[FF] I Think I Love You part 6

Title: I Think I Love You

Author: fishyoriga
Rating : PG+15 / straight
Casts: Super Junior, DBSK, SHINee and OC
Other Casts: Super Junior, DBSK, SHINee, SNSD
Genre: Romance, Friendship, Family, AU, Angst
Length : Chaptered
Part: 6 of ?

Disclaimer : The characters in this story is the character of their own with a bit of my imagination and this story is only a fiction. So don’t sue me.

A/N :
The main character in this story quite a lot and you can find it when reading this story.
You can find other cast when you read this story.

CLICK ON THE LINK TO READ THE PREVIOUS CHAPTER.
| Part 1 | Part 2 | Part 3 | Part 4 | Part 5 |

***

Mengapa penyesalan datang terlambat? Apa itu penyesalan?
Dapatkah aku kembali bersamanya seperti dulu?
Aku masih mencintainya dan akan terus mencintainya sampai kapanpun.

***

Kini ia duduk di salah satu bangku taman yang ada di sana, udaranya cukup dingin. Ia menunggunya, ia ingin memberikan jawaban atas lamaran Jaejoong tempo hari. Namun ia masih bingung untuk menjawab apa, ia sungguh mencintai Jaejoong tapi ia juga bertanya-tanya apakah keputusannya ini benar atau salah. Ia terus menunggunya hingga akhirnya Jaejoong pun datang menghampirinya.

“Sangmi-ya,” kata Jaejoong menghampiri kekasihnya. “Oppa~” kata Sangmi tersenyum manis. “Kau sudah lama menunggu ?” Tanya Jaejoong cemas. “Ani,” jawab Sangmi seraya menggelengkan kepalanya. “Oppa, aku ingin bertanya sesuatu pada oppa,” sambungnya pelan.

Ne?” ucap Jaejoong penasaran. “Apa oppa yakin ingin menikah denganku ?” Tanya Sangmi menundukan kepalanya. “Ne, aku ingin menikahi mu, menjadi milikmu selamanya.” Jawab Jaejoong seraya memeluk Sangmi secara tiba-tiba. “Aku tak ingin kehilanganmu sedetik pun, aku ingin melihatmu bahagia, aku ingin melindungi mu, dan aku ingin kau terus bersandar di bahuku menceritakan semua yang kau alami,” sambung Jaejoong yang masih memeluk Sangmi.

Mendengarnya, Sangmi merasa ingin menangis, ia bahagia dan juga terharu akan kata-kata yang di ucapkan oleh Jaejoong. Sangmi dapat merasakan nafas Jaejoong yang dapat membuatnya merasa tenang dan nyaman.

“Tapi jika aku menolak…” kata Sangmi lirih. Lalu Jaejoong melepaskan pelukannya perlahan dan menatap Sangmi. “Jika kau menolak, aku akan terus berada di sampingmu dan mendengarkan semua keluh kesahmu,” kata Jaejoong menatap Sangmi.

“Kalau begitu—aku—aku—bersedia menikah dengan oppa,” kata Sangmi terbata-bata seraya menundukan kepalanya. Seketika Jaejoong langsung memeluk Sangmi. Ia sungguh bahagia saat ini. “Saranghae Sangmi~”.

Na do saranghae~” balas Sangmi dan memeluk Jaejoong.

:::::::::::::::

Gomawo atas hari ini,” kata Siwon sesampainya didepan rumah Hyura dengan Audinya. “Seharusnya aku yang berterimakasih,” kata Hyura tersenyum. “Kau tau tidak, aku adalah orang yang paling beruntung di dunia ini,” kata Siwon seraya tersenyum pada Hyura.

Jinca ?” tanya Hyura tidak percaya. “Ne, kau tau kenapa ?” kata Siwon, lallu Hyura hanya menggelengkan kepalanya menandakan jika ia tidak tau. “Karena aku sebentar lagi akan memiliki seorang istri yang bernama Lee Hyura,” jawab Siwon seraya tersenyum manis pada Hyura dan membuat wajah Hyura memerah karena malu.

Dasar ! oppa memang pintar membuat seorang wanita menjadi tersipu,—gumam Hyura dalam hati. “Oh ya, jangan tidur larut malam, aku tak ingin kau kelelahan,” kata Siwon. “Ne,” jawab Hyura.

Lalu tiba-tiba Siwon mencium kening Hyura lembut yang membuat Hyura terkejut. “Selamat malam,” kata Siwon tersenyum. “Selamat malam,” balas Hyura lalu keluar dari Audi Siwon dan masuk ke dalam rumahnya. Sedangkan Siwon segera melajukan Audinya kembali pulang.

“Hyura, kau kenapa senyum-senyum sendiri ?” Tanya ibu Hyura yang ternyata sedari tadi memperhatikan tingkah putrinya yang baru pulang. Namun Hyura hanya menggelengkan kepalanya lalu menghampiri ibunya yang sedang duduk di ruang keluarga.

“Ibu belum tidur ?” Tanya Hyura memeluk ibunya. “Ibu tidak bisa tidur,” jawab ibu Hyura. “Hyura, sebentar lagi kau akan bertunangan dengan Siwon, ibu ingin kau dapat menjaga hubungan mu dengan Siwon,” sambung ibu Hyura seraya membelai rambut panjang Hyura.

“Aku menyayangi mu Hyura, kau adalah putriku. Kelak jika kau telah menikah dengan Siwon, ibu harap kau bahagia hidup bersamanya.” Ucap ibunya. Bibir Hyura bergetar menahan tangis setelah mendengar perkataan ibunya tadi. “Aku juga sayang ibu,” kata Hyura memeluk ibunya semakin erat.

:::::::::::::::

Sesampainya di rumah sakit, Hyori dan Eunhyuk berusaha mebopong Donghae ke dalam. Saat akan memasuki rumah sakit tiba-tiba Leeteuk datang menghampiri mereka berdua.

“Yaa! ada apa ini ?” Tanya Leeteuk cemas. “Eunhyukie, bukankah tadi kau sakit ?” sambung Leeteuk heran. “Sakit ? sakit apa ?” kata Eunhyuk tidak mengerti. Tiba-tiba saja Leeteuk dan Eunhyuk langsung menatap Hyori curiga.

”Apa ?” kata Hyori menyadari jika kakaknya dan Eunhyuk sedang menatapnya curiga. ”Yaa! kalian kenapa malah diam ? ayo bantu aku membawa pasien ini !!!” kata Hyori.

”Ah iya iya,” kata Leeteuk dan Eunhyuk. Lalu mereka bertiga membawa Donghae ke ruang ICU. Sebelum memasuki ruang ICU, Hyori menyuruh salah satu perawat yang ada disana untuk memanggil Kyuhyun. Tidak lama kemudian Kyuhyun datang menghampiri Hyori yang sedang sibuk memeriksa keadaan Donghae.

”Apa yang terjadi ?” tanya Kyuhyun. ”Ceritanya panjang, lebih baik oppa membantuku dulu sekarang.” jawab Hyori, lalu Kyuhyun segera membantu Hyori.

***

”Apa yang terjadi ?” tanya Sangmi penasaran sesampainya di depan ruang ICU bersama Jaejoong. ”Entahlah, ibu juga belum mengetahui pasti apa yang terjadi dengan kakakmu,” jawab Mrs.Lee. Tak lama kemudian Hyori dan Kyuhyun keluar dari ruang ICU.

“Bagaimana dengan anak saya ?” Tanya Mrs.Lee saat Hyori dan Kyuhyun keluar dari ruang ICU. “Putra anda baik-baik saja, kondisinya juga stabil,” jawab Kyuhyun. “Lalu apa yang terjadi dengan anak saya ?” Tanya Mrs.Lee lagi.

“Sepertinya sebagian memori putra anda sudah kembali.” Kali ini Hyori yang menjelaskan seraya tersenyum kea rah Mrs.Lee, Jaejoong, Sangmi dan Eunhyuk. Mendengar apa yang baru saja dikatakan Hyori mereka semua langsung tersenyum bahagia terutama Mrs.Lee. Saking senangnya Mrs.Lee langsung memeluk Hyori, membuat Hyori terkejut namun merasa nyaman.

Kamssahamnida~” ucap Mrs.Lee melepaskan pelukannya perlahan. “Cheonmaneyo~” jawab Hyori seraya tersenyum kea rah Mrs.Lee. “Oh ya tapi mungkin kalian jangan terlalu memaksakan agar Donghae dapat mengingat semuanya dengan cepat, karena jika kalian mencoba untuk membuat Donghae mengingat semuanya secara berlebihan ada kemungkinan kondisi Donghae tidak akan membaik.” Sambung Kyuhyun.

“Kalau begitu kami permisi,” kata Hyori. “Hyorii tunggu !” kata Eunhyuk mencegah Hyori lalu Hyori pun menghentikan langkah kakinya. “Ku antar kau pulang.” Kata Eunhyuk. “Tidak perlu, aku bias naik taksi.” Tolak Hyori. “Sudahlah, biar ku antar kau pulang.” kata Eunhyuk bersikeras.

“Bibi, aku mau antar temanku pulang ya,” kata Eunhyuk pamit pada Mrs.Lee. “Ne, hati-hatilah di jalan.” Ucap Mrs.Lee tersenyum kea rah mereka berdua. Lalu akhirnya Hyori pulang diantar oleh Eunhyuk sedangkan Mrs.Lee, Sangmi dan Jaejoong menemani Donghae yang belum sadarkan diri.

::::::::::::::

“Aish~ lama sekali keretanya!!!” keluh Sangsun ketika menunggu kereta yang akan membawanya pulang. Ia melihat kembali jam tangan biru yang ia kenakan di pergelangan tengan kirinya. Jam 10 malam. Ia menatap sekelilingnya. Sepi.

Tiba-tiba ada empat orang lelaki yang menghampirinya. ‘Kenapa lelaki itu melihat ke arahku terus ?’—batin Sangsun. “Hai nona, mau menemaniku tidak ?” ucap salah seorang dari keempat lelaki tersebut.

Sangsun pura-pura tidak mendengar dan mencoba menjauhi keempat lelaki tersebut. Namun, saat Sangsun baru saja berjalan beberapa langkah untuk menjauhi lelaki tersebut tiba-tiba saja keempat lelaki tersebut mencegah Sangsun.

“Mau kemana nona ? Lebih baik kau menemani kami saja.” Kata lelaki tadi memegang tangan Sangsun. “YAA! LEPASKAN AKU !!!” teriak Sangsun. “Lebih baik kau ikut saja !” bentak lelaki tadi den terus menarik Sangsun. “LEPASKAN !!!” teriak Sangsun seraya mencoba melepaskan diri.

“YA ! Kalian ! Jangan hanya berani kepada seorang gadis saja !” tiba-tiba Sangsun mendengar suara seorang lelaki yang dikenalnya. Saat Sangsun menoleh kearah sumber suara ia terkejut. Bagaimana tidak, lelaki itu adalah orang yang disukai oleh Sangsun.

Jung Yunho ia adalah senior Sangsun dikampus yang paling popular, banyak wanita yang mengantri padanya. Orangnya baik, ramah, pintar dan juga sangat tampan Namun hingga saat ini Yunho belum mempunyai seorang kekasih. “Siapa kau hah ?!” kata lelaki yang tadi menggoda Sangmi menghampiri Yunho.

“Bukankah aku yang seharusnya bertanya pada kaian ?!” kata Yunho. “AAAH JANGAN BANYAK BICARA KAU !!” kata keempat lelaki tersebut mulai menyerang Yunho. Namun itulah Yunho yang tidak mudah dikalahnkan oleh bendit-bendit jalanan itu. Ia membuat keempat lelaki tadi tersungkur dan akhirnya lari meninggalkan Yunho dan Sangsun.

“Kau tak apa-apa ? Tanya Yunho menghampiri Sangsun. “A-a-aku tidak apa-apa,” jawab Sangsun menundukan kepalanya. “Kau ini seorang gadis, jangan pulang sendirian jika sudah malam seperti ini,” kata Yunho. “Ayo, ku antar pulang.” Kata Yunho tiba-tiba menggenggam tangan Sangsun dan menariknya ke tempat parkir, dimana ia memarkirkan motor sport merahnya.

‘Apa aku sedang bermimpi ?—batin Sangsun menatap Yunho yang sedang menggenggam tangannya. Hangat, jika aku sedang bermimpi sekarang, aku tang ingin bangun.

::::::::::::::

Gomawo sudah mengatarku,” ucap Hyori sesampainya di depan rumahnya. “Cheonmaneyo,” jawab Eunhyuk. Lalu Eunhyuk memakirkan mobilnya di garasi rumah Hyori. Melihatnya Hyori mersa heran, “Kau mau mampir dulu ?” tanyanya.

Aniyo, aku mau kembali ke rumah sakit.” jawab Eunhyuk santai. “Mana kunci mobilmu ?” tanya Enhyuk. “Untuk apa ?” tanya Hyori heran, ia sungguh tak mengerti apa yang akan dilakukan pemuda ini.

“Biar aku yang mengambil mobilmu, kau pasti lelahkan jika harus kembali ke Han River,” kata Eunhyuk. “Tapi—“ belum sempat Hyori menyelesaikan kalimatnya Eunhyuk segera bicara. “Yaa! memangnya kau dan aku baru kenal tadi pagi ? jangan khawatir, aku tidak akan membawa kabur mobilmu.” canda Eunhyuk.

“Bukan begitu, tapi aku merasa tidak enak saja sudah merepotkan mu,” bela Hyori. “Sudahlah, aku tidak merasa direpotkan,” kata Eunhyuk tersenyum. Lalu akhirnya Hyori memberikan kunci mobilnya pada Eunhyuk dan masuk ke dalam rumahnya, sedangkan Eunhyuk sendiri segera pergi meninggalkan Hyori.

***

“Kau kemana saja ?” Tanya Hyuna tiba-tiba yang sedang duduk di ruang keluarga rumah Hyori terlihat cemas. “Aku habis dari rumah sakit,” jawab Hyori tersenyum. “Setidaknya kan kau bisa memberitauku dulu.” protes Hyuna sambil memanyunkan bibirnya.

Mianhae Hyuna,” rayu Hyori. ”Yaa! kau sendiri kenapa belum tidur ?” kata Hyori bertanya balik seraya melihat jam dinding antik yang terpasang di salahsatu sisi ruang keluarganya. “Aku tidak bisa tidur, jadinya aku memutuskan untuk menunggumu saja,” jawab Hyuna polos.

Hyori menganggukkan kepalanya mengerti. “Oh ya, ayah sudah pulang ?” tanya Hyori. “Sudah, tadi paman langsung masuk kamar. Sepertinya sekarang paman sudah tidur,” jawab Hyuna. “Ya sudah, kalau begitu kita tidur sekarang.” Kata Hyori merangkul Hyuna.

Dari dalam kamarnya, Mr.Park memperhatikan Hyori dan Hyuna yang begitu dekat bagaikan kakak-adik. Ia tersenyum, bibirnya bergetar dan akhirnya air matapun membasahi pipinya. “Seandainya itu semua tak terjadi, mungkin kau sekarang memanggilku ayah,” kata Mr.Park lirih.

:::::::::::::::

Kyuhyun menghempaskan tubuhnya ke sofa yang ada di apartemennya. Ia sungguh kesal tapi ia juga merasa bingung. “Ah ! kenapa mereka harus datang secepat ini ?!”

*FLASH BACK*

”Ibu, ayah, ada apa ?” tanya Kyuhyun memasuki ruang kerjanya saat melihat sudah ada Mr.Cho dan Mrs.Cho di ruang kerjanya. ”Kyuhyun, kapan kau akan memperkenalkan pilihanmu pada ibu dan ayah.” kata Mrs.Cho. ”Ne, katanya kau sudah mempunyai pilihan.” sambung Mr.Cho.

”Sebentar lagi aku akan mengenalkannya pada kalian, kalian tenang saja.” kata Kyuhyun semangat. ”Jangan hanya bicara ! kau ini sudah mapan untuk membina sebuah keluarga, ibu ingin melihatmu bahagia.” kata Mrs.Cho sedikit kesal.

”Kau kan tau sebentar lagi kami akan pergi ke Inggris untuk membuka bisnis baru disana. Dan kau juga tau kan kami akan tinggal di sana untuk beberapa tahun.” kata Mr.Cho. ”Ibu belum lega jika kau belum memperkenalkan pilihanmu pada kami dan jika kau belum juga memperkenalkan pilihan mu itu, kami terpksa menjodohkanmu.” sambung Mrs.Cho.

”Ayah beri kau waktu sampai minggu depan, jika kau belum juga memperkenalkan pilihanmu. Terpaksa kau akan kami jodohkan.” ancam Mr.Cho. ”Arasso! aku akan memperkenalkannya sesegera mungkin pada kalian.” kata Kyuhyun dengan nada sedikit kesal.

*FLASH BACK END*

”Apa yang harus ku lakukan ?” gumamnya kebingungan. ”Aku saja baru beberapa hari bertemu dengannya, yang benar saja jika aku harus mengatakannya.” gerutu Kyuhyun.

:::::::::::::::::

“Jiraa~ ireona!” kata Heechul berusaha membangunkan adiknya. “Waeyo oppa? sekarangkan hari Minggu,” kata Jira setengah sadar. Heechul mendengus kesal. Adiknya ini memang pemalas jika hari Minggu atau akhir pekan.

“Aku tau ! tapi ada yang mencarimu.” jawab Heechul. “Siapa ?” Tanya Jira. “Kalau tidak salah, namanya Yesung. Iya benar, namanya Yesung.” Kata Heechul. Seketika Jira langsung terbangun dan menatap Heechul.

“Bohong !” kata Jira. “Aniyo ! aku tidak bohong Kim Jira.” Kata Heechul. “Cepat sana temui dia ! Oh ya, dia kekasih mu ?” tanya Heechul seraya mengerlingkan matanya jahil. “Mworago ? Kekasih ? Tentu saja bukan !” kata Jira setengah berteriak.

“Jujurlah padaku ! Dia kekasihmu kan ?” canda Heechul. “Waeyo? Oppa menyukainya ? Ambil saja !” balas Jira. “Hyaa~ babo! Aku masih normal!” kata Heechul menepak kepala adiknya sehingga Jira mengusap-usap kepalanya. “Sudah sana ! Temui dia !” kata Heechul keluar dari kamar Jira. ”Ne!” kata Jira.

***

”Yesung-ssi ?” kata Jira menghampiri Yesung yang sedang duduk di ruang tamu rumah Jira. ”Ada perlu apa ?” tanya Jira yang kini duduk dihadapan Yesung. ”Ah, aniyo, Jira mau menemani ku tidak ?” tanya Yesung. ”Kemana ?” tanya Jira penasaran.

”Nanti ku jelaskan, sekarang ku mohon temani aku menemui seseorang.” kata Yesung dengan nada memohon. ”Tapi aku—“ belum sempat Jira menyelesaikan kalimatnya, tiba-tiba Yesung menggenggam tangannya dan berkata ”Ku mohon Jira-ssi.”

”Eum, baiklah. Tunggu sebentar,” kata Jira bengkit dari duduknya berjalan memasuki kamarnya dan meninggalkan Yesung. ”Benarkan, dia kekasih mu,” kata Heechul tiba-tiba membuat Jira terkejut sambil senyum-senyum curiga pada Jira. ”Bukan!!! keluar sana! aku mau mandi dan berpakaian !” kata Jira mendorong Heechul kakaknya keluar dari kamarnya.

::::::::::::::::::

Mianhae, semua ini salahku. Seharusnya aku bisa menolaknya, tapi apa yang telah ku perbuat telah membuat ku kehilangan mu Eunhee. Aku masih mencintai mu walaupun kini kau sudah bersamanya. Aku ingin kita kembali seperti dulu, aku benar-benar mencintai mu.’—batin Leeteuk sambil menatap foto dirinya bersama Eunhee yang ia pegang.

Ia mengingat kembali masa-masa saat ia masih bersama Eunhee. Ia merindukan masa-masa itu. Sangat merindukannya, ia menyesal telah membuat Eunhee merasa sedih karena dirinya. Ia ingin mengulang kembli masa-masa itu, ia ingin memperbaiki semua kesalahnnya.

*FLASH BACK*

Oppa~ temani aku disini !” ucap seorang pasien Leeteuk yang bernama Jung Sooyeon, ia menderita penyakit Xerosis. “Tapi—“ Kata Leeteuk bingung untuk memilih antara menamani pasiennya atau mengejar Eunhee yang kelihatannya marah pada Leeteuk.

Namun saat ia memutuskan untuk mengejar Eunhee tiba-tiba Sooyeon mencegahnya. “Ku mohon oppa~” ucapnya.

***

Semakin lama kondisinya semakin memburuk, Leeteuk tidak tau harus berbuat apa. Apalagi kini hubungannya dengan Eunhee mulai renggang. Dan kini ditambah lagi pasiennya tersebut ingin menikah dengannya. Ia sungguh bingung, ia tidak tau harus berbuat apa—ia sungguh bingung. Ia tidak tau harus bercerita dan meminta saran pada siapa, Hyori adiknya masih di Amerika untuk menyelesaikan kuliahnya, sepupunya Hyuna sedang sibuk-sibuknya menjalankan tugasnya sebagai calon pewaris tunggal perusahaan ayahnya yang sangat terkenal dan sedangkan Yesung temannya sekaligus kakak Eunhee sedang berada di Hongkong untuk membantu Mr.Kim bertemu dengan klien baruya di sana. Kini pikirannya benar-benar kacau, ia sungguh tak tau harus berbuat apa hingga hari itu pun tiba. Ia akhirnya terpaksa menikah dengan gadis itu dan membuat Eunhee benar-benar kesal dan marah.

Oppa~ mianhae, aku telah membuat hubungan oppa dengan Eunhee-ssi jadi berantakan. Mianhaeyo, jika aku boleh jujur sebenarnya aku menyukai oppa. Aku ingin melihat oppa bahagia, jadi pergilah. Temui Eunhee, temui dia. Ku mo—hon~” itulah kata-kata terakhir yang di ucapkan Sooyeon sebelum ia meninggal.

Leeteuk merasa tak enak pada keluarga Sooyeon terutama ibunya, namun Leeteuk juga bahagia karena akhirnya ia tidak harus menikah dengan Sooyeon. “Gomawo Sooyeon-ssi,” gumam Leeteuk.

***

Ia mencari dan terus mencari orang yang amat ia cintai, namun hingga saat ini hasilnya nihil. Ia tak menemukan Eunhee dimana-mana, di rumahnya, di taman tempat yang biasa mereka jumpai berdua, ia tak menemukan Eunhee. Leeteuk putus asa, ia tak ingin kehilangan Eunhee, ia sungguh mencintai Eunhee, sangat mencintainya.

Ku mohon, pertemukan aku dengan Eunhee,—batin Leeteuk dalam hati. Beberapa hari kemudian Eunhee datang menemui Leeteuk di rumah sakit. Meliaht Eunhee datang menemuinya, Leeteuk merasa senang karena akhirnya ia dapat bertemu kembali dengan Eunhee. Namun, entah mengapa ia merasa Eunhee tidak seperti biasanya. Ia terlihat murung.

“Eunhee, waeyo ?” Tanya Leeteuk khawatir. “Oppa~ mungkin sebaiknya hubungan kita sampai sini saja.” kata Eunhee terbata-bata seraya menundukan kepalanya. “Waeyo Eunhee ? kau sudah tidak mencintai ku lagi ? apa kau sudah menamukan lelaki lain ?” Tanya Leeteuk bertubi-tubi.

Oppa~~ aku tak bisa melanjutkannya lagi, aku ingin sendiri untuk saat ini. Ku mohon,” kata Eunhee yang lalu pergi meninggalkan Leeteuk yang terdiam membatu. “Mianhae oppa~~

*FLASH BACK END*

Mianhae Eunhee,” gumam Leeteuk yang tak sadar sudah meneteskan air matanya.

Tok…tok..tok.. terdengar suara ketukan pintu kamar Leeteuk. “Oppa, sarapan sudah siap, paman dan Hyori sudah menunggu di ruang makan,” kata Hyuna yang tadi mengetuk pintu kamar Leeteuk. “Ne, sebentar lagi aku akan kesana.” jawab Leeteuk menghapus air matanya yang membasahi pipinya dan segera menyusul yang lain ke ruang makan.

::::::::::::::

Oppa~~~” teriak Yoonmi yang membuat Siwon langsung terbangun dari tidurnya. “Ah, ada apa Yoonmi ?” tanya Siwon setengah sadar. “Mana jaket ku ?” Tanya Yoonmi memasuki kamar Siwon. “Ah, kemarin aku suruh Hyura memakainya.” jawab Siwon santai.

”Aish oppa~~~ aku akan memakainya sekarang !!!” kata Yoonmi memukuli badan Siwon. ”Yaa! kau kan masih punya jaket yang lain !” kata Siwon. ”Tapi itu kan jaket kesayangan ku oppa~~” kata Yoonmi.

Namun Siwon tak menghiraukan, ia malah kembali ke dalam alam mimpinya yang membuat Yoonmi semakin kesal. ”Ah dasar !!!” keluh Yoonmi. Lalu ia pun pergi ke supermarket sesuai permintaan Mrs.Choi namun tanpa mengenakan jaketnya.

”Yoonmi~” tiba-tiba terdengar suara lelaki yang dikenalnya. ”Oppa~” kata Yoonmi setelah mengetahui siapa yang baru saja memanggilnya. ”Kau sendirian ?” tanya Kyuhyun dan Yoonmi hanya mengangguk seraya tersenyum ke arah Kyuhyun.

Oppa sendiri juga ?” tanya Yoonmi. ”Ne, aku sendiri.” kata Kyuhyun. Sejenak keduanya terdiam, Hening.

”Mau menemaniku ?” tanya Kyuhyun tiba-tiba. Lalu Yoonmi mengangguk pelan dan Kyuhyun tiba-tiba menggenggam tangan Yoonmi dan pergi ke taman kota. Di sana sudah banyak para pelukis jalanan hingga pelukis profesional yang sedang berkarya. Kini mereka duduk di salah satu bangku taman yang ada disana.

”Yoonmi, apa kau masih ingat pertanyaan ku kemarin ?” tanya Kyuhyun memulai pembicaraan. ”Ne, aku masih ingat” jawab Yoonmi seraya menganggukan kepalanya. ”Aku—“ belum sempat Kyuhyun menyelesaikan kata-katanya tiba-tiba terdengar suara seorang lelaki yang memanggil Yoonmi.

”Yoonmi-ya,” ucap lelaki tersebut. Lalu Yoonmi menoleh ke arah lelaki yang sedang berdiri tidak jauh dari tempatnya duduk. ”Oppa~~” kata Yoonmi terlihat senang seraya berdiri dari duduknya dan berlari menghampiri lelaki tersebut lalu memeluknya.

”Sudah lama sekali tidak bertemu,” ucap lelaki itu. ”Ne, bagaimana kabar oppa ?” tanya Yoonmi seraya tersenyum ke arah lelaki tersebut. ”Aku baik-baik saja, kau sendirian ?” kata lelaki itu. ”Aniyo, aku bersama—“ kata-kata Yoonmi terhenti saat menoleh kebelakang dan ternyata Kyuhyun sudah tidak ada.

”Kemana Kyuhyun oppa ?”

:::::::::::::::

Terdengar suara bel rumah Hyori, ”Hyori ada tamu tuh” kata Hyuna yang asik menonton tv. ”Hyaa~~ tak bisakah kau membukakan pintunya dulu, aku kan sedang membuat kimbab untuk mu.” protes Hyori. ”Acaranya belum selesai Hyorii,” rengek Hyuna.

”Dasar anak ini !” keluh Hyori dalam hati. Lalu Hyori berjalan menuju pintu depan rumahnya dan membukakan pintu. ”Annyeoong,” kata seorang lelaki saat Hyori membukakan pintu seraya tersenyum, memamerkan gigusnya. ”Eunhyukie,” kata Hyori terkejut. ”Tumben sekali pagi-pagi kemari,” kata Hyori.

”Kau sedang membuat kimbab kan ?” tanya Eunhyuk tiba-tiba. ”Ne, ayo masuk.” kata Hyori tersenyum melihat tingkah sahabatnya yang satu ini. ”Oh ya, ini aku membawa makanan,” kata Eunhyuk mengikuti Hyori dari belakang seraya memberikan sebuah kantong yang berisi makanan.

”Gomawo,” kata Hyori menerima pemberian Eunhyuk.

”Eunhyukie, perkenalkan Hyuna, dia sepupuku.” kata Hyori memperkenalkan Hyuna pada Eunhyuk seraya berjalan ke arah dapur. ”Hai,” kata Eunhyuk seraya memamerkan gigusnya ke arah Hyuna, sedangkan Hyuna hanya menatap Eunhyuk dan tersenyum sinis pada Eunhyuk.

”Sedang apa kau disini ?” tanya Hyuna sinis. ”Main, waeyo ? memangnya tidak boleh ?” kata Eunhyuk yang kini duduk di samping Hyuna. ”Kau mengenal Hyori ?” tanya Hyuna penasaran. ”Ne,” kata Eunhyuk singkat lalu berdiri dari duduknya dan berjalan ke dapur menghampiri Hyori. ”Dasar laki-laki aneh !” keluh Hyuna.

***

”Leeteuk-hyung dan adjhussi kemana ?” tanya Eunhyuk mengambil sebuah gelas dan membuka lemari pendingin, mencari susu strawberry kesukaannya. ”Mereka ada seminar antar dokter,” jawab Hyori yang terus berkutat dengan bahan-bahan untuk membuat kimbab dan memindahkan makanan yang tadi dibawa Eunhyuk ke sebuah piring.

”Kau tidak ikut ?” tanya Eunhyuk yang kini berdiri disampingnya. ”Aniyo, aku sedang tak berminat mengikuti kegiatan seperti itu,” kata Hyori seraya mencicipi makanan yang diberikan Eunhyuk. ”Enak tidak ?” tanya Eunhyuk. ”Hmm, cobalah.” jawab Hyori seraya menyuapi Eunhyuk.

”Mmm, kurang enak !” kata Eunhyuk. ”Hyaa~~ kau ini bagaimana ? inikan makanan yang kau bawa !” kata Hyori setengah berteriak. ”Oh iyaya, aku lupa hehehe,” kata Eunhyuk tersenyum.

Melihatnya entah mengapa perasaan Hyuna menjadi kesal dan saking kesalnya ia sampai membanting pintu lemari pendingin saat setelah mengembil minuman dan membuat Hyori serta Eunhyuk menatap Hyuna heran. ”Ada apa dengan sepupumu itu ?” tanya Eunhyuk heran. ”Entahlah,” jawab Hyori yang tak kalah heran.

***

“Hyunaa~ tolong siapkan piring.” Kata Hyori membawa beberapa piring makanan. ”Kimbabnya sudah jadi ?” tanya Hyuna semangat. ”Ne, ayo cepat bantu aku.” kata Hyori, lalu Hyuna menuruti apa yang dikatakan Hyori sepupunya.

”YA ! kau kenapa dingin sekali padaku ?” tanya Eunhyuk pada Hyuna yang kini sedang merapikan meja makan. ”Karena kau menyebalkan !” kata Hyuna tanpa melihat ke arah Eunhyuk sedikitpun.

”Aku heran, ko bisa ya Hyori punya sepupu jutek seperti mu.” kata Eunhyuk membuat Hyuna menghentikan kegiatannya dan menatap Eunhyuk sinis. ”Aku lebih heran, kenapa Hyori mau berteman dengan orang yang sangat menyebalkan seperti mu !” balas Hyuna seraya meninggalkan Eunhyuk namun baru beberapa melangkah, ia menghentikan langkahnya dan membalikan tubuhnya menghadap Eunhyuk.

”Kau berpacaran dengan Hyori ?” tanya Hyuna dengan nada yang tidak senang. ”Hmm, kalau iya kenapa ? Kau menyukai ku ?” goda Eunhyuk. ”Mora guyo ? aku tak salah dengar ?” kata Hyuna sewot. ”YA ! kalian berisik sekali ! makan dulu !” kata Hyori membawa minuman.

:::::::::::::::

”Ku mohon, bantu aku,” pinta Yesung menatap Jira yang sedang berpikir. ”Hmm baiklah.” kata Jira akhirnya mengiyakan permintaan Yesung. Lalu Yesung keluar dari mobil dan menggandeng Jira memasuki rumahnya.

Annyeong~ aku pulang.” kata Yesung. Lalu Mrs.Kim segera keluar dari kamarnya bersama Mr.Kim dan menghampiri Yesung serta Jira. ”Ah, jadi ini gadis mu ?” tanya Mrs.Kim bahagia melihat Yesung membawa Jira ke rumah, sedangkan Yesung dan Jira sendiri hanya tersenyum mendengar perkataan Mrs.Kim.

”Ayo, duduklah.” sambung Mrs.Kim memepersilahkan Jira duduk. ”Siapa namamu nak ?” tanya Mrs.Kim lembut. ”Choneun Kim Jira imnida,” jawab Jira. ”Sudah berapa lama kalian bersama ?” tanya Mr.Kim yang tak kalah bahagianya dengan Mrs.Kim.

Jira merasa kebingungan untuk menjawab pertanyaan yang satu ini, namun untunglah Yesung segera berbicra ”Satu tahun ayah,” kata Yesung. ”Sekarang kau bekerja dimana Jira ?” tanya Mr.Kim. ”Aku bekerja di kantor anda,” jawab Jira tersenyum.

”Yesung, kenapa kau tidak bilang jika Jira bekerja dikantor kita ?” tanya Mrs.Kim. ”Aku ingin memberi kejutan pada ibu dan ayah,” kata Yesung. ”Ah, Jira bisakah kau ikut aku sebentar ?” kata Mrs.Kim, lalu Jira menatap Yesung seakan-akan apa yang harus lakukan. Dan Yesung menganggukan kepalanya menandakan agar Jira mengikuti Mrs.Kim ibunya. ”Ne,” kata Jira menganggukan kepalanya dan mengikuti Mrs.Kim.

***

”Duduklah,” kata Mrs.Kim mempersilahkan Jira duduk, lalu ia mengambil sebuah kotak biru dari dalam laci lemarinya. ”Ambilah,” kata Mrs.Kim, lalu Jira mengikuti apa yang dikatakan Mrs.Kim walaupun ia sedikit ragu. Jira membuka kotak itu perlahan, dilihatnya sebuah cincin yang sangat indah. ”Ini…” kata Jira pelan. ”Kalung ini diberikan oleh ibu mertuaku, dan sekarang aku ingin memberikannya pada mu Jira,” ucap Mrs.Kim, lalu Mrs.Kim mengambil cincin itu dan memakaikannya di jemari Jira. ”Kamssahamnida,” kata Jira tersenyum. ”Apa yang telah kau perbuat Jira bodooh !” jerit Jira dalam hati.

:::::::::::::::::::

Oppa, waeyo ?” tanya Chanhae pada Heechul yang kini duduk dihadapannya. ”Aku baik-baik saja,” kata Heechul tersenyum pada Chanhae. ”Jika oppa memang baik-baik saja, kenapa oppa hanya diam jika kita bertemu ?” kata Chanhae. ”Jika oppa mempunyai masalah, ceritakanlah padaku !” sambungnya.

”AKU BAIK-BAIK SAJA !” bentak Heechul membuat Chanhae terkejut. ”Chanhae, aku—“ belum sempat Heechul menyelesaikan kalimatnya Chanhae langsung berbicara. ”Gwaenchana oppa,” kata Chanhae menundukan kepalanya. ”Permisi, aku harus pergi sekarang.” sambungnya seraya berdiri dan meninggalkan Heechul.

–To Be Continued…

Normal
0

false
false
false

EN-US
KO
X-NONE

MicrosoftInternetExplorer4

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin:0cm;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:”Malgun Gothic”;
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}

A/N :

The main character in this story quite a lot and you can find it when reading this story.

You can find other cast when you read this story.

One thought on “[FF] I Think I Love You part 6”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s