata Sangmi ?” sambungnya. ”Dia belum memberikan jawaban.” jawab Jaejoong lesu.

”Kau tau, kau adalah seorang penyanyi yang populer sekarang. Bukannya aku melarang mu untuk menikahi Sangmi, tapi apa kau pernah berpikir apakah Sangmi bisa tahan dengan gosip-gosip para artis yang mungkin tidak mengenakan hati.” kata Changmin bijak. ”Aku yakin, sebentar lagi kabar mengenai kau melamar Sangmi akan diketahui semua orang.” sambungnya.

”Aku yakin pada Sangmi, aku percaya padanya karena aku sangat mencintainya.” jawab Jaejoong tegas.

:::::::

Noonaaaaaaaa ! aku pinjam laptop noona doong.” teriak Jinki tiba-tiba memasuki kamar Yoonmi. ”Ya ! kau ! masuk kamar orang sembarangan !” protes Yoonmi. ”Hehehe mianhae noona.” kata Jinki

”Ada apa ?” tanya Yoonmi kesal. ”Noona, aku pinjam laptop noona dong.” pinta Jinki. ”Memangnya ada apa dengan laptopmu ?” tanya Yoonmi sambil membereskan tasnya.

”Hmm, rusak hehe.” jawab Jinki santai. ”kau ini ! hobi sekali merusak barang pemberianku. Waktu kemarin iPod dan ponsel sekarang laptop.” protes Yoonmi.

”Ayolaah noona.” kata Jinki memelas. ”Aniyo !” kata Yoonmi cuek lalu keluar dari kamarnya dan berjalan menuruni tangga menuju lantai satu rumahnya sedangkan Jinki mengikutinya dari belakang sambil merengek meminjam laptop milik Yoonmi.

”Ada apa ? pagi-pagi sudah ribut.” Ucap Mrs.Choi saat melihat ponakan dan putrinya bertengkar.

“Bibi, noona tidak mau meminjamkan laptopnya padaku.” Kata Jinki mengadu pada Mrs.Choi. ”Yoonmi, pinjamkanlah laptopmu pada sepupumu ini. Kasian kan pagi-pagi sudah datang.” Ucap Mrs.Choi.

“Tapi ibu…” belum sempat Yoonmi menyelesaikan kalimatnya, Mrs.Choi langsung bicara. “Yoonmi, pinjamkanlah. Lagipula kau masih punya laptop yang satunya lagikan ?” kata Mrs.Choi.

Arasso.” Kata Yoonmi sedikit kesal. “Ya sudah ambil sana !” kata Yoonmi pada Jinki. Lalu Jinki segera mengambil laptop milik Yoonmi yang berada di meja kerja Yoonmi.

”Gomawo noona.” kata Jinki setelah mengambil laptop milik Yoonmi seraya mencium pipi kanan Yoonmi. ”Jinkiiiii~ !” kata Yoonmi kesal seraya mengusap pipi kanannya yang baru saja dicium Jinki. Sedangkan Jinki sendiri segera berlari pulang kerumahnya yang tidak jauh dari rumah Yoonmi saat menyadari Yoonmi sudah sangat kesal terhadap dirinya. ”Bibi aku pulang yaaa.” kata Jinki menoleh ke arah Mrs.Choi dan Yoonmi sambil berlari.

”Ne, hati-hatilah.” kata Mrs.Choi. ”Sudahlah Yoonmi.” sambungnya saat melihat putrinya masih kesal. ”Anak itu !” gerutu Yoonmi. ”Bukankah kau hari ini ada meeting ?” tanya Mrs.Choi. ”Omoo ! aku hampir lupa !” kata Yoonmi. ”Aku berangkat ya.” pamit Yoonmi mencium kedua pipi Mrs.Choi. ”Ne, hati-hatilah di jalan.” kata Mrs.Choi. Lalu Yoonmi segera berangkat menuju kantornya karena hari ini ia ada meeting.

:::::::::

”Hyuna… ireona !” kata Hyori membagunkan Hyuna yang masih tertidur.

”Aaaah, aku masih mengantuk !” kata Hyuna setengah sadar. ”Ayolaah Hyunaa…” kata Hyori menarik Hyuna sampai duduk berusaha membangunkan Hyuna.

”Ku mohon Hyorii.. aku masih mengantuk.” bujuk Hyuna kembali berbaring di tempat tidurnya. ”Ya sudah, tapi jangan salahkan aku jika ayah mu marah gara-gara kau tidak meeting bersama klien barumu Mr.Lee.” kata Hyori.

“Omooooo ! jam berapa sekarang ?” kata Hyuna langsung terbangun. ”Tuh, jam 8.30” jawab Hyori sambil menunjuk ke arah jam digital yang terletak di meja kecil di sebelah tempat tidur Hyuna.

”Bagaimana ini ?! mana mobilku lagi di bengkel !” kata Hyuna mondar-mandir tidak karuan. “Lebih baik kau sekarang mandi dan berpakaian, aku akan mengantarmu ke kantor.” kata Hyori.

Jinca ?” kata Hyuna penuh harap, lalu Hyori menganggukan kepalanya dan berkata ”cepat mandi sana !”

”Iya iya aku mandi sekarang.” kata Hyuna berlari kecil menuju kamar mandinya. Sedangkan Hyori menyiapkan sarapan untuk Hyuna, Hyori dan Hyuna memang sangat dekat dan seperti kakak adik.

Mungkin karena Hyuna adalah anak tunggal dan Hyori yang sebenarnya adalah seorang kakak namun adiknya dikabarkan telah meninggal karena kecelakaan mobil. Dan lagi pula selisih umur Hyori dan Hyuna tidak begitu jauh sehingga mereka bisa saling berbagi satu sama lain.

::::::::

”Lalu, bagaimana dengan Leeteuk oppa ?”

Kata-kata itu masih terngiang di telinga Eunhee. Ia ingin menjawab pertanyaan itu, namun entah mengapa ia jadi teringat kejadian beberapa bulan yang lalu. Saat dimana ia dan Leeteuk mengakhirinya. Ia kini terdiam duduk di kabin kamarnya, duduk di ayunannya menatap pemandangan pagi kota Seoul.

”Kau kenapa Eunhee ?” tanya Yesung saat melihat adiknya terdiam duduk di ayunannya yang membuat Eunhee terkejut menoleh ke arah Yesung yang kini ada di ambang pintu kamarnya. ”Gwaenchana oppa.” jawab Eunhee.

”Apa kau baik-baik saja ?” tanya Yesung menghampiri Eunhee. ”Ne, aku baik-baik saja.” kata Eunhee.

”Ceritakanlah pada ku.” kata Yesung menatap Eunhee, lalu tiba-tiba Eunhee memeluk Yesung yang kini ada di hadapannya dan meneteskan air matanya. ”Hari ini sebaiknya kau tidak ke kantor dulu. Tenangkanlah dulu pikiran mu, jika sudah tenang baru kau ke kantor lagi.” kata Yesung menenangkan adik tersayangnya sambil membelai rambut Eunhee.

::::::::

”Hyuna~ kau kemana saja ?! lama sekali !” kata Yoonmi panik saat melihat Hyuna baru datang ke kantornya. ”Mianhae Yoonmi, tadi aku bangun kesiangan.” kata Hyuna. ”Oh ya perkenalkan, ini sepupuku Hyori.” sambung Hyuna memperkenalkan Hyori pada Yoonmi.

Annyeonghaseyo, naneun Park Hyori imnida.” kata Hyori ramah. ”Annyeonghaseyo, naneun Choi Yoonmi imnida.” balas Yoonmi tersenyum. ”Permisi, Hyuna-ssi, Mr.Lee sudah menunggu di ruang meeting.” ucap sekretaris Hyuna menghampiri Hyuna, Hyori dan Yoonmi.

Ne, aku akan segera kesana.” kata Hyuna. ”Gomawo Hyori sudah mengantarku, aku masuk ya.” kata Hyuna sambil memeluk Hyori. ”Ya sudah masuklah, jangan sampai klien mu menunggu terlalu lama.” kata Hyori. Lalu Hyuna dan Yoonmi berjalan menuju ruang meeting dan meninggalkan Hyori, sedangkan Hyori sendiri kembali masuk ke dalam mobilnya dan melajukan mobilnya menuju cafe favoritnya.

:::::::

“Temin-ah !” panggil Jinki saat Taemin memasuki lingkungan kampus mereka. ”Ada apa dengan mu ? seperti orang yang kehilangan semangat hidup.” sambung Jinki. ”Kemarin noona itu tidak ke pemakaman.” kata Taemin.

”Kau menyukai noona itu ?” tanya Jinki tidak percaya. ”Bukan begitu ! Noona itu mirip sekali dengan—” Taemin menghentikan perkataannya. ”Mianhae~” kata Jinki menatap sahabatnya terdiam.

Lalu tiba-tiba Taemin menepak kepala sahabatnya ini dan berkata ” Jinki-ya! jangan memasang tampang jelekmu ! membuatku malu saja !” kata Taemin menyeringai.

”Ya ! aku ini sedang bersimpati pada mu !” protes Jinki. ”Hehehe, ya sudahlah aku lapar. Kau traktir aku yaa.” pinta Taemin. ”Enak saja !” kata Jinki menolak. “Ayolaah, aku baru dibuat miskin.” kata Taemin memelas.

”Sibuat miskin ? sama siapa ?” tanya Jinki sambil menahan tawanya. ”Sangsun…” kata Taemin memanyunkan bibirnya. ”Hahahahaha ! ya sudah, ayo !” kata Jinki yang akhirnya mau mentraktir Taemin. Lalu mereka berdua berjalan menuju kantin yang terdapat di kampus mereka.

Lee Jinki adalah salah satu sahabat Taemin, Jinki juga dekat dengan Sangsun. Jinki juga merupakan sepupu Yoonmi dan Siwon.

::::::::::

Kini ia duduk di salah satu bangku yang ada di café favoritnya, dihadapannya ada segelas Frozen Cappucino kesukaannya. Ia terus memikirkan kejadian tadi malam, saat ia menemukan berkas yang seharusnya tidak ia temukan.

*FLASH BACK*

“Hyorii, enaknya kita masak apa ya ?” tanya Hyuna tiduran di ruang tv sambil memakan cemilan kesukaannya. ”Hmmm, entahlah. Menurutmu ?” kata Hyori yang sedang duduk di sofa ruang tv sambil membaca majalah kesukaannya bertanya balik pada Hyuna.

“Ah, aku tau ! bagaimana kalau kita masak masakan kreasi ibu ku ?” kata Hyuna. ”Ide yang bagus !” kata Hyori menyetujui usul Hyuna. ”Kalau begitu, aku akan siapkan alat masak dan kau tolong ambilkan buku resep ibu yang ada di laci kamar ibu.” Sambung Hyuna bangkit dan berdiri sambil tetap memegang toples yang berisi cemilan favoritnya.

“Kau sajalah yang ambil, aku tidak enak.” tolak Hyori. “Tenanglah, tidak apa-apa kok, kau kan merupakan bagian dari keluarga ini” kata Hyuna. ”Ya sudah baiklah.” Kata Hyori berjalan menuju kamar ibu Hyuna lalu mencari buku resep yang di inginkan.

Saat Hyori akan mengambil buku resep tersebut, ia tidak sengaja menjatuhkan isi dari amplop cokelat yang ia pegang saat mencari buku resep tersebut. Seketika ia terkejut, ia tidak sengaja melihat berkas-berkas tersebut. Di bagian atas salah satu berkas tersebut tertera, surat keterangan untuk mengadopsi anak. ”Setau ku, Hyuna adalah putri tunggal,” pikirnya.

”HYORII~” teriak Hyuna dari dapur membuat Hyori tersadar dari lamunan singkatnya. ”Ne ?” kata Hyori. ”Cepatlah aku sudah lapar,” kata Hyuna. ”Iya iya,” kata Hyori segera membereskan kembali berkas tersebut lalu mengambil buku resep yang di inginkan dan segera keluar dari kamar ibu Hyuna, dan berjalan ke dapur menghampiri Hyuna.

*FLASH BACK END*

”Hyorii…” panggil seorang lelaki, lalu Hyori menoleh ke kanan dan ternyata yang memanggilnya itu adalah Eunhyuk. ”Hyukjae..” kata Hyori.

”Waah kebetulan sekali kita bertemu disini,” kata Eunhyuk yang kini duduk di hadapan Hyori dan Hyori hanya tersenyum. ”Kau tidak ke kantor ?” tanya Hyori.

”Aniyo,” kata Eunhyuk menggelengkan kepalanya. ”Waeyo ?” tanya Hyori penasaran. ”Hari ini aku sedang ingin jalan-jalan.” kata Eunhyuk tersenyum. ”Hyori… buatkan aku gimbab lagi doong !” pinta Eunhyuk menyeringai.

”Kapan-kapan mainlah ke rumahku, akan ku buatkan gimbab untuk mu, arasso ?” kata Hyori tersenyum, lalu Eunhyuk langsung mengangguk mantap. “Kau bawa kendaraan ?” tanya Eunhyuk.

Ne,” jawab Hyori seraya menganggukan kepalanya. ”Yaah, padahal aku ingin mengajakmu jalan-jalan.” keluh Eunhyuk. ”Lain kali saja, lagi pula sehabis dari sini aku juga mau ke rumah sakit dulu,” kata Hyori.

“Sorry baby sorry baby neoman neoreul saranghaeseo mianhae, cheongmal mianhae. Shawty baby shawty baby geudaemaneul barabwaseo mianhae, cheongmal eojjeol suga eobtna bwa,” tiba-tiba ponsel Eunhyuk berbunyi. “Yoboseyo.. arasso..” kata Eunhyuk berbicara dengan orang yang meneleponnya tadi.

“Hyori mianhae, aku harus segera membantu Hyura mendekorasi butik barunya.” Kata Eunhyuk. “Hyura buka butik ?” Tanya Hyori antusias. “Ne, oh iya ini undangan untuk mu.” Kata Eunhyuk sambil menyerahkan undangan berwarna biru safir pada Hyori.

Gomawo,” kata Hyori. “Kau harus datang ya ! jangan sampai kau tidak datang, jika kau tidak datang kau akan menyesal !” ancam Eunhyuk. “Aku pasti datang, tenang saja.” Kata Hyori tersenyum.

::::::::

Annyeoooong,” kata Sangsun terlihat sangat bahagia menghampiri Taemin dan Jinki yang sedang makan di kantin. “Annyeong.” Jawab Temin dan Jinki datar. “Kau kenapa senyum-senyum ?” Tanya Jinki. “Aku habis bertemu dengan pangeran yang sangat TAMPAN !” kata Sangsun menyeringai.

”Terima kasih.” sambung Taemin. “Bukan kau !” kata Sangsun sinis. “Memangnya kau habis bertemu siapa ? Onew SHINee ?” kata Jinki. “Bukaaaan ! aku habis bertemu dengan Yunho sunbae.” Kata Sangsun menutup mukanya dengan kedua telapak tangannya.

“Cuma seorang Yunho,” kata Taemin sinis. ”Cuma ? dia itu tidak pantas di bilang Cuma kecuali kau, kalau kau pantas-pantas saja dibilang Cuma.” Balas Sangsun tak kalah sinis. “Memang Cuma kok ! lagi pula apa istimewanya orng itu ?!” kata Taemin. “Dia itu sangat istimewa tau !” kata Sangsun.

Karena pusing melihat kedua temannya bertengkar tidak jelas Jinki pun berkata , “YA ! kalian berdua ! sudahlah ! seperti anak kecil saja !” ucapnya lalu berdiri dan meninggalkan Taemin dan Sangsun.

“Jinki-ya! mau kemana ?” kata Taemin, lalu Jinki menghentikan langkahnya dan menoleh ke belakang “Kemana saja, yang penting tidak melihat kalian bertengkar.” Kata Jinki datar dan melanjutkan kembali langkahnya.

“Aku ikuut !” teriak Taemin berlari menyusul Jinki. ”YA ! kalian !” teriak Sangsun kesal. Melihat Sangsun yang sedang kesal Taemin pum memeletkan lidahnya dan tertawa.

::::::::::

“Terima kasih atas kerja samanya.” Kata Hyuna menjabat tangan Mr.Lee. ”Sama-sama, rapat kali ini berjalan dengan sangat sukses.” ucap Mr.Lee. ”Kalau begitu saya permisi.” pamit Mr.Lee tersenyum, lalu Mr.Lee pergi meninggalkan Hyuna.

Lalu tiba-tiba Key datang menghampiri Hyuna, ”Kerja yang sangat bagus Hyuna-ssi.” ucap Key tersenyum. ”Gomawo.” jawab Hyuna. ”Mau makan siang bersama ku ?” ajak Key. “Hmm, boleh,” jawab Hyuna. lalu mereka pun segera pergi menuju restoran Prancis yang terletak tidak jauh dari kantor.

***

”Mau pesan apa ?” tanya Key. ”Terserah kau saja.” jawab Hyuna santai menikmati suasana romantis yang terdapat di restoran tersebut. Lalu Key segera memesan makanan andalan restorn tersebut, tidak lama kemuadian makanan tersebut datang. ”Sepertinya Hyuna menikmatinya.” pikir Key sambil memperhatikan Hyuna.

”Kau tidak makan ?” tanya Hyuna menyadarkan Key dari lamunan singkatnya. “Ah, ne.” kata Key yang wajahnya mulai memerah. Ada apa dengan dengan orang ini ?’—pikir Hyuna.

”Hyuna-ssi.” ucap Key. ”Ne ?” kata Hyu Na meminum minumannya. ”Saranghaeyo~” ucap Key, tiba-tiba saja Hyuna terkejut dan menyemburkan air yang ada di mulutnya ke wajah Key.

Mi-mianhae.” kata Hyuna mengambil beberapa tissue dan mengelap wajah Key yang basah. ”Gwaenchana.” jawab Key malu dan mukanya semakin merah karena malu.

”Ka-kau serius ?” tanya Hyuna ragu dengan apa yang baru saja ia dengar. ”Ne, aku serius,” jawab Key. ”Tapi kau tidak harus menjawabnya sekarang.” kata Key.

Aaah !!!! aku harus bagaimana ?!!!’—gumam Hyuna dalam hati. “Pyuhngsaeng gyuhte isseulge, I do… Nuhl saranghaneun guhl, I do…” tiba-tiba ponsel Hyuna berbunyi, ternyata itu adalah pesan dari Hyori.

1 new message

From : Hyori

Hyuna, hari ini giliran kau yang menginap di rumahku. Jadi, pulanng kantor kau langsung pulang ke rumah ku saja, arasso ?

“Ah, kau penyelamat ku Hyori.” Gumam Hyuna dalam hati dan langsung mengetik pesan balasan untuk Hyori.

To : Hyori

Arasso, sebentar lagi aku pulang. Oh ya, nanti buatkan aku gimbab buatan mu ya hehehe😛

”Key, sepertinya aku harus pulang sekarang.” kata Hyuna. ”mianhae.” sambungnya. “Gwaenchana.” jawab Key. “Aku permisi.” Kata Hyuna langsung pergi meninggalkan Key yang masih duduk menatap ke arahnya.

:::::::::::

Annyeong,” kata Hyori memasuki ruang inap Donghae dan ternyata di ruang inap Donghae sudah ada Sangmi. “Annyeong,” jawab Donghae dan Sangmi. “Bagaimana keadaan mu hari ini ?” tanya Hyori.

“Baik,” jawab Donghae seraya memamerkan senyuman childishnya. “Syukurlah, kau pasti Sangmi.” Kata Hyori. “Ne,” kata Sangmi tersenyum. ”Kata para perawat, hari ini kau libur.” kata Donghae.

Ne, tapi aku bosan jika terus-terusan beada di rumah.” jawab Hyori. ”Oppa, karena dokternya sudah ada, aku pergi dulu ya.” kata Sangmi. ”Kau mau kemana ?” tanya Donghae.

”Aku mau ke rumah Hyura, baik-baiklah oppa di sini.” kata Sangmi. ”Ya sudah, kalau begitu hati-hati di jalan.” kata Donghae. ”Ne, annyeong.” kata Sangmi meninggalkan rumah sakit. ”Annyeong,” jawab Hyori dan Donghae bersamaan.

”Hmm, bagaimana kalau kita jalan-jalan ?” ajak Hyori. ”Ayo!” kata Donghae antusias. ”Tapi, aku ingin jalan-jalan keluar rumah sakit. Rasanya bosan sekali jika terus-terusan berada di sini.” sambung Donghae menatap Hyori dengan tampang innocentnya.

”Sekarang kau ganti baju.” kata Hyori keluar dari ruang inap Donghae. Sedangkan Donghae sendiri segera berganti pakaian sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Hyori.

:::::::::::

Oppa ! bunganya jangan di taruh di situ !” kata Hyura. ”Lalu dimana ?” tanya Eunhyuk dengan tampang tak berdosa sambil membawa sebuah vas bunga yang berisi mawar putih. ”Disana saja,” jawab Hyura menunjuk ke arah yang berlawanan.

Annyeong,” kata seorang lelaki keluar dari Audi-nya menghampiri Hyura dan Eunhyuk. ”Annyeong,” jawab Eunhyuk dan Hyura berbarengan. ”Waah, aku tertolong,” ceplos Eunhyuk.

”Bagaimana kabarmu ?” sambungnya. ”Aku baik-baik saja hyung.” jawab Siwon. ”Oppa, kenapa tidak mengabari ku dulu jika mau kesini ?” protes Hyura. ”Hyura, dia ini calon tunangan mu bahkan calon suami mu ! memangnya tidak boleh menemui orang yang di cintai ?” sambung Eunhyuk.

Oppa, aku tidak bertanya padamu ! tapi aku bertanya pada Siwon oppa, apa oppa mengerti ?!” kata Hyura dengan nada sedikit kesal. ”Hehehe, arasso kalau begitu aku ke belakang dulu. Siwon-ssi, tolong selesaikan pekerjaan ku yaa.” kata Eunhyuk tersenyum memamerkan gigusnya.

Oppaa~” kata Hyura kesal seraya melempar Eunhyuk dengan spons basah yang tadinya akan digunakan untuk merangkai bunga. Dengan sigap, Eunhyuk langsung menghindar ”Ga kenaaa !” ucapnya lalu berlari kedalam butik Hyura. Melihatnya Siwon hanya tertawa geli.

”Jangan tertawakan aku !” protes Hyura cemberut. ”Mianhae,” kata Siwon yang mulai berhenti tertawa. ”Ada apa oppa kemari ?” tanya Hyura. ”Kangen,” jawab Siwon singkat seraya tersenyum pada Hyura.

”Besok lusa kan kita ketemu untuk peresmian butik ku,” kata Hyura. ”Ah kelamaan,” kata Siwon. ”Jalan-jalan yuk !” ajak Siwon, lalu Hyura menatap Siwon heran. ”Tumben sekali oppa bersikap seperti ini,” pikir Hyura.

:::::::::::

Setelah berganti pakaian, Donghae segera keluar dari ruang inapnya dan menghampiri Hyori yang sedang menunggunya di luar. ”Sudah selesai ?” tanya Hyori lalu Donghae mengangguk mantap seraya memamerkan senyuman childish-nya.

Lalu Hyori memakaikan topi pada Donghae dan penutup kepala yang terdapat di jaket yang Donghae kenakan. ”Para pasien di rumah sakit ini tidak di izinkan keluar dari rumah sakit, jadi jangan sampai kau ketauan.” kata Hyori.

Arasso,” kata Donghae semangat. Lalu Hyori menarik lengan Donghae keluar dari rumah sakit, namun saat akan menuju tempat parkir tiba-tiba Leeteuk kakak Hyori memanggilnya.

O-o-oppa” kata Hyori terkejut dengan sedikit terbata-bata sedangkan Donghae sendiri terus menundukan kepalanya agar tidak ketauan oleh Leeteuk. ”Kau dengan siapa ?” tanya Leeteuk penasaran menghampiri Hyori dan Donghae.

”I-ini… ini… temanku oppa,” jawab Hyori semakin gugup. ”Ah, siapa namamu ? sepertinya aku belum mengenalmu.” tanya Leeteuk. ”Eunhyukie,” kata Hyori tiba-tiba. ”Oppa ingatkan teman SMA ku dulu yang sering main kerumah,” sambungnya.

”Aah, aku ingat,” kata Leeteuk. ”Lalu kalian mau kemana ?” tanya Leeteuk. ”Eunhyukie sedang sakit, jadi aku mau mengentarnya pulang,” jawab Hyori. ”Ya sudah kalau begitu ayah pulang duluan, jangan pulang malam-malam !” kata Leeteuk. ”Ne, hati-hati dijalan.” kata Hyori lega.

Hampir saja,’—batinnya. Lalu Hyori dan Donghae segera menaiki mobil Hyori. Dan mereka segera meninggalkan rumah sakit.

***

Mereka berdua jalan-jalan mengelilingi kota Seoul, mulai dari Hongdae Area yang sangat terkenal di kalangan anak muda Seoul sebagai The Art Area. Lalu mereka menuju ke Cheongdam-dong. Di Cheongdam-dong mereka menyempatkan diri untuk mampir di beberapa butik terkenal disana.

”Hyorii,” panggil Donghae saat Hyori sedang melihat beberapa jam tangan yang ada di butik tersebut. Saat menoleh ke arah Donghae, Hyori langsung tertawa terbahak-bahak saat melihat Donghae mengenakan pakaian ala Cowboy.

”Apa-apaan kau ?” tanya Hyori yang terus tertawa. Dengan cepat Hyori memilihkan pakaian untuk Donghae. ”Cepat sekali.” kata Donghae polos. ”Sudah, pakai saja.” kata Hyori,lalu Donghae segera menuruti apa yang dikatakan oleh Hyori. Tidak lama kemudian Donghae keluar dari kamar pass mengenakan t-shirt berwarna krem dengan blazer abu-abu, celana jeans hitam dan sneakers putih.

”Bagaimana ?” tanya Donghae menyadarkan Hyori dari lamunan singkatnya. ”Bagus,” jawab Hyori tersenyum. Setelah membayar belanjaan, mereka pergi ke sebuah restoran yang ada di sana. Mereka memesan beberapa makanan, kebetulan saat itu ada live music. Tiba-tiba Donghae naik keatas panggung dan menyanyikan sebuah lagu yang berjudul ’Beautiful’ yang membuat seluruh pengunjung restoran tersebut terkagum-kagum termasuk Hyori sendiri. ‘Indah,—batin Hyori dalam hati.

Setelah selesai bernyanyi sang M.C kembali naik ke atas panggung dan bertanya pada Donghae, ”Waah, apakah lagu tadi untuk seseorang ?” tanyanya. ”Ne, lagu tadi untuk seorang gadis yang sedang duduk di sebelah sana.” jawab Donghae menunjuk ke arah Hyori.

Seketika seluruh mata menatap Hyori dengan tatapan kagum yang membuat Hyori malu. ‘Apa yang dia lakukan?!—batin Hyori sambil menundukan kepalanya, menyadari jika wajahnya sudah mulai memerah. ”Apakah ia kekasihmu ?” tanya M.C itu lagi.

Ne, dia cantik kan ?” kata Donghae polos dengan memamerkan senyuman childish-nya. Seketika seluruh pengunjung langsung bersorak dan bertepuk tangan dan membuar Hyori semakin malu. Omooo ! sungguh memalukan!—batin Hyori.

Kamssahamnida, anda boleh kembali duduk lagi.” kata M.C tersebut mempersilahkan Donghae kembali ke tempat duduknya. ”Kau ini !” protes Hyori, namun Donghae hanya menyeringai melihat Hyori.

Hari semakin sore, lalu mereka segera pergi ke Namsan Seoul Tower. Mereka melihat pemandangan kota Seoul yang membuat mereka berdecak kagum. Apalagi Hyori yang sudah 7 tahun meninggalkan Seoul. ”Indah sekali,” kata Hyori. ”Sangat indah,” balas Donghae.

Karena sudah lelah mengelilingi kota Seoul, kini mereka bersantai di pinggir sungai Han sambil menikmati es krim yang baru saja mereka beli. ”Hyori-ssi, gomawo atas semuanya.” kata Donghae. ”Cheonmaneyo, tapi ini semua berkat dirimu juga.” jawab Hyori lembut.

”Jika kau sudah mempunyai kemauan untuk sembuh dan lebih baik dari sekarang, aku yakin kau pasti akan berhasil mengingat seluruh teman-teman mu, saudara mu dan—ke-keluarga mu,” sambung Hyori menundukan kepalanya, tak terasa air matanya kini menetes membasahi kedua pipinya. Ia tak berani mengangkat wajahnya, apalagi sekarang ia sedang menangis.

”Hyorii, kau menangis ?” tanya Donghae khawatir. ”Waeyo ? ceritakanlah segala keluh kesah mu pada ku.” sambung Donghae menghadap Hyori dan memengang kedua bahu Hyori lalu mengangkat wajah Hyori. ”Aku—aku—kangen ibu,” jawab Hyori lirih.

”Memangnya ibu mu ada dimana ?” tanya Donghae dengan tampang innocentnya. ”Sudah tiada.” jawab Hyori tersenyum kering, seketika Donghae merasa tidak enak hati ”mianhae Hyori,” kata Donghae. ”Gwaenchana,” jawab Hyori tersenyum—senyum yang dipaksakan.

”Hyorii, aku tak bermaksud untuk—” belum sempat Donghae menyelesaikan kalimatnya Hyori langsung bicara “Ibu meninggal saat aku masih SMA,” kata Hyori.

”Ia meninggal kerana mengidap penyakit alzheimer, walaupun perlahan tapi sangat menyakitkan jika kita dilupakan oleh orang yang amat kita sayangi apalagi orang yang melupakan kita adalah ibu kita sendiri.” kata Hyori mulai bercerita.

”Saat itu aku baru pulang dari rumah nenek ku di Mokpo bersapa Leeteuk oppa, sesampainya dirumah. Aku heran dengan tingkah laku ibu, seakan-akan ia lupa dengan anaknya sendiri. Aku ingat sekali, saat aku kembali dari Mokpo, ibu berkata ’maaf, kalian mencari siapa ?’. hh, sangat menyakitkan.” sambungnya.

”Hyorii, aku permisi,” kata Donghae tiba-tiba berjalan meninggalkan Hyori sambil memegangi kepalanya. ”Donghae-ssi, kau mau kemana ?” tanya Hyori khawatir, lalu Donghae menoleh ke arah Hyori tersenyum dan menggelengkan kepalanya. Dan ia melanjutkan lagi langkahnya sambil  memengangi kepalanya seperti yang kesakitan.

DONGHAE’S POV

Argh ! ada apa ini ?! Mengapa kepalaku sakit sekali tiap kali mendengar kata Mokpo ? Aku sudah tidak tahan ! Aku memegang kepalaku yang sudah sangat sakit ini, aku ingin pergi dari sini ! Tapi yang benar saja, masa aku meninggalkan Hyori sendiri disini ? Tapi aku benar-benar sudah tidak tahan ! Rasanya sakit sekali, amat sakit !

” Hyorii, aku permisi,” ucap ku. Tanpa mendengar jawaban dari Hyori akhirnya aku memutuskan untuk menjauh sementara. ”Donghae-ssi, kau mau kemana ?” tanya Hyori pada ku dengan nada suara khawatir. Akupun hanya menoleh dan tersenyum padanya. Aku dapat melihat wajahnya yang khawatir. Mianhae Hyori. Lalu aku pun berjalan kembali, namun entah mengapa kepalaku terasa semakin sakit. Dan tiba-tiba saja semuah gelap, semua berubah menjadi warna hitam.

DONGHAE’S POV END

Hyori merasa tidak enak, apalagi saat meliahat wajah Donghae mulai pucat saat menoleh ke arahnya. Benar saja, baru beberapa melangkah tiba-tiba saja Donghae terjatuh. Melihat Donghae terjatuh Hyori langsung berlari menghampiri Donghae yang sudah pingsan.

”Donghae-ssi,” kata Hyori panik, bagaimana tidak saat melihat Donghae terkapar seperti itu. Hyori sempat bingung harus melakukan apa namun ia mencoba tenang agar dapat berpikir dengan jernih dan menolong Donghae.

”Hyorii, kau harus tenang ~” ucapnya mencoba menenangkan diri. Lalu Hyori segera mengambil ponselnya dari saku celananya. Ia membuka daftar telepon di poselnya, ”Ah ani ani, jangan Leeteuk oppa.” gumamnya saat akan menghubungi Leeteuk. ”Ah aku tau,” ucapnya seraya mencari kembali nama orang yang akan ia hubungi untuk membantunya.

::::::::::::

”Ayah~” ucap Yoonmi saat memasuki ruang inap Mr.Choi. ”Eh, ternyata ada kau,” sambungnya saat melihat Kyuhyun yang sedang asik berbincang dengan Mr.Choi. ”Kalian sudah saling mengenal ?” tanya Mr.Choi yang beberapa jam yang lalu tersadar dari koma.

Ne,” jawab Yoonmi tersipu. ”Kalau begitu saya permisi dulu.” ucap Kyuhyun beranjak dari kursi yang terdapat di samping tempat tidur Mr.Choi. ”Ah ne, kamssahamnida sudah menemani saya.” ucap Mr.Choi.

Cheonmaneyo,” jawab Kyuhyun tersenyum dan lalu keluar dari ruang inap Mr.Choi. ”Hmm, ayah aku keluar dulu ya,” kata Yoonmi tiba-tiba lalu berlari keluar dari ruang inap Mr.Choi.

”Kyuhyun-ssi,” pangil Yoonmi menghampiri Kyuhyun yang berada tidak terlalu jauh di depannya. ”Ne ?” tanya Kyuhyun tersenyum manis sambil membalikan tubuhnya. ”Ah gomawo.” kata Yoonmi.

”Untuk ?” tanya Kyuhyun heran. ”Kau telah membantuku,” jawab Yoonmi. ”Cheonmaneyo.” kata Kyuhyun yang lagi-lagi memamerkan senyuman manisnya di hadapan Yoonmi. Lalu keduanya terdiam, namun tiba-tiba Kyuhyun menarik lengan Yoonmi dan berjalan ke taman.

”Yoonmi-ssi, apa kau percaya dengan cinta pada pandangan pertama ?” tanya Kyuhyun tiba-tiba yang kini duduk di samping Yoonmi dan membuat Yoonmi terkejut dengan pertanyaan Kyuhyun.

”Kalau menurutku, tidak semua orang mengalami cinta pada pandangan pertama. Karena cinta pada pandangan pertama itu sangat unik, dapat membut mu gila memikirkan orang yang kau cintai tapi menurutku itu sangatlah indah dan aku percay itu,” jawab Yoonmi panjang lebar.

”Memangnya kau sedang jatuh cinta yaa ?” goda Yoonmi. Kyuhyun hanya tersenyum dan tersipu, ”Ne, aku sedang jatuh cinta pada wanita yang baru ku temui beberapa hari yang lalu.” ucapnya menatap Yoonmi dalam.

Deg! Yoonmi dapat merasakan jantungnya yang berdegup lebih kencang. Apa yang terjadi? Mengapa ia seperti ini ketika melihat senyuman Kyuhyun tadi?

“Permisi dokter Cho, ada yang mencari anda.” Ucap salah seorang perawat yang tiba-tiba menghampiri Kyuhyun dan Yoonmi. “Siapa ?” tanya Kyuhyun. “Mr. Cho dan Mrs.Cho.” jawab perawat tersebut. “Sekarang mereka ada dimana ?” tanya Kyuhyun. “Ada di ruangan anda.” Jawab perawat tersebut. “Baiklah, saya akan segera ke sana.” Jawab Kyuhyun malas. “Yoonmi, aku permisi,” sambung Kyuhyun dengan nada menyesal. “Ne,” balas Yoonmi.

:::::::::::

Jira melangkahkan kakinya menuju supermarket terdekat dengan rumahnya sepulang dari kantornya. Ia membeli beberapa keperluan bulanan seperti baham makanan. Setelah membayar belanjaannya, Jira segera keluar dari supermarket tersebut. Namun ia tidak sengaja menubruk seorang wanita. “Mianhae,” ucap Jira membungkukkan tubuhnya. “Gwaenchana,” kata wanita tersebut. Betapa terkejutnya Jira saat melihat wanita yang baru saja ia tubruk.

“Yuri-ssi ?” kata Jira pada wanita tersebut. Wanita tersebut menatap Jira heran karena ia sama sekali tidak mengenal Jira namun tiba-tiba Jira menyebut dirinya dengan nama ’Yuri’.

Mianhae, saya bukan Yuri,” kata wanita tersebut. ”Ah mianhae, saya kira anda teman saya.” kata Jira malu. Lalu wanita tersebut hanya tersenyum ”Ah, saya permisi.” sambung wanita tersebut lalu berjalan meninggalkan Jira yang masih menatapnya tidak percaya.

::::::::::

”Yoboseyo… mwo ? … Donghae ? … Kau dimana sekarang ? … Arasso, tunggu aku disana.” kata Eunhyuk menutup teleponnya. Ia segera berlari mengambil kunci mobilnya. ”Eunhyukie ! mau kemana ?” tanya ibunya saat Eunhyuk akan memasuki mobilnya. ”Menolong teman ibu.” jawab Eunhyuk dan langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan di ats rata-rata.

***

Tidak lama kemudian ia sampai di Sungai Han. Ia terus berlari mencari Hyori dan Donghae. ”Eunhyuk-ssi!” panggil seseorang, saat Eunhyuk menoleh dan ternyata yang memanggilnya adalah Hyori yang sedang duduk sambil berusaha membopong Donghae. Ia langsung menghampiri Hyori dan Donghae.

”Apa yang terjadi ?” tanya Eunhyuk yang kini membantu Hyori membopong Donghae. ”Nanti ku ceritakan.” kata Hyori. Lalu Eunhyuk dan Hyori segera membawa Donghae kembali ke rumah sakit.

*** To Be Continued ***

One thought on “[FF] I Think I Love You part 5”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s