[FF] I Think I Love You part 7

Title: I Think I Love You

Author: fishyoriga
Rating : PG+15 / straight
Casts:
Super Junior, DBSK, SHINee and OC
Other Casts:
Super Junior, DBSK, SHINee
Genre:
Romance, Friendship, Family, AU, Angst
Length :
Chaptered
Part:
7 of ?

Disclaimer : The characters in this story is the character of their own with a bit of my imagination and this story is only a fiction. So don’t sue me.

A/N :

The main character in this story quite a lot and you can find it when reading this story.
You can find other cast when you read this story.
– Don’t forget to give your comment.

CLICK ON THE LINK TO READ THE PREVIOUS CHAPTER.
| Part 1 | Part 2 | Part 3 | Part 4 | Part 5 | Part 6 |

***

Yaa! Bisakah kau menatapku? Aku mencintaimu disini.
Kenapa kau tak pernah menyadarinya?
Aku sungguh-sungguh mencintaimu~

***

“Kenapa Heechul oppa jadi berubah seperti ini ? apa yang sebenarnya telah terjadi ? Apakah aku telah membuat suatu kesalahan yang membuatnya marah seperti tadi ? aaah~ aku tidak mengerti ! apa yang harus ku lakukan ?” gumam Chanhae yang berjalan di bawah sinar lampu jalan yang menerangi jalanan kota Seoul.

Tiba-tiba ia tidak sengaja menubruk seorang wanita yang sedang membawa beberapa kantong belanjaan sehingga belanjaan wanita tersebut berhamburan. ”Ah, mianhae, jeongmal mianhae,” kata Chanhae seraya membantu wanita tadi mengumpulkan kembali barang belanjaannya.

”Gwaenchanayo,” jawab wanita tadi lembut. Chanhae terdiam, ia merasa mengenali suara wanita yang kini ada dihadapannya lalu ia menatap wanita yang ada dihadapannya itu.

”Heecha-ssi ?” tebak Chanhae, lalu wanita tadi terdiam dan menatap Chanhae. ”Chanhae ?” kata wanita tersebut tidak percaya. ”Sudah lama tidak bertemu, bagaimana kabar mu ?” sambung wanita tersebut yang bernama Kim Heecha. ”Aku baik-baik saja, kau sendiri bagaimana ?” kata Chanhae. ”Aku juga baik.” jawab Heecha tersenyum pada Chanhae. ”Ah biar ku bantu membawakan belanjaan mu,” kata Chanhae seraya mengambil salah satu kantong belanjaan milik Heecha.

”Sombong sekali kau sekarang tidak pernah mengunjungi ku,” kata Chanhae yang kini duduk di hadapan Heecha dan kini mereka berada di sebuah cafe yang tidak jauh dari tempat mereka bertemu tadi. ”Hya~ bukankah seharusnya aku yang berkata seperti itu.” canda Heecha dan Chanhae pun jadi malu sendiri. ”Oh ya, bagaimana dengan butik mu ?” tanya Chanhae. ”Yaa~ begitulah. kau sendiri, bagaimana kehidupan mu dirumah sakit ?” kata Heecha.

”Hmm, terkadang menyenangkan namun terkadang juga menyedihkan apalagi jika kita melihat ada keluarga pasien yang ditinggal pergi oleh pasien tersebut.” jawab Chanhae menjelaskan. ”Sepertinya, kau menikmati pekerjaan mu Chanhae,” kata Heecha tersenyum. ”Ne, tapi mungkin jika aku tetap menuruti apa kata eomma, belum tentu aku bisa seperti mu.” jawab Chanhae. ”Ya ! jangan begitu, lakukanlah apa yang ingin kau lakukan,” kata Heecha.

”Kau masih tinggal di apartemenmu yang dulu kan ?” tanya Chanhae. ”Ne, aku tidak bisa meninggalkan apartemen ku itu dan pindah ke apartemen lain,” kata Heecha. ”Waeyo ?” tanya Chanhae penasaran. ”Terlalu banyak kenangan indah disana, jadi sayang sekali jika harus ku tinggalkan,” jawab Heecha. “Ne, terlalu banyak kenangan” kata Chanhae. Sesaat keduanya terdiam. ”Ya, kau sedang apa tadi jalan sendirian ?” kata Heecha tiba-tiba.

”A-aku… habis bertemu seseorang,” jawab Chanhae gugup. ”Kekasih mu ?” goda Heecha dan wajah Chanhae mulai memerah, lalu Chanhae hanya mengangguk. Chanhae menatap jam tangan yang ia kenakan di tangan kirinya, sudah menunjukan pukul 9 malam. ”Ah, sepertinya aku harus pulang,” kata Chanhae. Lalu Heecha pun menatap jam tangan yang ia kenakan, ”Ne, aku juga,” kata Heecha. Lalu mereka berdua beranjak dari tempat duduknya.

”Oh ya Chanhae, kau mau menemaniku tidak ke pembukaan butik teman ku besok ?” kata Heecha menghentikan langkah. ”Besok ?” tanya Chanhae yang juga menghentikan langkahnya, lalu Heecha hanya mengangguk. ”Mianhae Heecha, sepertinya aku tidak bisa menemanimu,” kata Chanhae dengan nada menyesal. ”Oh begitu, ya sudah. Tapi aku benar-benar mengharapkan kau bisa menemani ku Chanhae,” kata Heecha. ”Mianhae Heecha,” kata Chanhae. ”Hmm gwaenchana. Kalau begitu aku duluan, annyeong.” kata Heecha meninggalkan Chanhae. ”Annyeong,” balas Chanhae seraya menyetop taksi.

::::::::::::::::::::::

Terdengar suara ponsel Hyori berbunyi menandakan ada telapon masuk. “Sudah hampir jam 12 malam,” gumam Hyori menatap jam digital yang terletak di samping tempat tidurnya. “Siapa yang menelepon malam-malam begini ? Tak mungkin dari rumah sakit. Hari ini aku kan libur,” pikirnya.

“Yeobosseyo,” kata Hyori mengangkat teleponnya. “Yeobosseyo, Hyori.” Terdengar suara seorang lelaki dari sebrang sana. “Nuguseyo ?” Tanya Hyori penasaran karena nomor yang meneleponnya tidak terdaftar di kontaknya. “Ini aku Donghae,” ucap lelaki tersebut. Seketika Hyori terkejut, darimana Donghae mengetahui nomor ponselnya pikirnya. “Ada apa ?” Tanya Hyori. “Aniyo, aku hanya ingin menelepon mu saja,” kata Donghae lembut. “Aku kira kau sudah tidur,” sambung Donghae.

“Aku tidak bisa tidur,” jawab Hyori. “Oh ya, kau tau darimana nomor ponsel ku ?” Tanya Hyori. “Dari Hyukjae,” jawab Donghae. Keduanya terdiam, tak ada yang berbicara. “Hyori,” panggil Donghae memecah keheningan. “Ne ?” kata Hyori seraya berjalan ke dapur untuk mengambil minuman.

”Bisakah kau ikut ke Mokpo bersama ku ?” Tanya Donghae tiba-tiba yang membuat Hyori terkejut. “Mwo ?” kata Hyori. “Ku mohon,” pinta Donghae. “Tapi, aku kan bukan siapa-siapa.” Kata Hyori tersenyum. “Tapi kau telah membantuku Hyori, lagi pula kau anak Park adjhussi kan ?” rayu Donghae.

“Kau kenal appa ?” Tanya Hyori tidak percaya. “Ne, Park adjhussi kan teman appa dan eomma ku. Kau lupa ya ?” kata Donghae. ”Aish, aku ingat sekarang. Waktu itu aku bertemu Lee ahjumma di rumah sakit.” jawab Hyori. ”Bagaimana ?” kata Donghae. ”Baiklah, aku ikut.” jawab Hyori.

”Baiklah, kalau begitu aku jemput kau besok lusa. Arasso ?” kata Donghae. ”Arasso,” jawab Hyori. “Kalau begitu, tidurlah, sudah larut malam.” kata Donghae lembut. ”Ne,” kata Hyori menutup percakapannya dengan Donghae.

Ia tersenyum, entah apa yang ia rasakan saat ini. Ia berjalan kembali menuju kamarnya, namun langkahnya terhenti saat melihat ruang kerja Mr.Park yang masih terbuka dan ia pun memutuskan untuk memasuki ruang kerja Mr.Park.

***

Dilihatnya Mr.Park sedang tertidur sambil memegang selembar foto. Diambilnya foto tersebut, Hyori tersenyum saat melihat foto tersebut. Ia melihat Leeteuk kecil tersenyum manis sambil merangkul Mr.Park dan Mrs.Park orangtuanya. Ia juga melihat dirinya yang masih bayi yang berada dipangkuan Mrs.Park, namun ada sesuatu yang menyita perhatiannya.

”Mirip sekali denganku,” pikirnya sambil melihat seorang bayi yang sangat mirip dengannya yang berada dipangkuan Mr.Park yang terdapat pada foto tersebut. ”Siapa bayi itu ?” pikirnya.

”Hyora~” terdengar suara Mr.Park yang sedang mengigau. ”Hyora ? Siapa dia ? Siapa Hyora ?” gumam Hyori menatap wajah Mr.Park ayahnya lalu kembali menatap foto yang kini dipegangnya. ”Hyoraa~~” lagi-lagi terdengar suara Mr.Park yang mengigau dan membuat Hyori semakin kebingungan.

”Hyora itu siapa ?” gumam Hyori kembali menatap wajah ayahnya. Ia terdiam, ”Apa mungkin Hyora adalah bayi yang ada didalam foto ini ?” pikirnya. Ia meletakan kembali foto tersebut di atas meja kerja Mr.Park, perlahan ia berjalan menjauhi Mr.Park yang sedang tertidur dan keluar dari ruang kerja Mr.Park. ”Hyora~” gumamnya setelah menutup pintu ruang kerja Mr.Park. Ia masih memikirkan siapa Hyora dan siapa bayi yang berada di pangkuan Mr.Park. Ia merasa pikirannya kacau dan lalu ia memutuskan untuk kembali ke kamarnya.

::::::::::::::::::

”Hyaa Sangsun !” panggil Changmin yang membuat Sangsun terkejut. ”Oppa ! bisakan tidak membuat ku terkejut !” protes Sangsun. ”Suruh siapa kau dari tadi melamun huh ?! Seperti orang gila saja senyum-senyum sendiri !” balas Changmin. Sangsun menyeringai.

”Kau ikut tidak ke peresmian butik Hyura ?” tanya Changmin merapikan pakaiannya. ”Omoo aku lupaa ! Tentu saja aku ikut ke peresmian butik Hyura eonni,” jawab Sangsun. ”Jika kau memang ikut, cepat sana siap-siap !” perintah Changmin. ”Awas kalau lama, akan ku tinggal kau !” ancam Changmin. ”Ne tunggu aku !” kata Sangsun seraya berjalan menuju kamarnya untuk bersiap-siap.

:::::::::::::::

”Eunhee,” panggil Minho yang kini duduk di samping Eunhee di salah satu bangku taman tempat mereka biasa lari pagi. ”Hmm ?” gumam Eunhee. ”Masa hanya itu jawaban mu pada Choi Minho sang kekasih Kim Eunhee ?” protes Minho yang lalu membuat Eunhee tersenyum geli mendengar perkataan Minho.

”Kau ini, seperti anak kecil saja !” kata Eunhee. ”Eunhee~ apa kau bahagia bersama ku ?” tanya Minho menatap Eunhee dalam. ”Kenapa kau bertanya seperti itu ?” kata Eunhee yang terkejut dengan pertanyaan Minho. ”Aku bertanya seperti ini, karena aku ingin melihat kau bahagia,” jawab Minho meraih tangan Eunhee dan menggenggamnya erat.

Eunhee bingung harus menjawab apa, ia terdiam. Jujur saja, ia merasa cukup bahagia bersama Minho. Namun kebersamaannya dengan Leeteuk selama kurang lebih 6 tahun membuatnya lebih bahagia walupun kebersamaannya harus diakhiri dan kini hanya sebuah kenangan, tapi itu semua tak dapat ia lupakan begitu saja. Ia tau, kini ia sudah mempunyai Minho namun tetap saja Leeteuk-lah yang kini masih dicintainya.

”Eunhee~” kata Minho lembut. ”Saranghaeyo,” sambungnya menatap Eunhee. ”Na-na do saranghaeyo,” balas Eunhee pelan. Mendengarnya Minho tersenyum bahagia lalu memeluk Eunhee erat. ”Gomawoyo Eunhee,” bisik Minho yang masih memeluk Eunhee. ”Cheonmaneyo oppa,” balas Eunhee seraya tersenyum dalam pelukan Minho.

::::::::::::::::::

“Oppa yakin tidak mau ikut ke acara pembukaan butik Hyura ?” tanya Sangmi yang sudah siap pergi ke acara pembukaan butik Hyura yang ditemani Jaejoong kekasihnya yang kini duduk di samping Donghae yang sedang asik menonton tv di ruang keluarga. “Aniyo, aku ingin menemani eomma saja,” jawab Donghae.

“Padahal, Hyori-ssi  dating loh oppa,” kata Sangmi. “Kau tau dari mana jika Hyori akan datang ?” Tanya Donghae penasaran. “Eunhyuk oppa, dia bilang padaku jika Hyori-ssi akan datang ke acara itu,” jelas Sangmi. Donghe berfikir sebentar,

“Aniyo, lagi pula besok aku akan bertemu dengannya,” kata Donghae tersenyum. “Ya sudah kalau begitu, aku berangkat ya. Annyeong, oppa kkaja,” kata Sangmi seraya menghampiri Jaejoong yang sedang duduk di ruang tamu rumahnya dan pergi meninggalkan Donghae serta eomma dan appanya.

Semenjak ingatan Donghae pulih, Donghae di izinkan pulang dan menjalani rawat jalan dikarenakan ingatan Donghae belum 100% kembali. Seharusnya hari ini ia bersama Sangmi menghadiri acara pembukaan butik milik Hyura adik Eunhyuk sahabatnya, namun kali ini ia sedang ingin menemani Mrs.Lee di rumah karena sudah lama ia tidak bersama Mrs.Lee dan Mr.Lee orangtuanya.

:::::::::::::::::::

Kini mereka semua berkumpul di depan butik baru milik Hyura yang terletak di pusat kota. Butik yang sangat indah dan mampu menarik pelanggan yang cukup banyak. Satu per satu tamu undangan hadir, dari mulai para selebritis hingga para pengusaha dan designer ternama sampai-sampai para perancang busana internasional pun turut hadir dalam peresmian butik baru Hyura yang berada di Seoul. Sebelumnya Hyura mempunyai butik di Paris dan Milan.

Hyuna, Hyori dan Leeteuk tiba bersamaan. Leeteuk menggunakan kemeja putih tanpa dasi dan tak lupa mengenakan jas hitam terlihat sangan tampan yang di ikuti Hyori dan Hyuna dengan gaun putih mutiara yang sangat indah yang merupakan rancangan spesial Hyura yang ia buat khusus untuk Hyori dan Hyuna.

”Kalian terlihat seperti saudara kembar saja,” canda Hyura yang menyambut kedatangan mereka dengan ramah mengenakan gaun merah, rambut yang terurai panjang. Mendengarnya Leeteuk yang berada disamping Hyori terkejut ”Mwo ?!!” ucapnya.

”Oppa, waeyo ?” tanya Hyuna penasaran dengan reaksi Leeteuk yang menurutnya sedikit berlebihan. “Ah, ani,” jawab Leeteuk mencoba mengendalikan dirinya. Melihat respon Leeteuk yang terlalu berlebihan membuat Hyori heran. Ada apa dengan Leeteuk oppa ?—pikirnya.

***

Ah, apa yang telah ku lakukan tadi ?—gumam Leeteuk yang mulai menjauh dari Hyuna dan Hyori.  Dan tiba-tiba saja perhatiannya teralihkan kepada seorang gadis yang mengenakan gaun hitam. Eunhee—gumamnya. Eunhee terlihat begitu cantik, tubuhnya yang ramping, rambutnya yang di sanggul simple dengan beberapa helai rambut yang terurai dan gaun hitam yang mewah membuatnya terlihat begitu sempurna dimata Leeteuk.

Namun ada satu yang membuatnya menyesal, kini Eunhee telah bersama orang lain dan orang itu adalah Minho. Eunhee menatap Leeteuk, lalu Eunhee semakin erat melingkarkan tangannya pada lengan Minho dan tersenyum manis pada Minho begitu pun sebaliknya.

::::::::::::::::::::::::

Kini semua tamu undangan telah datang dan akhirnya peresmian butik Hyura dimulai, lalu mereka memasuki butik tersebut.

”Hyori-ssi,” panggil Sangmi menghampiri Hyori yang sedang menatap para modela Hyura yang sedang memeragakan beberapa busana yang di design-nya. Mulai dari busana casual hingga untuk pernikahan. ”Ah Sangmi,” kata Hyori sedikit terkejut.

”Kau datang sendiri ?” sambung Hyori. ”Aniyo, aku datang besama Jaejoong oppa,” jawab Sangmi tersenyum, terlihat begitu elegan namun simple. ”Kau sendiri ?” kata Sangmi bertanya balik pada Hyori.

”Eum, aku datang bersama Leeteuk oppa dan Hyuna,” jawab Hyori tersenyum, lalu terdiam sejenak. ”Donghae-ssi tidak datang kemari ?” tanya Hyori pelan karena sedikit malu. ”Katanya ia ingin menemani eomma setelah sekian lama menghuni rumah sakit,” kata Sangmi yang pandangannya tak lepas dari para model Hyura.

Hyori mengangguk mendengar jawaban Sangmi dan tersenyum walau pun sedikit kecewa karena Donghae tidak datang padahal tadinya Donghae berkata akan datang.

Tiba-tiba Hyura menghampiri Hyori dan Sangmi. ”Sangmi, kau dicari Jaejoong oppa.” kata Hyura seraya menoleh ke arah Jaejoong yang sedang berbincang bersama Changmin. Jaejoong mengenakan pakaian yng serasi dengan Sangmi sedangkan Changmin mengenakan kemeja putih dengan jas hitam sambil memegang segelas minuman.

Lalu Sangmi segera menghampiri Jaejoong yang sedang bersama Changmin.

***

Sedari tadi mata Changmin tak lepas dari seorang gadis yang mengenakan gaun putih mutiara yang berdiri di samping Sangmi. Changmin memperhatikan gadis itu dengan serius. Manis—pikirnya seraya tersenyum. Ia terus memperhatikan gadis itu yang sedang melihat para model yang berjalan di atas panggung sembil sesekali tertawa bersama Sangmi.

Tiba-tiba saja gadis itu menatap ke arahnya dan membuat Changmin gelagapan. Menyadari dengan sikap Changmin yang sedikit berubah, Jaejoong menepuk pundak Changmin. ”Kau kenapa ?” tanya Jaejoong. ”Ah gwaenchana,” jawab Changmin yang wajahnya mulai bersemu.

“Ya ! kau tau tidak siapa yang besama Sangmi disana ?” kata Changmin memberanikan diri untuk bertanya kepada Jajoong. ”Ah, itu Hyori. Dia dokter yang merawat Donghae,” jelas Jaejoong. ”Waeyo ?” kata Jaejoong yang balik betanya pada Changmin. ”Aniyo~” kata Changmin singkat.

Tiba-tiba Hyura menghampiri Jaejoong dan Changmin. ”Oppa, kalian berdua masih punya hutang pada ku !” kata Hyura. ”Mworago ?” kata Jaejoong. ”Iyaa~~ kata kalian jika aku sudah mempunyai butik di sini, kalian akan menjadi model baru ku.” kata Hyura. ”Jangan bilang kalian lupa !” kata Hyura.

”Aish, mianhae Hyura.” kata Jejoong memelas.

”Ayolah oppa, aku sudah mempersiapkan pakaian yang akan kalian pakai.” kata Hyura cemberut. ”Apakah harus sekarang ?” tanya Changmin lalu Hyura mengangguk dengan mantap. Jaejoong dan Changmin saling bertatapan, seakan-akan berkata ’apa yang harus kita lakukan’ lalu akhirnya Jaejoong dan Changmin mengalah.

”Oh ya, satu lagi. Jaejoong oppa akan berpasangan dengan Sangmi, lalu Changmin oppa akan berpasangan dengan model ku.” kata Hyura menyeringai. ”Ne~~” kata Jaejoong dan Chngmin bersamaan.

”Tapi, bisakah kau panggilkan Sangmi dulu ?” tanya Jaejoong. ”Ne, akan ku panggilkan. Lalu Hyura segera menghampiri Sangmi yang sedang berdiri di samping Hyori. Tidak lama kemudian Sangmi menghampiri Jaejoong dan Changmin.

”Ada apa oppa ?” tanya Sangmi. “Apa Hyura sudah bilang pada mu, jika ia ingin kita menjadi modelnya ?” Tanya Jaejoong. ”Aish, aku lupa, tidak memberi tau oppa. Mianhae,” kata Sangmi. ”Ah gwaenchana,” jawab Jaejoong.

Tiba-tiba asisten Hyura datang menghampiri mereka bertiga. ”Permisi, Kim Jaejoong ?” tanya asisten Hyura tersebut. ”Ne ?” kata Jaejoong. ”Sekarang, waktunya kalian untuk bersiap-siap,” kata asisten Hyura. ”Ah, baiklah.” kata Jaejoong, lalu mereka mengikuti asisten Hyura ke tempat ganti.

:::::::::::::

”Kau mau minum ?” tanya Minho pada Eunhee yang sedang serius melihat para model Hyura. Lalu Eunhee menganggukan kepalanya seraya menoleh pada Minho yang ada di sampingnya. Minho pun berjalan ke meja yang telah disediakan untuk mengambil dua gelas minuman.

”Eunhee~~” ucap seorang lelaki yang menghapiri Eunhee. Eunhee menoleh ke arah seseorang yang memanggilnya tadi, seketika raut wajah Eunhee langsung berubah saat melihat orang yang memanggilnya tadi. Eunhee mencoba menghindar dengan pergi menjauh, namun lelaki tersebut mencegah Eunhee untuk pergi.

”Ku mohon Eunhee, aku ingin bicara pada mu,” ucap lelaki tersebut. Eunhee berusha melepaskan genggaman lelaki tersebut. ”Ku mohon Eunhee, kali ini saja,” sambung lelaki tersebut. Eunhee terdiam dan menatap lelaki tersebut dingin. ”Baiklah, hanya kali ini,” kata Eunhee datar. Lalu mereka berdua pergi ke bagian belakang butik Hyura, dimana terdapat taman mini yang cukup nyaman.

”Cepat katakan apa yang kau mau !” kata Eunhee dingin. ”Eunhee, aku tau aku sudah salah tapi apa kau tau, aku masih mencintai  mu dan aku juga tak bisa melupakan mu,” kata lelaki itu panjang lebar.

”Cih, cinta ? Jika memang kau masih mencintai ku lalu kenapa kau lebih ingin bersama gadis itu ? kau hanya memikirkan perasaan mu dan gadis itu tanpa pernah memikirkan perasaan ku. Apa kau tau betapa sakitnya aku saat aku mengetahui kau akan menikah dengan gadis itu ?” kata Eunhee yang air matanya mulai membasahi kedua pipinya.

”Eunhee—” kata lelaki itu terpotong. ”Cukup, kini aku sudah memiliki Minho oppa, aku tak ingin menyakitinya karena aku sudah mencintainya. Aku permisi Leeteuk-ssi,” sambung Eunhee datar lalu meninggalkan Leeteuk yang masih berdiri menatap kepergiannya. ”Tidak Eunhee, kau tidak mencintainya~~” gumam Leeteuk.

***

Setelah mengambil dua gelas minuman, Minho kembali ke tempat dimana Eunhee menunggunya. Namun saat ia berada di tempat tadi, Eunhee tidak ada. Ia mencari Eunhee, dan akhirnya ia menemukan Eunhee. ”Apa yang sedang ia lakukan ?” pikir Minho saat melihat sesosok lelaki yang dikenalnya sedang berbicara pada Eunhee. Ia ingin sekali menarik Eunhee menjauh dari lelaki itu. Walalupun sebenarnya ia dan lelaki itu adalah teman baik, namun entah mengapa setiap melihat lelaki itu Minho merasa dikhianati. Ia sendiri sebenarnya ingin mehilangkan perasaan itu, namun rasanya sungguh sulit.

Tak lama kemudian Eunhee meninggalkan lelaki itu dan berjalan ke arah Minho. ”Apa yang dia lakukan pada mu ?” tanya Minho pada Eunhee yang kini ada dihadapannya. ”Tak ada, oppa bisakah kita pergi dari sini ?” kata Eunhee berusaha tersenyum semanis mungkin di hadapan Minho.

”Apa kau baik-baik saja ?” tanya Minho yang kini menyentuh bahu Eunhee. ”Aku baik-baik saja, aku hanya ingin pergi dari sini. Lagi pula acara utamanya sudah selesaikan ?” kata Eunhee. ”Baiklah, kalau begitu ayo kita pergi,” kata Minho menggenggam lengan Eunhee. Lalu mereka berdua pun pergi dari butik milik Hyura.

:::::::::::::::::::::::

”Oppa~~” panggil Yoonmi pada Kyuhyun yang sedang berbincang dengan Heechul. ”Yoonmi~ dengan siapa kau kemari ?” tanya Kyuhyun seraya tersenyum ke arah Yoonmi. ”Dengan Jinki sepupu ku dan Ryeowook oppa,” jawab Yoonmi seraya membalas senyuman manis Kyuhyun.

”Ryeowook ? siapa dia ? apakah orang yang kemarin ?” pikir Kyuhyun. ”Kyaa~~ Kyuhyun-ah siapa gadis ini ?” tanya Heechul yang sedari tadi memperhatikan Kyuhyun dan Yoonmi. ”Ah hyung, kenalkan ini Yoonmi teman ku,” kata Kyuhyun mempekenalkan Yoonmi pada Heechul.

”Teman atau temaan~” goda Heechul. Mendengarnya Yoonmi terkejut ”Mworago ?” kata Yoonmi. ”Ah, aniyo~” kata Heechul. ”Kim Heechul imnida,” sambung Heechul membungkukan badannya. ”Choi Yoonmi imnida,” kata Yoonmi yang juga membungkukan badan.

”Hhh, kalau begitu aku permisi dulu,” kata Heechul menepuk pundak Kyuhyun dan pergi meninggalkan Kyuhyun berdua dengan Yoonmi. Keduanya terdiam setelah Heechul pergi meninggalkan mereka berdua.

”Kya~ mengapa jadi canggung seperti ini ?” gerutu Yoonmi dalam hati. ”Bagaimana keadaan ayah mu ?” kata Kyuhyun memulai pembicaraan. ”Sekarang keadaan appa sudah mulai membaik,” jawab Yoonmi dan setelah itu keduanya kembali terdiam. ”Ah, bodoh sekali aku ! hanya menanyakan hal tersebut,” gerutu Kyuhyun dalam hati.

”Noonaa~~ kau dicari hyung,” kata Jinki yang tiba-tiba menghampiri Yoonmi. ”Ah ne, kalau begitu saya permisi,” kata Yoonmi meninggalkan Kyuhyun dan pergi bersama Jinki untuk menghampiri Siwon. ”Tuh kan dia pergi~~” keluh Kyuhyun.

Tiba-tiba ada seorang lelaki yang menghampirinya. ”Permisi,” ucap lelaki tersebut, Kyuhyun merasa mengenali lelaki ini. Ia mecoba mengingat siapa oarang yang kini ada dihadapannya. Ya, lelaki ini adalah lelaki yang kemarin bersama Yoonmi. ”Apakah kau teman Yoonmi ?” sambung lelaki tersebut. ”Ah ne” kata Kyuhyun canggung. Lalu Kyuhyun menatp lelaki tersebut, ”Siapa dia ? tiba-tiba menghampiri ku?” pikir Kyuhyun.

Lelaki tersebut sepertinya menunggu Kyuhyun untuk menyebutkan namanya dan akhirnya Kyuhyun pun memperkenalkan diri. ”Ah, Cho Kyuhyun imnida,” kata Kyuhyun membungkukan badan. Lelaki itu tersenyum ke arah Kyuhyun. ”Kim Ryeowook imnida,” balas lelaki tersebut yang juga membungkukan badannya. ”Oh, ini yang namanya Ryeowook.” pikir Kyuhyun. ”Aku~ kekasih Yoonmi,” sambung lelaki itu. Seketika Kyuhyun terkejut mendengar pengakuan orang yang bernama Ryeowook ini.

”Apa maksud lelaki ini ?” pikir Kyuhyun menatap Ryeowook dalam. ”Aku permisi,” kata Kyuhyun dingin dan tanpa mendengar jawaban dari Ryeowook, ia langsung meninggalkan Ryeowook sendirian.

::::::::::::::::::::::::::

”Hai,” sapa Eunhyuk pada Hyuna yang sedang menikmati makanan yang tersedia diasana. ”Apa yang kau lakukan disini ?” tanya Hyuna sinis saat mengetahui siapa yang tadi menyapanya. ”Hyaa~ ini kan butik adik ku !” kata Eunhyuk.

”Mworago ? Lee Hyura itu adik mu ?” tanya Hyuna tak percaya. ”Kasihan sekali Hyura mempunyai kakak seperti mu,” sambung Hyuna. ”Ya ! mengapa kau selalu bersikap seperti itu pada ku ?” protes Eunhyuk. ”Karena kau menyebalkan !” jawab Hyuna cuek.

”Memangnya aku punya salah apa pada mu ?” tanya Eunhyuk heran. ”Kau telah membuatku kehilangan CD yang sangat aku inginkan !” jawab Hyuna menatap Eunhyuk sinis. Tiba-tiba Eunhyuk menarik lengan Hyuna. ”Kyaa~ Lepaskan aku !” kata Hyuna berontak, berusaha melepaskan genggaman tangan Eunhyuk namun tenaga Eunhyuk cukup kuat sehingga ia sulit untuk melepaskan diri.

”DIAM!!~” bentak Eunhyuk terlihat sedikit kesal dan membuat Hyuna kaget, Hyuna pun terdiam mengikuti langkah Eunhyuk yang ternyata menghampiri Hyori. ”Hyori, aku pinjam sepupu mu,” kata Eunhyuk menatap Hyori seraya tetap menggenggam lengan Hyuna dan membuat Hyori menatap mereka berdua heran.

”Mwo ? pinjam ?” kata Hyori heran, Hyori menatap Eunhyuk dan Hyuna. ”Sepupu mu akan selamat sampai rumah, nanti aku yang akan mengantarnya sendiri.” sambung Eunhyuk. ”Hhh, baiklah~” kata Hyori mengangguk lalu Eunhyuk langsung pergi dan berkata ”Gomawoo Hyori~” dengan tetap menarik Hyuna.

Hyori menatap Hyuna yang juga menatap Hyori yang seakan-akan berkata ’Tolong aku Hyori~’. Eunhyuk dan Hyuna akhirnya pergi dari butik baru Hyura dengan mobil milik Eunhyuk.

:::::::::::::::::::

”Kau kenapa Hyura ?” tanya Siwon pada Hyura yang terlihat gelisah. ”Model yang seharusnya berpasangan dengan Changmin oppa kakinya terkilir,” jawab Hyura. ”Tenanglah, jangan panik,” kata Siwon menenangkan Hyura. ”Aku yakin, kau pasti bisa menyelesaikan ini,” kata Siwon tersenyum ke arah Hyura. Lalu Hyura membalas senyuman manis Siwon.

Tiba-tiba ada seorang wanita yang menghampiri Hyura dan Siwon. ”Hyura, ku dengar model mu ada yang terkilir ?” tanya wanita tersebut. ”Ah ne, apa  yang harus aku lakukan ?” tanya Hyura pada wanita tersebut.

”Apakah ada model lain ?” tanya wanita tersebut. Hyura hanya menggeleng menjawab pertanyaan wanita itu. ”Ah, oppa ini adalah Heecha eonni yang waktu itu ku ceritakan,” kata Hyura memperkenalkan wanita tadi pada Siwon. ”Kim Heecha imnida,” kata wanita itu. Kim Heecha adalah senior Hyura saat di Paris dan ia juga merupakan designer ternama di Paris sekaligus rekan Hyura saat mendirikan butiknya di Paris dan ia juga adalah sahabat Chanhae.

”Choi Siwon imnida,” balas Siwon. ”Hyura, apa yang terjadi ?” tanya Sangmi penasaran seraya menghampiri Hyura. ”Model yang seharusnya berpasangan dengan Changmin oppa kakinya terkilir,” jawab Hyura lesu. Sangmi terlihat berpikir.

”Ah aku tau !” kata Hyura yang mulai sedikit lebih bersemangat. ”Siapa ?” tanya Siwon, Heecha dan Sangmi bersamaan. ”Hyori~” kata Hyura tersenyum. Sangmi terlihat berpikir lalu berkata, ”Ide bagus, Hyori memiliki tubuh yang tinggi dan jika dipikir-pikir ia cocok.”

”Baiklah, aku akan segera kembali,” kata Hyura. Lalu ia pergi mencari Hyori. Tak lama kemudia ia menemukan Hyori dan menghampirinya. “Hyori~ ku mohon, bantulah aku,” kata Hyura to the point. “Memangnya ada apa Hyura ?” tanya Hyori sedikit khawatir. “Aku butuh bantuan mu untuk menjadi modelku,” pinta Hyura. ”Mwo ? model ?” kata Hyori ragu.

“Ku mohon, lagi pula bukankah saat sekolah bersama Eunhyuk oppa dulu kau selalu pernah menjuarai perlombaan model ?” kata Hyura. “Iya sih~ tapi itu kan sudah lama sekali,” kata Hyori. ”Ku mohon~~~” kata Hyura dengan nada memohon. Hyori terlihat berpikir sejenak lalu menjawab permohonan Hyura. “Baiklah~”

“Gomawo~~~ kalau begitu ayo ikut aku !” kata Hyura senang seraya menarik Hyori menuju ruang ganti para model.

***

Setelah mereka berada di ruang ganti para model, Hyura segera memisahkan pakaian yang akan di pakai oleh Hyori. Di ruangan itu sudah terdapat Sangmi dan Jaejoong yang kelihatannya sudah siap dengan para model yang lain. Suasananya terlihat sangat sibuk dan tak ada yang besantai, semuanya bekerja.

“Oh ya, Changmin oppa ini Hyori dan Hyori ini adalah Changmin oppa. Saat naik ke atas panggung, kalian merupakan pasangan,” kata Hyura memperkenalkan Hyori pada Changmin.

“Park Hyori imnida,” kata Hyori seraya membungkukan tubuhnya. “Shim Changmin imnida,” balas Changmin yang juga membungkukkan tubuhnya lalu tersenyum pada Hyori.

Lalu Hyori kembali di dandani oleh Hyura, setelah itu ia ganti pakaian di sebuah ruangan yang terletak di dalam ruang ganti tersebut. Tak lama kemudian Hyori keluar dengan gaun yang sudah disiapkan oleh Hyura. Cantik—gumam Changmin dalam hati saat Hyori keluar dengan gaun yang sangat pas dengannya, bagaikan seorag putri.

“Baiklah, sekarang saatnya kalian tampil,” kata Hyura pada Hyori dan Changmin. Lalu keduanya naik ke atas panggung, keduanya terlihat sungguh profesional dan juga terlihat sangat cocok. Semua yang melihatnya berdecak kagum. Begitupun saat Sangmi dan Jaejoong tampil. Mereka berdua benar-benar cocok dengan busana pernikahan yang sangat indah.

::::::::::::::::::::::::::

”Hyaaa~~ kemana anak itu ? ku tinggal pulang baru tau rasa dia !” keluh Heechul yang sedari tadi mencari Jira. Namun saat ia sedang sibuk mencari Jira adik nya tiba-tiba ia tidak sengangaja menubruk seorang gadis. Gadis cantik yang memiliki garis keturunan Korea dan Eropa. ”Mianhae, jeongmal mianhae,” kata Heechul menatap gadis itu yang  sedang menunduk. ”Ne, gwaenchana,” kata gadis itu seraya mengankat wajahnya menatap Heechul.

Seketika Heechul terkejut saat melihat gadis yang sedang berdiri dihadapannya. “Ra-Yuri~” kata Heechul pada gadis itu. Gadis itu menatap Heechul heran. ”Yuri ? sepertinya aku pernah mendengar nama itu,” pikir gadis itu. ”Kau~ Yuri ?” tanya Heechul yang tak lepas menatap gadis itu. ”Mianhae, aku bukan Yuri. Permisi~” kata gadis itu heran seraya meninggalkan Heechul sendirian. Heechul terdiam, ia masih tidak percaya jika ia kan bertemu kembali dengan gadis itu.

”Oppa~” kata Jira mengejutkan Heechul. ”Oppa waeyo ?” tanya Jira menatap Heechul, ia yakin ada yang tidak beres dengan kakaknya. ”Yuri~” kata Heechul pelan. ”Mworago ?” tanya Jira yang tak kalah terkejut jika Heechul kakaknya ini menyebutkan nama Yuri. ”Oppa~ sebaiknya kita pulang sekarang,” kata Jira lembut yang lalu menggandeng lengan Heechul dan pergi dari butik Hyura untuk segera kembali ke rumah.

:::::::::::::

”Sangsun~” panggil Jinki yang kini sedang berbincang dengan Taemin yang membuat Taemin ikut menoleh kearah Sangsun. Betapa terkejutnya Taemin saat melihat Sangsun yang mengenakan mini dress cokelat yang membuat Sangsun terlihat sangat cantik.

”Hai~” kata Sangsun menghampiri Jinki dan Taemin. Menyadari Taemin yang dari tadi menatapnya dengan tatapan terpesona Sangsun pun menepak kepala Taemin. ”Ya! Kenapa kau dari tadi bengong ?” tanya Sangsun.

”Ah, ani~” jawab Taemin seraya mengusap kepalanya yang baru saja di tepak oleh Sangsun. Melihat tingkah Taemin membuat Sangsun senyum-senyum sendiri.

”Cangmin-hyung mana ?” tanya Jinki tiba-tiba yang membuat Taemin dan Sangsun tersadar dari khayalan mereka masing-masing. ”Oppa sedang siap-siap untuk menjadi model,” kata Sangsun.

“Ring ding dong ring ding dong … Ring diggi ding diggi ding ding ding … Ring ding dong ring ding dong … Ring diggi ding diggi ding ding ding”  terdengar suara ponsel milik Taemin yang berbunyi, menandakan ada telepon masuk.

“Yeobosseyo~” kata Taemin mendekatkan ponsel yang dipeganggnya ke dekat telinganya. Tak lama kemudian, Taemin membeikan ponselnya pada Sangsun dan berkata “Changmin-hyung.” Lalu Sangsun segera mengambil ponsel Taemin dan berbicara dengan Changmin kakaknya.

***

“Yeobosseyo,” kata Sangsun. “Yeobosseyo~” balas Changmin. “Ada apa ? kenapa tidak menelepon ke ponsel ku ?” Tanya Sangsun. “Harusnya aku yang bertanya kenapa dari tadi telepon dari ku tak kau angkat ?” kata Changmin.

Lalu Sangsun segera merogoh tas tangannya untuk mengambil ponsel miliknya. Dan ternyata benar saja, sudah ada 10 panggilan tak terjawab dari Changmin. ”Ah aku lupa jika ponsel ku di silent,” kata Sangsun menyeringai. ”Ya sudah~ oh ya, oppa tak bisa pulang dengan mu. Jika kau mau pulang, pulanglah berszama Taemin. Arasso ?” kata Changmin menjelaskan.

”Mworago ? bersama Taemin ?” kata Sangsun terkejut dan melirik ke arah Taemin yang ada di sampingnya. ”Kenapa harus dia ?” keluh Sangsun pada kakaknya itu. ”Ya ! memangnya kenapa ? bukankah rumahnya dekat dengan rumah kita ?” tanya Changmin. ”Iya sih~ tapi… memangnya tak ada orang lain ?” kata Sangsun.

”Sudahlah~ lagi pula tadi oppa sudah bilang padanya untuk mengantarmu pulang,” kata Changmin. ”Hhhh, baiklah~” kata Sangsun lesu. ”Kalau begitu sudah dulu ya, sebentar lagi oppa akan naik ke panggung,” kata Changmin. Lalu perckapan kedua kakak beradik itu pun berakhir.

***

Sangsun mengembalikan ponsel milik Taemin, lalu Taemin menerimanya seraya tersenyum ke arah Sangsun dan berkata ”Kita pergi yuk!”

”Hah ? kemana ?” tanya Sangsun. Taemin tak menjawab, ia hanya tersenyum lalu menarik lengan Sangsun. ”YA! Kalian mau kemana ?” tanya Jinki yang ditinggal pergi oleh Taemin dan Sangsun. ”Mau tau saja !” kata Taemin menoleh ke arah Jinki lalu melanjutkan langkahnya sambil terus menarik Sangsun.

::::::::::::

”Kemana anak itu ?” protes Yesung yang sedari tadi mencari Jira namun ia tak berhasil menemukannya. ”Apa dia sudah pulang ?” gumam Yesung. Ia mengeluarkan ponselnya dari saku jas yang ia pakai, lalu ia cari nama Jira dari daftar kontaknya dan ia tekan tombol call. Ia terus menerus mencoba menghubungi Jira, namun tak ada jawaban dari Jira. ”Aish, kemana anak ini ?” keluh Yesung. Lalu ia keluar menuju tempat parkir butik Hyura dan melajukan mobilnya menuju rumah Jira.

***

Tak perlu waktu lama, akhirnya Yesung sampai di depan rumah Jira. Yesung keluar dari mobilnya dan berjalan menuju pintu depan rumah Jira lalu ia tekan bell yang terdapat di dekat pintu depan rumah Jira. Tak lama kemudia Jira membukakan pintu rumahnya.

”Sedang apa kau disini ?” tanya Jira terkejut melihat Yesung sudah berada di sepan rumahnya. ”Tadi kau kemana ? kenapa tidak memberitau ku jika kau pulang duluan ? lalu kenapa kau tidak mengangkat telepon dari ku ?” tanya Yesung bertubi-tubi, mendengar pertanyaan Yesung yang bertubi-tubi Jira menatap Yesung.

”Tunggu, memangnya kenapa jika aku pulang duluan ? lalu kenapa aku harus laporan pada mu jika aku ingin pulang ke rumah ku sendiri ?” Kata Jira sedikit kesal pada Yesung. Mendengar perkataan Jira, Yesung langsung gelagapan karena ia pun tak tau mengapa ia bersikap seperti itu pada Jira padahal ia tak mempunyai hubungan khusus dengan Jira.

”Karena kau—bawahan ku,” kata Yesung asal. ”Mworago ? lalu kenapa jika aku bawahan mu ? kau pikir kau bisa mengatur ku ?” kata Jira kesal mendengar jawaban yang baru saja ia dengar langsung dari mulut Yesung.

”Bu-bukan itu maksud ku,” kata Yesung. ”Lalu apa ?” tanya Jira menatap Yesung. Namun Yesung tedim dan tak memberi jawaban. ”Hhhh, lebih baik kau pulang,” kata Jira datar lalu masuk kedalam rumahnya dan menutup pintunya, meninggalkan Yesung yang masih berada di luar. Baru beberapa langkah meninggalkan pintu depan rumahnya, Jira langsung terdiam dan menghentikan langkahnya.

”Apa yang tadi aku katakan ? Astaga apa yang telah ku lakukan tadi ?” gumam Jira. ”Sebenarnya ia tak salah,” sambungnya. Ia membalikan tubuhnya dan berjalan kembali menuju pintu depan rumahnya. Saat ia hendak membuka pintunya kembali, ia mengintip melalu jendela rumahnya. Wajahnya langsung murung saat mendapati mobil Yesung sudah tak berada di depan rumahnya lagi. Sudah pergi—gumam Jira.

::::::::::::

”Hyori~~ gomawo atas bantuannya,” kata Hyura tersenyum pada Hyori. ”Ne, cheonmaneyo~” kata Hyori tersenyum pada Hyura. ”Aku tidak tau jika tidak ada kau apakah acara ini akan lancar,” kata Hyura. ”Tidak usah berlebihan seperti itu~” kata Hyori. ”Kau pulang sendiri ?” tanya Hyura. ”Ne aku pulang sendiri,” jawab Hyori seraya menganggukan kepalanya. ”Memangnya Leeteuk oppa kemana ?” tanya Hyura.

”Ia pulang duluan sepertinya ia tidak enak badan,” jelas Hyori. ”Memangnya tidak apa-apa kau pulang sendiri ?” tanya Hyura. ”Ya—bukan berarti aku lupa jalanan di sini setelah setelah aku pergi,” kata Hyori tersenyum dan lalu Hyura menyeringai. ”Baiklah kalau begitu hati-hatilah dijalan,” kata Hyura. ”Ne, annyeong~” kata Hyori yag lalu keluar dari ruang untuk para odel berganti pakaian dan pergi meninggalkan Hyura.

Tidak lama setelah keluar dari butik Hyura dan hendak menyetop taksi, tiba-tiba ada seorang lelaki yang memanggilanya, ”Hyori~~” panggil lelaki itu. Hyori pun menghentikan langkahnya dan membalikan badannya pada lelaki yang tadi memangilnya.

”Changmin-ssi ?” kata Hyori heran seraya menatap Changmin yang kini berdiri dihadapannya. ”Ku antar kau pulang,” kata Changmin to the point seraya menunjuk mobilnya yang terparkir di tempat parkir butik Hyura.

Lalu dengan ragu Hyori menerima ajakan Changmin. Ia pun memasuki mobil Changmin dan akhirnya Changmin melajukan mobilnya menuju rumah Hyori.

::::::::::::::::::::::

Hyuna terheran melihat sikap Eunhyuk yang dingin. ”Kenapa anak ini ?” pikir Hyuna. Sadar dengan sikap Hyuna yang sedari tadi menatapnya, Eunhyuk pun langsung berkata ”Kau kenapa dari tadi menatap ku seperti itu ?”

Mendengar pertanyaan Eunhyuk, Hyuna langsung tersadar dari lamunannya. ”Ah, ani~~” kata Hyuna. Dan keduanya kembali tediam. Kini mereka sampai di toko kaset saat mereka pertama kali bertemu. Eunhyuk masuk kedalam toko kaset tersebut dan disusul Hyuna yang terus bertanya-tanya apa yang adan ilakukan Eunhyuk.

Eunhyuk mengambil CD yang waktu itu diperebutkannya lalu membayarnya ke kasir dan akhirnya menhampirinya. ”Ini~” kata Eunhyuk memberikan CD tersebut, dengan ragu Hyuna menerima CD yang diberikan Eunhyuk.

”Hutang ku lunas kan ? jadi kau tak ada alasan lagi untuk marah-marah pada ku,” sambung Eunhyuk seraya tersenyum dan memamerkan gigusnya. Jadi, dia melakukan ini agar aku tak marah-marah lagi padanya ?—gumam Hyuna dalam hati. ”Babo !” kata Hyuna yang tiba-tiba menepak kepala Eunhyuk. ”Aww !” kata Eunhyuk kesakitan seraya mengusap kepalanya.

“Kau mau menyogok ku huh ?” kata Hyuna yang tetap jutek. ”Kyaa~ kau ini, kenapa dimatamu aku selalu salah ?” keluh Eunhyuk. Hyuna berpikir sejenak ”Benar juga ya, kenapa dimataku anak ini selalu salah. Padalah ia tak punya salah apapun pada ku.

”Sudahlah, aku ingin pulang !” kata Hyuna yang lalu keluar dari toko kaset itu terlebih dahulu dan disusul oleh Eunhyuk. ”Dasar wanita gila !” keluh Eunhyuk.

::::::::::::::::::

”Terima kasih sudah mengantar ku pulang,” kata Eunhee pada Minho saat sampai di depan rumahnya. ”Kau ini, kau adalah kekasih ku dan kau adalah oarang yang sangat ku cintai dan juga sangat berarti bagi ku. Jadi, sudah menjadi kewajiban ku untuk menjaga mu setiap saat bahkan untuk menjadi supir pribadi mu,” kata Minho. Eunhee tersenyum mendengar perkataan Minho berusan.

”Mau masuk ?” tawar Eunhee. ”Tidak usah, aku akan pulang saja,” jawab Minho. ”Kalau begitu hati-hatilah dijalan. Aku masuk ya,” kata Eunhee yang lalu mencium kilat pipi Minho dan keluar dari mobil Minho.  Eunhee melambaikan tangannya pada Minho dan Minho membalas lambaian tangan Eunhee. “Apakah ini tandanya kau mulai mencintai ku Eunhee ?” pikir Minho seraya melajukan mobilnya.

:::::::::::::::::::

”Untuk apa kita kesini ?” tanya Sangsun saat sampai di sebuah tama bermain bersama Taemin. ”Entahlah, rasanya aku ingin kemari.” jawab Taemin. ”Dasar aneh !” kata Sangsun. ”Hatchiiii~” tiba-tiba saja Sangsun bersin, lalu Taemin membuka jas yang dipakainya dan jas itu dipakaiakan pada Sangsun. ”Ada apa dengan anak ini ? kenapa jadi perhatian seperti ini ?” pikir Sangsun. “YA! Kau tau tidak, kemarin aku diantar pulang oleh Yonho oppa~” kata Sangsun semangat, namun tidak dengan Taemin.

Setiap ia menengar nama Yunho dari mulut Sangsun, ia merasa kesal dan seakan-akan ia ingin memusnahkan lelaki yang bernama Yunho tersebut. ”Lalu, apa hubungannya dengan ku ?” tanya Taemin dingin. ”Kau ini, tak bisakah kau ikut bahagia saat melihat salah satu teman baikmu bahagia ?” protes Sangsun. ”Tidak jika berhubungan dengan lelaki itu,” kata Taemin datar. ”Kau ini kenapa ? setiap mendengar nama Yunho oppa kau selalu dingin pada ku. Memangnya apa salah Yunho oppa pada mu ?” katanya Sangsun yang mulai kesal.

”Sebaiknya aku pulang, terima kasih jasnya,” kata Sangsun mengembalikan jas milik Taemin seraya berdiri lalu meninggalkan Taemin yang masih duduk diam di salah satu bangku taman yang terdapt di taman tersebut. ”Kenapa dimata mu hanya lelaki itu yang paling istimewa bagi mu ?” gumam Taemin.

::::::::::::::::::

”SIAL !! Kenapa harus ada lelaki itu !” gerutu Kyuhyun saat sampai di apartemennya. ”Ternyata ia sudah mempunyai seorang kekasih, Kyuhyun bodoh !” sambungnya yang semakin kesal. ”Aku berharap tak pernah bertemu dengannya,” kata Kyuhyun melempar vas bunga yang ada di hadapannya hingga pecag berkeping-keping. Di ambillah ponsel miliknya dari saku celana hitam yang dipakainya. Ditekan nomor ponsel yang dihafalnya diluar kepala. Tak lama kemudian ayah Kyuhyun mengangkat telepon darinya. ”Kapan aku bertemu dengan calon tunangan ku ?” tanya Kyuhyun to te point pada ayahnya itu.

–To Be Continued…

2 thoughts on “[FF] I Think I Love You part 7”

  1. Daebak
    salut ma ni author bisa bgt bikin ff yg tokoh d’dalam’a super banyak mn cerita’a bagus lagi . .

    lanjut dong author . .
    mian langsung coment d’part ini . .🙂
    salam kenal

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s