[FF] Because I Love You [part 2 of 2]

Title: Because I Love You

Author: fishyoriga
Rating : PG+15 / straight
Casts: Kim Kibum (Super Junior) and OC
Other Casts: Super Junior
Genre: Romance, Friendship, AU, Angst
Length : Twoshoot/Chaptered
Part: 2 of 2

Disclaimer : The characters in this story is the character of their own with a bit of my imagination and this story is only a fiction. So don’t sue me.

A/N :
– You can find other cast when you read this story.
– I dedicate this story to my friends.
– Don’t forget to give your comments.

READ THE PREVIOUS CHAPTERED HERE.

***

Cinta itu sungguh rumit bukan ?
Hhhh, karena cinta sikap orang menjadi berubah. Itu menurut ku~
Yang tadinya tak pedulu menjadi peduli, yang tadinya tak mau tau jadi selalu ingin tau dan yang tadinya marah mungkin akan menjadi tak marah.
Hhh, sungguh membuat ku bingung dan tak mengerti.
Mengapa aku bisa mencintainya ? Mencintai gadis yang sebenarnya ku tak kenal.
Yaa~~ itulah cinta~~

***

Hyori menatap Hyera tajam. Ia tak mengerti apa yang sebenarnya yang sedang dilakukan oleh Hyera. Terlihat raut wajah Hyera yang seakan-akan memohon pada Hyori untuk tak bicara yang sebenarnya. Mereka semua terdiam— sibuk dengan pikiran mereka masing-masing terutama Hyori dan Hyera hingga akhirnya Kibum memulai pembicaraan.

”Ya! Ayo duduk~” kata Kibum memecah keheningan diantara mereka berempat. Lalu Hyori dan Donghae duduk tepat dihadapan Hyera dan Kibum. Terlihat dengan sangat jelas Hyera merasa tak nyaman dengan situasi yang seperti ini. ”Hmm, aku permisi dulu~” kata Hyera. ”Kau mau kemana ?” tanya Kibum seraya mencegah Hyera pergi.

”Aku mau ke toilet dulu sebentar~” jawab Hyera pelan. ”Hmm, aku juga mau ke toilet dulu sebentar~” kata Hyori. Dan lalu Hyera dan Hyori pergi ke toilet, meninggalkan Donghae dan Kibum.

***

”Apa yang sedang kau lakukan Hyera ?” tanya Hyori to the point pada Hyera yang sedang membasuh kedua tangannya di westafle. ”Sungguh Hyori~ aku tak bermaksud melakukan ini semua~” kata Hyera berbalik menghadap Hyori. ”Melakukan apa ? Menyamar menjadi kembaran mu, begitu ?” tebak Hyori tepat sasaran.

Hyera mengangguk pelan. ”Aish~ bagaimana jika Kibum-ssi tau yang sebenarnya ?” tanya Hyori dengan nada yang sedikit tinggi. ”Apa kau tau, Donghae oppa adalah teman baik Kibum-ssi~” sambung Hyori sambil menatap Hyera.

Hyera terdiam, benar juga apa yang dikatakan oleh Hyori. Donghae-ssi adalah teman baik Kibum oppa, bagaimana jika Donghae-ssi bercerita pada Kibum oppa jika ia bukanlah Hyura melainkan Hyera— saudara kembar Hyura. Hyera semakin terjerumus ke jurang yang ia buat sendiri. Ia benar-benar bingung— tak tau apa yang harus dilakukannya sekarang. Apalagi saat ini bukan hanya Hyuna dan Hyura yang mengetahui kebohongannya, melainkan Hyori dan juga Donghae.

”Mengapa kau menjadi seperti ini Hyera ? apa yang telah terjadi pada mu ?” tanya Hyori pelan. ”Sungguh Hyori~ aku tak bermaksud melakukan ini semua~” jawab Hyera lirih. ”Lalu apa yang akan kau lakukan sekarang ?” kata Hyori datar.

”Mollayo~~~~” jawab Hyera sangat pelan.

::::::::::::::::::::

Selama dalam perjalanan pulang, Kibum tak berhenti tersenyum dan sesekali menoleh pada Hyera yang duduk di kursi penumpang­­­­–– tepat di sampingnya.

“Ya! Kenapa oppa tersenyum seperti itu ?” tanya Hyera yang merasa tak nyaman dengan kelakuan Kibum.

“Aniyo~~ aku hanya sedang bahagia hari ini, gomawo Hyura~~” ucap Kibum menatap Hyera dan membut wajah Hyera menjadi merah padam.

“Err–– kenapa aku ini ? yang dia ucapkan itu bukan untukku tapi untuk Hyura, ayolaah~~ Hyera kau harus sadar !­­” ucap Hyera dalam hati.

***

Tak berapa lama, akhirnya mereka tiba didepan rumah Hyera. Kibum turun terlebih dahulu dan membukakan pintu mobil untuk Hyera. “Terima kasih sudh mengantr ku~” kata Hyera saat turun dari mobil Kibum dan lalu berjalan meninggalkn Kibum, karena ia ingin menenangkan diri setelah tadi ia dibuat tersipu dengan kelakuan Kibum.

“Hyura~~” panggil Kibum menghentikan langkah Hyera dan mendekati Hyera. Hyera membalikan tubuhnya dan tiba-tiba saja ia dapat merasakan lembutnya bibir Kibum yang mendarat di bibirnya.

“Astaga ! apa yang harus kulakukan ?” piker Hyera. Perlahan Kibum melepaskan ciumannya. “Saranghaeyo~ Hyura~~” ucap Kibum memperlihatkan senyuman mautnya.

Hyera masih diam membatu, tak percaya dengan apa yang baru saja terjadi padanya. “Na ddo,” kata-kata itu terucap begitu saja dari mulut Hyera dan membuat Kibum semakin bahagia.

“Kalau begitu, aku pulng dulu. Annyeong~~” pamit Kibum yang hanya dibalas oleh senyuman Hyera. Dan Hyera memasuki rumahnya.

***

“Apa yang kau lakukan Hyera ?” tanya Hyura saat Hyera memasuki ruang tamu rumah mereka. “Hyura ? kau~~ belum tidur ?” tnya Hyera terbata-bata–– terkejut melihat Hyura yang sudah berdiri dengan tatapan tak percaya.

“Mengapa kau diam saja saat Kibum mencium mu ? dan mengapa kau pergi dengan Kibum tanpa member tau ku ?” tanya Hyura yang langsung membuat Hyera terdiam. “Aku tau jika kau mencinti Kibum, tapi ku mohon~~ jangan saat ini–– maksud ku kita belum menyelesaikan masalah kita Hyera~~” kata Hyura dengan nada memohon.

“Mianhae~ aku tak bermaksud untuk membuat segalanya lebih rumit. Aku juga tak tau jika Kibum-ssi akan mencium ku seperti tadi. Mianhae Hyura~” kata Hyera yang mulai akan meneteskan air mata.

“Ini bukan salah mu Hyera~ aku mohon, kau jangan menangis. Jika kau memang benar-benar sudah mencintainya, aku akan menyelesikan semuanya sekarang juga~” kata Hyura berjalan menghampiri pintu. Saat Hyura akan membuka knop pintu, Hyera menahan lengannya.

“Jangan~ biar aku saja yang menyelesaikannya~” ucap Hyera.

::::::::::::::::

“HAAAH ? APA ? KAU DI CIUM ?” teriak Hyuna saat Hyera menceritakan apa yang terjadi kemarin malam pada Hyuna. “Sssstt ! jangan berteriak !” kata Hyera menyadari jika beberapa teman-temnnya yang lain memperhatikan mereka berdua. Hyuna merasa risih dengan tatapan teman-temannya. “Apa kalian lihat-lihat ?!” kata Hyuna dan bergasil membuat teman-temannya tak menatap aneh lagi kea rah mereka berdua.

“Apa kau serius ?” tanya Hyuna melajutkan pembicraannya bersama Hyera yang tadi sempat tertunda. Hyera hanya mengangguk pelan menanggapi perkataan Hyuna. “Aish, Lee Hyera babo ! babo ! babo ! babooo~~! Lalu kau diam saja ?” tanya Hyuna sedikit gemas pada Hyera.

“Aku ‘kan tidak tau jika dia akan mencium ku~~” kata Hyera membela diri. “Lalu, bagaimana rasanya ?” tanya Hyuna polos. “Kau ingin tau rasanya ?” kata Hyera mengerling jahil dan dijawab dengan anggukan Hyuna–– dengn tampang yang tentu saja polos. “Kau coba sendiri saja dengan Hyukjae oppa~” sambung Hyera menahan tawa.

“Hyukjae oppa ? Lee Hyukjae kakak mu ? memangnya ada hubungan apa dia dengan ku ?” tanya Hyuna tersipu. “Hyukjae oppa menyukai mu bodooh !” kata Hyera tak dapat menahan tawanya dan akhirnya Hyera tertawa puas.

“Jeongmal ? aku tak percaya pada mu, kau pasti bohong ! iya ‘kan ?” kata Hyun memalingkan wajahnya karena ia tau kini wajahnya sudah merah seperti kepiting rebus. “Untuk apa aku bohong pada mu ? lagi pula, bukankan kau juga menyukai Hyukjae oppa ?” kata Hyera masih di iringi oleh tawanya.

“Sudaah~~ ! jangan tertawakan aku teruuus !” kata Hyuna setengah berteriak.

:::::::::::::

“Apakah kau mengenal dengannya ?” tanya seorang gadis pada Hyori yang sedang sibuk dengan buku bacaannya seraya memperlihatkan foto Hyera yng terdapat didalam ponsel Hyori.

Hyori menolehkan kepalanya kesamping, melihat fotonya bersama Hyera dulu. “Ne, dia Hyera sahabat ku~” kata Hyori menjawab pertanyaan Yoonmi, teman sekelasnya kini. “Hyera ? bukankah namanya Hyura ?” kata Yoonmi bingung.

“Hyura itu saudara kembarnya Hyera~ dan yang kau lihat itu adalah Hyera~” jelas Hyori. Yoonmi mengangguk mendengar penjelasan Hyori. Hyori menghentikan kegiatannya membaca novelnya yang sengaja ia bawa ke sekolah, ia menatap Yoonmi yang asik memainkan ponsel miliknya.

“Tunggu sebentar~ kau mengenal Hyura ?” tanya Hyori menatap Yoonmi. Yoonmi mengangguk menjawab pertanyaan Hyori dan berkata, “Ne, aku mengenalnya. Hyura ‘kan  kekasih Siwon oppa~”. “Mworgo~~ kekasih Siwon ? Asataga ! sebenarnya apa yang telah terjadi ?” piker Hyori.

Yoonmi menatap temannya yang satu ini. “Ya! Kau kenapa ?” tanya Yoonmi. “Gwaenchanayo~” jawab Hyori tersenyum ringan pada Yoonmi.

::::::::::::::::::

“Kibum-ah, ayo kita ke game centre !” ajak Donghae dan Kyuhyun–– salah satu teman Kibum dan Donghae yang sangat tergila-gila dengan game. “Aku sedang tk ingin ke game centre~” tolak Kibum sehalus mungkin. “Ayolaaah~~ lagi pula kita sudah lama tidak pergi ke game centre bertiga~” bujuk Kyuhyun dengan PSP yang setia menemaninya.

“aku sedang tak ingin pergi ke sana, kalian pergi saja berdua~” tolak Kibum yang tetap dengan keputusannya. “Hhh, baiklah~ ayo kyu~” kata Donghae menarik Kyuhyun yang tak lepas dari PSP yang dimainkannya dan meninggalkan Kibum yang sibuk dengan laptop yang berada dihadapannya.

***

Saat Donghae dan Kyuhyun sedang asik bermain game, tiba-tiba Donghae melihat sesosok Hyura yng sedang berjaln dengan seorang pria. Ia berjalan keluar dari game centre untuk memastikan siapa yang ia lihat. Dan ternyata memang benar, gadis yang ia lihat itu adalah Hyura­–– tapi siapa lelaki yang berjana di sampingnya ?

“yeobosseyo~~ Hyori, kau dimana ? Hari ini aku ingin bertemu dengan mu, kau tunggulah disana. Aku akan menjemput mu, arra ?” kata Donghae berbicara dengan Hyori melalui ponselnya. Setelah berbicara dengan Hyori, Donghae dengan segera menuju tempat parkir dan segera menuju sekolah Hyori menggunakan mobil miliknya.

::::::::::::::::::

“Ya! Apa yang kau katakana ?” bentak Kibum pada Donghae setelah mendengar cerita mengenai Hyura-Hyera. “Aku hanya ingin kau tau, jika yang selama ini bersama mu adalah Hyera ! Bukan Hyura !” kata Donghae dengan nada suara yang cukup tinggi.

“Kau jangan berkata yang tidak-tidak !” kata Kibum yang semakin marah. “Terserah kau saja ! aku sudah memberitaukan yang sebenarnya. Terserah kau mau percaya atau tidak pada ku. Yang jelas aku tak ingin sahabatku ditipu oleh mereka !” kata Donghae datar dan meninggalkan Kibum sendirian di kamarnya. Dan Donghae segera menstater motor sport-nya, lalu dengan segera Donghae meninggalkan rumah Kibum.

Ya~~ Donghae telah mengetahui semuanya, mengetahui apa yang terjadi selama ini. Ternyata dugaannya tepat, ia sudah curiga saat ‘Hyura’ begitu perhatian terhadap Kibum. Dan ternyata orang itu bukanlah Hyura melainkan Hyera.

***

“Apa benar apa yang dikatkan Donghae ?” piker Kibum karena ia tau jika Donghae tak pernah berbohong padanya.

“Yeobosseyo~ Hyura~ bisakah kita bertemu besok ?… apa perlu ku jemput ?… oh~ baiklah, kita bertemu di tempat bias jam 2, bagaimana ?… oke~” kata Kibum berbicara dengan ‘Hyura’ melalui ponselnya.

::::::::::::::::::

Hyera berjalan memasuki salah satu pusat perbelanjaan di derah Myeongdong. Ia menatap jam tangan biru yang dipakainya. Baru jam 1.30, jadi masih ada waktu untuk jalan-jalan sendiri sebelum bertemu dengan Kibum. Ia melihat-lihat pameran yang kebetulan diadakan di situ.

Saat ia menatap sekeliling, betapa terkejutnya saat ia mendapati Hyura sedang berada di situ juga dengan Siwon. “Astaga~ bagaimana jika Kibum sudah dating dan melihat mereka berdua juga ?” pikir Hyera. Tanpa berpikir lagi, Hyera segera menghampiri Hyura dan Siwon.

“Annyeong~” ucap Hyera pada Hyura dan Siwon. “Annyeong~” jawab Hyura dan Siwon bersamaan sambil tersenyum pada Hyera layaknya pasangan yang sangat bahagia.

“Kau sedang apa disini ?” tanya Hyura heran. “Aku hanya sedang jalan-jalan,” jawab Hyera. “Err­­–– oppa, bisakah aku bicara dengan Hyura berdua ?” sambung Hyera menatap Siwon. “Tentu saja~” jawab Siwon memamerkan senyumannya. Lalu Hyera dan Hyura pergi meninggalkan Siwon untuk sementara.

***

Kibum berjalan menuju sosok gadis yang ia yakini sebagai Hyura. Tetapi Kibum menghentikan langkahnya ketika melihat gadis itu menghampiri seorang gadis yang benar-benar mirip dengan gadis tadi. Lalu kedua gadis itu pergi meninggalkan seorang lelaki. Kibum memutuskan untuk mengikuti kedua gadis tersebut.

***

Hyura dan Hyera berhenti di dekat pintu keluar tangga darurat. “Hyura~ apa yang kau lakukan disini bersama Siwon oppa ?” ucap Hyera khawatir. “Memangnya ada apa ?” tanya Hyura kebingungan. “Aku akan bertemu disini dengan Kibum-ssi jam 2” jelas  Hyera menatap Hyura.

“Mworago ? kenapa tidak bilang dari tadi ?” tanya Hyura panic. Hyura menatap jam tangannya, sudah jam 2 lebih 10 menit. “Hyera~ sekarang sudah lebih dari jam 2~” ucap Hyura lemas.

Tiba-tiba terdengar suara tepuk tangan. Hyura dan Hyera terkejut bukan main saat melihat orang yang tepuk tangan tadi adalah Kibum. “O-oppa~ oppa sudah datang ?” ucap Hyera terbata-bata. “Ne, aku sudah datang Lee Hyera~” ucap Kibum menatap  Hyera lekat dan membuat Hyera semakin lemas.

“Kenapa kalian lakukan ini semua pada ku ? apa salah ku ? Hyura~ apakah aku menyakiti mu ?” tanya Kibum bertubi-tubi dengan nada suara kesal. “A-aku~~ mianhae oppa, tapi aku~~,” kata-kata Hyura terhenti karena Kibum memotong perkataannya. “Karena kau mencintai laki-laki lain, benar ‘kan ?” ucap Kibum tersenyum sinis kepad mereka berdua.

“Oppa, ini bukan salah Hyura~” ucap Hyera memberanikan diri. “Maaf~ aku tk ada urusan dengan mu Lee Hyera !” ucap Kibum dingin menatap Hyera kesal. Hyera terdiam, kata-kata itu begitu terasa menyakitkan baginya. Ia ingin menangis, rasanya sakit sekali.

“Oppa~ ku mohon~ dengarkan aku untuk kali ini~” pinta Hyera lirih. “Untuk apa ? toh semuanya sudah jelas sekarang ! Maafkan aku Hyera, jika aku nantinya malah membenci mu,” jawab Kibum datar.

“Apa ? benci ? Kibum oppa akan membenci ku ? Tuhan~~ apa yang harus aku lakukan ?” gumam Hyera dalam hati.

“Maaf, jika aku mengganggu kesenangan kalian~” ucap Kibum berjalan meninggalkan mereka. Hyura melihat keadaan Hyera, ia tak tega melihat Hyera seperti ini. Dengan segera Hyura menghampiri Hyera dan memeluknya. Hyera pun akhirnya menangis di dalam pelukan Hyura.

::::::::::::::::::

Sudah beberapa hari ini Kibum menghindari Hyera. Telepon dan pesan sinkat pun tak ada yang dibalas satu pun. Kini Hyera benar-benar menyesal, seharusnya ia segera memutuskan hubungan denga Kibum. I tak tau harus berbuat apa lagi agar Kibum dapat memaafkannya. Ia mengutuk diri sendiri, ia merasa ada sesuatu yang telah hilang dari dirinya.

“Hyera~ mianhae~” ucap Hyura menghampiri Hyera yang tengah menangis di balkon kamarnya. “Tak apa, lagi pula ini bukan salah mu juga Hyura~” kata Hyera yang tak dapat menghentikan tangisnya. “Aku merasa orang yang sangt bodoh~~ aku terus bersembunyi dan tak pernah mengatakan apa yang ingin aku katakana,” kata Hyera menundukan kepalanya.

Hyura yang tak tega melihat keadaan saudara kembarnya yang seperti ini, Hyura memeluk Hyera. Membiarkan Hyera menangis didalam pelukannya. Ia sadar betul, seharusnya ia tak meminta bantuan pada Hyera. “Mianhae Hyera~” ucap Hyura melepaskan pelukannya.

“Hyura~ aku ingin ke rumah nenek~” kata Hyera tiba-tiba dan membuat Hyura terkejut. Ya–– rumah nenek merekalah yang akan menjadi tempat yang sangat menenangkan bagi Hyera. “Tapi…” kata-kata Hyura terhenti saat melihat Hyera yang menatapnya dengan tatapan memohon.

“Ku mohon Hyera~ jangan melarang ku kali ini~” ucap Hyera

Rumah nenek Hyura dan Hyera terletak di daerah Moonkyung. Tempat itu bisa dibilang sebagai tempat pelarian untuk Hyera. Jika Hyera mesara sudah benar-benar merasa tak nyaman, ia pasti akan pergi ke rumah neneknya dan Hyura lah orang pertama yang akan diberi tau olehnya ika ia ingin pergi kerumah neneknya.

:::::::::::::::::::

Kibum merasa ada sesuatu yang hilang dari dirinya. Ia merasa menjadi orang yang paling bodoh sedunia. Tetapi bukan karena ia telah tertipu oleh Hyura dan Hyera, melainkan ada hal lain yang mengganjal dalam pikirannya. Apa mungkin ia telah jatuh cinta terhadap Hyera ?

“Kibum-ah~ ada yang mencari mu~” ucap Mrs.Kim–– ibu Kibum dari balik pintu kamar Kibum. “Siapa eomma ?” tanya Kibum menghampiri pintu kamarnya dan membukakan pintu kamarnya. “Hyura yang mencari mu~” jawab Mrs.Kim menatap putranya. “Mwo ? bilang saja aku sedang tidur atau apalah !” kata Kibum dingin.

“Ya! Kau ini adalah seorang pria, jangan lari dari masalah ! kau harus menyelesaikan masalahmu sekarang juga !” desak Mrs.Kim menatap putranya yang telihat tak bersemangat. “Eomma tau darimana aku sedang ada masalah ?” tanya Kibum. “Kim Kibum~ kau adalah putra ku jadi aku tau apa yang kau rasakan saat ini~” kata Mrs.Kim menyentuh pipi kiri Kibum dengan lembut dan membuat Kibum  merasa nyaman.

“Sekarang, ayo temui dia~” bujuk Mrs.Kim dan akhirnya Kibum menuruti perkataan ibunya itu.

***

“Ada apa ?” tanya Kibum dingin saat bertemu dengan Hyura. “Kita harus bicara~” ucap Hyura menatap Kibum. “Katakan saja~” kata Kibum.

“Mianhae~ aku tau aku salah, aku tak bermaksud membohongi mu. Kau boleh membenciku tapi ku mohon, jangan benci Hyera. Dia melakukan itu karena aku yang meminta padanya. Dia tak salah apa-apa, ku mohon~~” kata Hyura lirih.

Kibum terdiam mendengar pengakuan Hyura. “Memangnya kenapa aku tak boleh membencinya ? bukan kah ia juga salah telah melakukan apa yang kau inginkan ?” kata Kibum sinis. “Karena Hyera mencintai mu~” jawab Hyura menatap laki-laki ini lekat.

“Dia mencintai mu melebihi yang kau tau, ku mohon~ kali ini percya pada ku. Hyera sudah cukup merasakan sakit. Aku tak ingin dia merasakan sakit lebih dari ini,” jelas Hyura. Kibum terkejut bukan main mendengar perkataan Hyura tadi. Apakah benar Hyera mencintainya. Kibum terdiam, ia tak tau harus berkata apa lagi.

“Aku sudah selesai, permisi~” kata Hyera membalikkan tubuhnya dan berjalan meninggalkan Kibum yang masih terdiam. “Tunggu ! dimana Hyera sekarang ?” tanya Kibum menatap Hyura.

Hyura menghentikan langkahnya dan membalikan tubuhnya menghadap Kibum. “Ia sekarang sedang ada di stasiun, ia akan pergi ke Moonkyung. Pergilah~ sebelum ia benar-benar melupakan mu~~” kat Hyura. Tanpa berpikir lagi, Kibum segera mengambil kunci motor sport-nya dan pergi menuju stasiun.

::::::::::::::::::

“Kau dimana Hyera~~ ?” gumam Kibum yang terus mencari sosok Hyera diantara kerumunan orang yang berada di stasiun. Ia terus mencarinya, menanyakannya pada orang-orang yang berpapasan dengannya.

“Ya! Kau mau kemana hah ?” tanya Kibum menatap Hyera yang sedang berjalan dengan membawa tas pakaian dengan lekat. Hyera menghentikan langkahnya, lalu ia membalikan tubuhnya. Dilihatnya Kibum sedang berdiri di hadapannya dengan nafas yang tak beraturan.

“Kau~ sedang apa disini ?” tanya Hyera lirih dan pelan, namun terdengar jelas oleh Kibum. “Aku… Ya! Urusan kita belum selesai !” kata Kibum menghampiri Hyera. “Urusan ? memangnya ada apa lagi ? bukan kah kau sudah sangat membenci ku ? jadi, untuk apa kau bertemu dengan ku lagi ?” tanya Hyera menunuduk, ia tak berani menatap Kibum. Ia takut Kibum akan semakin membencinya.

“Hhh, apa kau lupa ? kau telah mencuri sesuatu dari ku !” kata Kibum sinis. “Ne ?” kata Hyera yang semakin kebingungan, ia sungguh tak mengerti apa yang dikatakan oleh Kibum. “Mecuri–– memangnya apa yang telah ku curi darinya ?” pikir Hyera.

“Kau pasti bertanya-tanya ‘kan. Lee Hyera, kau harus tau, kau telah mencuri perhatian ku, mencuri cinta ku dan mencuri sebagian hidup ku. Jika kau tetap pergi, maka kau telah mencuri kebahagiaan ku.” kata Kibum panjang lebar seraya menggenggam tangan Hyera yang mungil. “A-apa maksud mu ?” tanya Hyera yang kini semakin tak mengerti apa yang dikatan oleh Kibum.

“Aku mencintai mu Hyera~ kau lah orang yang kucintai selama ini. Aku mencintai seorang gadis yang bernama Lee Hyera, dan gadis itu adalah kau~” ucap Kibum menatap Hyera lekat. “Ku mohon~ jangan pergi dari ku~” sambung Kibum.

Hyera tersenyum mendengar kata-kata Kibum. Tak terasa airmata membasahi kedua pipi Hyera. Hyera berhambur ke pelukan Kibum. Betapa bahagianya ia saat ini. Ia tak mau kehilangan Kibum. Ia sudah benar-benar mencintai lelaki yang kini ada dihadapannya.

-END-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s