[FF] First Snow

Title: First Snow

Author: fishyoriga
Rating : PG+15 / straight
Casts: Lee Donghae (Super Junior) and OC
Other Casts: Super Junior
Genre: Romance, Friendship, AU, Angst
Length : Oneshoot
Part: –

Disclaimer : The characters in this story is the character of their own with a bit of my imagination and this story is only a fiction. So don’t sue me.

A/N :

– You can find other cast when you read this story.

– This story is my imagination.

***

Maaf~ maaf karena aku telah membuat mu kesal, maaf karena aku telah membuatmu marah dan kecewa.

Aku melakukan ini hanya untukmu, untuk seseorang yang selalu setia menemaniku, untuk seseorang yang selalu tersenyum dihadapanku, untuk seseorang yang sangat berarti dalam hidupku dan untuk seseorang yang sangat teramat aku cintai.

Apa kau masih marah padaku ? Maaf kan aku, karena aku tak akan bisa hidup tanpamu. Karena aku sangat mencintaimu…

***

Di suatu malam di musim dingin kota Seoul , dimana semua orang tengah tertidur pulas dan di mana semua orang tengah bermimpi indah terdapat seorang anak perempuan yang masih terjaga dari tidurnya menunggu seseorang untuk menghubungi nya .

“Aish, kenapa dia belum menghubungiku ? padahal tadi dia berjanji untuk menghubungi ku malam ini. Tapi kenapa dia belum menghubungi ku juga ?” gumam anak itu.

Dia terus menunggu dan menunggu , tetapi orang yang dinantinya tidak kunjung menghubunginya sampai-sampai dia pun tenggelam dalam heningnya malam lalu dia pun akhirnya tertidur.

:::::::::::::::::

“Hyori ! ayo bangun !” ucap Leeteuk kakak seorang gadis yang bernama Park Hyori. Ia berusaha untuk membangunkan Hyori sambil menggoyang-goyangkan tubuh Hyori. “Aish aku masi mengantuk .” jawab Hyori sambil membalikan tubuhnya membelakangi Leeteuk.

“Ayooo bangun Hyori !” sambung Leeteuk yang masih berusaha membangunkan Hyori yang kini menarik selimut yang digunakan Hyori. “Memangnya kau tidak sekolah hari ini ?” Tanya Leeteuk. “tentu saja aku sekolah .” jawab Hyori yang masih tertidur sambil memeluk bantal berbentuk strawberry kesayangannya.

“Kalau kau memang hari ini akan ke sekolah kenapa kau sekarang masih tertidur ? kau tau sekarang jam berapa ? sekarang itu sudah jam 6.30 ! jika kau tidak bangun juga nanti kau terlambat !” sambung Leeteuk.

“Mwo ?” Hyori langsung terbangun dari tidurnya lalu dia langsung melihat jam dinding berwarna biru sapphire yang di gantung di dinding kamarnya,“Aish, aku terlambat !” Hyori langsung berlari kecil menuju kamar mandinya dan tidak sengaja menabrak salah satu meja hias yang terletak di dekat pintu kamar mandi.

Dialah Park Hyo Ri, putri kedua pasangan Mr.Park dan Mrs.Park yang masih bersekolah di salah satu sekolah menengah atas yang terdapat di Seoul. Mr.Park adalah slah satu pengusaha hebat yang terkenal di Seoul dan Tokyo, sedangkan Mrs.Park adalah seorang designer terkenal seantero kota Seoul . Dan Park Jung Soo yang biasa dipanggil Leeteuk, putra pertama pasangan Mr.Park dan Mrs.Park yang akan menjadi penerus perusahaan milik Mr.Park yang sekarang bekerja menjadi wakil direktur utama perusahan ayahnya sekaligus kakak Hyori.

Leeteuk dan Hyori sangat akrab walau terkadang terjadi pertengkaran kecil yang disebabkan oleh hal yang sepele, namun walau pun begitu Leeteuk sangat menyayangi Hyori adik satu-satunya begitupun dengan Hyori.

***

Setelah selesai mandi dan bersiap-siap, Hyori segera menuju ruang makan yang terletak di lantai pertama rumahnya. Di ruang makan sudah ada Mts.Park dan Leeteuk.

”Appa mana eomma ?” tanya Hyori kepada eommanya sambil mengambil sebuah roti tawar yang sudah diolesi selai strawberry kesukaannya. ”Appa sudah pergi ke kantor dari tadi.” jawab eomma Hyori. ”Kau kenapa bisa sampai telat bangun Hyori ?” sambung eomma Hyori.

”Hehe mian, aku tidur larut malam~” jawab Hyori sambil memasang tampang tak berdosa. ”Kau ini, eomma kan sudah bilang. Jangan tidur larut malam. Lalu kenapa kau tidur sampai larut malam seperti itu ?” tanya Mrs.Park menasehati putrinya.

“Karena–” belum sempat Hyori menyelesaikan kalimat yang akan di katakannya , Leeteuk langsung memotong pembicaraan Hyori ”Karena hyo ri menunggu telepon dari kekasihnya, iya ’kan Hyori ?” ucap Leeteuk sambil tersenyum puas karena telah berhasil membuat muka Hyori memerah karena malu sambil memamerkan lesung pipitnya.

”Benarkah itu Hyori ?” tanya Mrs.Park sambil menatap Hyori dengan tatapan curiga. ”Ah, aniyo ! itu semua tidak benar !” ucap Hyori sambil menatap sinis Leeteuk. ”Mmm—aku sudah terlambat, aku pergi ke sekolah dulu~” sambung Hyori.

”Mau ku antar tidak ? Hahaha~” tanya Leeteuk sambil tertawa. ”Tidak ! aku naik bis saja !” jawab Hyori kesal sambil pergi meninggalkan Mrs.Park dan Leeteuk yang masih berada diruang makan.

::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

Sesampai nya di depan gerbang sekolah, Hyori langsung berlari menuju kelasnya karena sebentar lagi bel tanda pelajaran dimulai akan segera bebunyi. Dan tepat saat hyo ri sampai di depan kelasnya, bel pun berbuyi.

Terdengar Hyori yang kelelahan karena berlari saat memasuki ruangan kelasnya. ”Kau kenapa Hyori ? kau bangun kesiangan lagi ?” tanya Yoonmi, teman sebangkunya sekaligus sahabat Hyori dari kecil .

”Hmm~ iyaa, hehehe~” jawab Hyori seperti orang yang bersalah. ”Kenapa ? karna kekasih mu itu ? memangnya kenapa lagi ?” tanya Eunhee kembali. ”Kemarin dia janji akan menghubungi ku, tapi dia tidak menghubungi ku juga~” jawab Hyori sambil menundukan kepalanya.

”Lalu kau menunggunya sampai larut malam ?” tebak Eunhee. ”dari mana kau tau Eunhee ?” tanya Hyori yang terkejut karena tebakkan Eunhee tepat. ”Aku sudah mengenal mu sejak kecil, jadi aku tau persis sifat mu.” jelas Eunhee.

”Selamat pagi anak-anak” ucap pak guru yang memasuki ruangan kelas Hyori, Yoonmi dan Eunhee.

Lalu pelajaran pun dimulai .

:::::::::::::::::::::::::::

Setelah beberapa jam belajar di dalam kelas mereka pun pergi ke kantin untuk beristirhat. Sesampainya di  kantin Hyori, Eunhee dan Yoonmi memesan makanan dan minuman kesukaan mereka lalu menuju salah satu bangku yang terdapat di kantin dan mereka pun duduk d bangku tersebut.

”Hmm, dia mana yaa ?” gumam Hyori sambil mengedarkan pandangannya ke segala penjuru kantin, mencari seseorang yang dinantinya. ”Kau mencari siapa Hyori ?” tanya Yoonmi penasaran.

”Ng—aniyo~ ” jawab Hyori singkat dan langsung meminum minuman yang baru saja di antar oleh salah satu petugas kantin.

”Oh iya, beberapa minggu lagi ’kan malam natal, apa kau sudah membuat rencana dengan keksih mu.” ucap Eunhee.

”Aish~ belum, akhir-akhir ini saja aku jarang mengobrol dengannya. Jangan ’kan mengobrol, sms yang ku kirim sja tidak dia balas.” jawab Hyori lesu. ”Kau telepon dia saja~” ucap Yoonmi berusaha memberikan semangat.

”Percuma saja, dia juga jarang mengangkat telepon dari ku.” ucap Hyori yang semakin lesu . ”lalu kalian sendiri bagaimana ?” sambung hyo ri. ”Hehe, malam natal nanti aku akan jalan-jalan bersama Kyuhyun oppa. dia mengajakku pergi ke taman sambil melihat pohon natal raksasa yang indah.” jawab Yoonmi dengan semangat .

”Enaknya~” gumam Hyori iri. ”Lalu kau Eunhee ?” tanya Hyori. Eunhee tersenyum, wajahnya mulai bersemu merah. ”Aku akan jalan-jalan bersama kakak mu Hyori~” kata Eunhee. ”Aish~~ Leeteuk kurang ajar ! pantas saja kemarin malam ia senyum-senyum sendiri. Ternyata ia sudah punya recana dengan mu. Kau sebaiknya hati-hati dengan Leeteuk oppa !” kata Hyori kesal.

Lalu setelah mereka selesai menghabiskan pesanan mereka , Eunhee dan Yoonmi pergi menemui Leeteuk serta Kyuhyun sedangkan Hyori segera menuju ke ruang kelas yang terdapat di sebelah ruang kelasnya.

***

”Permisi, ada Lee Donghae ?” tanya Hyori kepada salah satu teman Donghae—kekasih Hyori. ”Baru saja donghae keluar~” jawab Sungmin—salah satu teman sekelas Donghae. ”Kau tau kemana dia pergi ?” tanya Hyori kembali.

”Katanya dia mau ke kantin bersama Eunhyuk,” jawab Sungmin. ”Oh begitu~” ucap Hyori sambil menghela nafas. ”Memangnya kau tidak bertemu dengan Donghae di kantin ?” sambung Sungmin.

”Hmm, aniyo~” jawab Hyori sambil menggelengkan kepalanya.  ”Kalu begitu sampaikan padanya jika aku mencarinya dan katakan juga pulang sekolah nanti aku menunggunya di depan pintu gerbang.” sambung Hyori.

”Baiklah~” ucap Sungmin.

Lalu Hyori pun pergi meninggalkan sungmin yang berada di depan pintu kelasnya dan masuk ke kelasnya sendiri.

***

Tidak lama setelah Hyori masuk ke kelasnya, Donghae pun kembali dari kantin bersma Eunhyuk sambil membawa snack kesukaannya dan duduk di sebelah Sungmin yang sedang sibuk membaca sebuah buku favoritnya.

”Kau sudah kembali, tadi ada yang mencari mu tuh~” ucap Sungmin yang masih tetap membaca bukunya. ”Nugu ?” tanya Donghae penasaran sambil membuka bungkus snack yang di bawa nya dari kantin dan memakannya satu per satu.

”Siapa lagi kalau bukan Hyori kekasih mu.” jawab Sungmin sambil menutup bukunya dan mengambil beberapa snack yang dimakan oleh Donghae. ”Dan dia bilang, dia akan menunggu mu di depan gerbang sepulang sekolah nanti~” sambung Sungmin.

Setelah mendengar jika hyori mencarinya, raut wajah Donghae tiba-tiba berubah seakan-akan sedang ada masalah besar yang sedang dia hadapi.

”Oh ya~ sebelumnya aku minta maaf, kau sedang bertengkar dengan Hyori ?” tanya Sungmin sambil menatap Donghae. ”Ah, aniyo~ aku—dan dia baik-baik saja~” jawab Donghae singkat sambil meninggalkan sungmin menuju teman-temannya yang lain yang sedang berada di barisan belakang, sedangkan sungmin sendiri masih menatap Donghae dengan heran karena akhir-akhir ini sikap Donghae berubah menjadi lebih dewasa dari biasanya setelah beberapa bulan yang lalu dia dan hyori resmi berpacaran.

Lee Donghae, seorang anak laki-laki yang sekarang menjadi pacar Hyori adalah seorang yang energic dan penuh semangat, dia adalah anak dari seorang pengusaha terkenal seantero kota Seoul dan dia adalah salah satu anggota klub dance di sekolahnya yang cukup populer. Ayahnya adalah rekan kerja ayah Hyori. Donghae adalah sahabat Cho Kyuhyun kekasih Choi Yoonmi teman Hyori dan akhir-akhir ini sikap Donghae sedikit berubah yang tadinya kekanak-kanakan sekarang menjadi lebih dewasa setelah Donghae dan Hyori beberapa hari yang lalau pergi bersama.

:::::::::::::::

”Ah~ akhirnya usai juga pelajaran hari ini.”ucap Eunhee sambil sibuk merapikan buku-bukunya. ”Dan akhirnya besok kita mulai libur musim dingin, asiik nya~” pekik Yoonmi dengan semangat.

”Oh ya, mau pulang bareng ga ?” ajak Eunhee sambil membalikan tubuhnya menghadap Hyori, namun ajakan Eunhee tidak di respon oleh Hyori.

”Aish anak ini~” gumam Eunhee dalam hati. ”HYORII !” ucap Eunhee yang kesal karena apa yang dia katakan sedari tadi tidak di tanggapi oleh Hyori.

Lalu Hyori pun terkejut dan tersdar dari lamunannya. ”YA! EUNHEE-YA ! kau pikir aku tuli ?” ucap Hyori kesal. ”Habisnya dari tadi kau tidak merespon apa yang tadi ku katakan !” jawab Eunhee.

”Ah mian~” jawab Hyori sambil menundukan kepalanya. ”Apa yang sedang kau pikirkan ? ceritakan semuanya pada ku.” hibur Yoonmi.

”Hmm, gwaenchana~ jangan khawatirkan aku,” jawab Hyori tersenyum yang dipaksakan. ”Baiklah, kalau begitu mau pulang bareng tidak ?” ajak Eunhee.

”Tidak terimakasih, aku masih ada urusan~” jawab Hyori. ”Kalau begitu aku dan Yoonmi pulang duluan ya, Ohya selamat natal~” ucap Eunhee. ”Iya~ selamat natal juga~” ucap Hyori sambil tersenyum melihat Eunhee dan Yoonmi yang semakin lama semakin menjauh dari hadapannya.

Lalu Hyori pun segera merapikan bukunya dan segera menuju pintu gerbang.

:::::::::::::::::::::

”Hyori~” terdengar suara lelaki yang ia kenal memanggilnya. ”Oppa~” ucap hyo ri sambil mengembangkan senyuman kepada Donghae. ”Mian~ kau pasti sudah lama menunggu ku,” sambung Donghae sambil menggruk kepala yang sebenarnya tidak gatal sama sekali.

”Gwaenchanayo~ akhir-akhir ini kenapa kau sulit ku hubungi ?” tanya Hyori dengan penasan. ”Mianhae~ akhir-akhir ini aku—sibuk.” jawab Donghae merasa bersalah. ”Sibuk apa oppa ?” Hyori semakin penasaran. ”Bukan apa-apa~ ini tidak penting,” jawab Donghae singkat.

”Tidak penting bagaimana ? kau tau ?! semalaman aku menunggu telepon dan balasan sms dari mu, sampai-sampai aku tidur larut malam. Dan kau tidak menghubungi ku juga. Apakah itu masih tidak penting bagi mu ?” ucap Hyori hampir menangis.

”Bukan itu maksud ku , tapi ………”

”Tapi apa ? apa kau lupa hari ini adalah hari terakhir masuk sekolah saat musim dingin dan sebentar lagi adalah malam natal, apa kau lupa akan hal itu ?” ucap Hyori yang akhirnya mengeluarkan air mata. ”Atau mungkin, kau memang tidak mau menghubungi ku lagi ?” sambung Hyori sambil mengusap air matanya perlahan.

”Bukan itu maksud ku~ aku tidak mungkin lupa kan semua hal itu,” ucap Donghae sambil memegang kegua bahu Hyori. ” Lalu apa ?” tanya Hyori sambil menatap mata donghae dalam-dalam. Namun Donghae terdiam tidak dapat menjawab pertanyaan Hyori.

Hyori menghela nafas. ”Nan jib-e gago sip-eo !” ucap Hyori sambil pergi meninggalkan Donghae. Tapi Donghae berusaha mencegah Hyori dengan menggenggam tangan Hyori. ”Aku antar kau pulang~” ucap Donghae.

”Tidak perlu ! aku bisa pulang sendiri !” balas Hyori sambil melepaskan genggaman tangan Donghae dan pergi meninggalkan Donghae .

Sementara itu Donghae masih terdiam, lalu Kyuhyun segera menghampiri Donghae yang sedari tadi melihat pertengkaran antara Donghae dan Hyori. ”Kenapa kau tidak jujur saja padanya jika selama ini kau bekerja sambilan dan tidak sempat menguhubunginya ?” tanya Kyuhyun yang sekarang berada si samping Donghae.

”Aku tidak ingin dia merasa tidak enak,” jawab Donghae. ”Justru jika kau seperti ini, kau membuatnya semakin tersiksa. dia sangat mencemaskan mu, dia sangat mencintai mu Donghae !” sambung Hyukjae yang entah sejak kapan sudah berada di antara Donghae dan Kyuhyun.

”Lalu aku harus bagaimana ?” tanya Donghae bingung seraya menggaruk kepalanya yang sebenarnya tidak gatal. ”Sebaiknya kau jujur padanya,” ucap Kyuhyun sambil meninggalkan Donghae.

::::::::::::::::::::::

”Aku pulaang !” ucap Hyori sesampainya di rumah dengan raut wajah yang muram. ”Ya! pelankan suara mu !” balas Leeteuk dengan nada kesal.

”Oppa tidak ke kantor ?” tanya Hyori. ”Aniyo~ aku sedang ingin di rumah,” jawab Leeteuk. ”Eomma kemana ?” tanya Hyori lagi. ”Eomma pergi ke butik .” jawab Leeteuk singkat. ”Ada apa ? seperti nya kau ada masalah, ceritakanlah pada ku,” sambung Leeteuk menatap adiknya.

Lalu akhirnya Hyori menangis di hadapan Leeteuk. ”Kemarilah !” ucap Leeteuk sambil menarik Hyori ke dalam pelukannya. ”Menangislah sepuas mu, sampai hati mu merasa tenang lalu ceritakan lah semuanya pada ku~” sambung Leeteuk sambil membelai rambut panjang Hyori yang terurai dan mempererat pelukannya.

Setelah merasa lebih tenang Hyori pun tidak menagis lagi dan Leeteuk mulai melepaskan pelukannya lalu Hyori menceritakan semua kejadian yang terjadi padanya.

”Kau mencitainya kan ?” tanya Leeteuk menatap Hyori yang ada dihadapannya. Hyori hanya mengangguk tnpa mengeluarkan sepatah kata pun. ”Kalau begitu~ seharusnya kau percaya pada nya,” sambung Leeteuk.

”Aku percaya padanya tapi jika dia seperti ini dan tidak cerita pada ku bagaimana aku bisa mengetahui apa yang terjadi pada nya ?” ucap Hyori.

”Kalau memang kau belum siap untuk bertemu dengan nya kembali tidak apa-apa, tenangkan lah dulu perasaan mu. jika kau sudah merasa lebih baik temui lah dia~” ucap Leeteuk.

”Hhh, baiklah~” balas Hyori sambil meninggalkan Leeteuk menuju kamarnya .

::::::::::::::::::::::::

Hari demi hari pun dilalui oleh Hyori dengan dengan suasana yang berbeda—tanpa Donghae disisinya. Dan begitu pun dengan apa yang dirasakan oleh Donghae. Dan akhirnya malam natal pun tiba.

”Neorago (Neorago)~ Neorago (Neorago)~ Nan nobunirago (Neorago)~ Neorago (Neorago)~” terdengar suara ponsel Hyori. Terdapat 1 pesan baru. Dibukanya pesan itu dan ternyata pesan itu dari Donghae—orang yang sebenarnya sangat dirindukannya.

Received         : 07:00pm

From               : Pabo Fishy

Hyori, mianhae~ aku selama ini tidak memberi kabar dan menghubungi mu. Aku harap sekarang kau datang ke taman yang waktu itu. Aku menunggu mu Hyori, sarangheyo ♥

Namun Hyori tidak memperdulikannya karena dia masih belum ingin bertemu dengan Donghae.

”Kau tidak pergi menemuinya ?” tanya Leeteuk yang sedang duduk di sebelahnya. ”Untuk apa aku pergi ? lagi pula mana mungkin dia menunggu ku di sana,” jawab Hyori yang tetap menonton tv.

”Kau tau ? aku kemarin melihat Donghae bekerja sambilan di sebuah rumah makan,” sambung Leeteuk. ”Mwo ? gojitmalhaji maseyo !” ucap Hyori.

”Aku tidak bohong , aku melihatnya sendiri .” ucap Leeteuk. ”Lalu untuk apa dia bekerja sambilan ?” tanya Hyori yanng mulai penasaran.

”Dia bilang pada ku, dia ingin memberikan kado natal yang dia beli dari uang hasil jerih payah nya sendiri. Dia ingin membelikan sesuatu yang kau inginkan saat kau dan dia pergi bersama beberapa minggu yang lalu,” ucap Leeteuk panjang lebar.

”Maksud mu—” belum sempat Hyori menyelesaikan perkataannya, Leeteuk langsung berbicara. ”Ne~ kalung berinisial DH,” kata leeteuk menatap Hyori.

Lalu hyo ri hanya bisa terdiam dan akhirnya masuk ke dalam kamarnya , dia tidak menyangka jika donghae benar-benar serius dengan perkataannya saat itu , dia semakin merasa bersalah pada donghae .

”Apa benar oppa bekerja sambilan demi aku ? apa itu benar ?” gumam Hyori dalam hati sambil mengingat kejadian saat dia dan donghae pergi besama.

*FLASH BACK*

Setelah beberapa minggu yang lalu Donghae dan Hyori berpacaran, mereka pun pergi bersama ke suatu tempat yang sangat indah di hari pertama musim dingin. Tempat yang dapat melihat indahnya laut biru yang jernih.

Lalu mereka pergi jalan-jalan untuk melihat-lihat, sepanjang jalan yang mereka lewati terdapat toko-toko yang menjual beberapa jenis aksesori. Lalu tanpa sengaja Hyori melihat sebuah kalung yg kebetulan liontinnya berinisial DH, kalung itu sangatlah indah. Di taburi petmata yang amat berkilauan.

”Kau suka kalung itu ?” tanya Donghae. ”Ne~ sangat indah,” jawab Hyori. ”Kalau begitu nanti akan ku belikan,” ucap Donghae sambil menatap Hyori lekat.

”Hmm, tidak usah. Kau tidak usah membelikannya~” ucap Hyori tersenyum. ”Oh ya, bagaimana kalau kita duduk di sana,” sambung Hyori mengalihkan pembicaraan sambil menunjuk ke arah salah satu bangku yang terdapat di sebuah taman yang sangat indah dan mereka pun duduk di situ sambil menikmati indahnya langit sore.

”Kau tau Hyori, aku sangat senang bisa bertemu dengan mu~” ucap Donghae. ”Aku juga oppa~” sambung Hyori.

”Hatchii~~”

”Gwaenchana ?” tanya Donghae . ”Ah, gwaenchana~” jawan Hyori sambil tersenyum.

Donghae melepas jaket yang ia kenakan, lalu mengenakannya pada Hyori. Lalu Donghae merangkul Hyori agar gadir itu tidak kedinginan.Dan Hyori pun menyandarkan kepalanya pada bahu Donghae. ”Aku akan membuat mu bahagia, aku janji. Sarangheyo~” sambung Donghae sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Hyori. Lalu bibir Donghae pun mendarat di bibir Hyori dengan sangat lembut.

Salju pertama musim dingin pun mulai turun, Hyori sangat bahagia karena dapat melihat salju pertama turun bersama orang yang sangat dicintainya.

*FLASH BACK END”

Sudah jam 9.30 malam, Hyori hampir lupa akan hal yang sangat penting. Dia segera mengambil jaketnya lalu berlari menuju taman dimana dia melihat salju pertama turun bersama donghae. Dia terus berlari, dia tidak peduli akan hal lain. Yang ada di pikirannya sat ini adalah hanya Donghae.

”Hhh~ oppa~” ucap Hyori terengah-engah karena lelah berlari sambil menghampiri Donghae yang sedang duduk di salah satu bangku taman sambil menenggelamkan wajahnya di antara kedua lututnya.

”Akhirnya kau datang~” ucap Donghae senang sambil mengangkat wajahnya lalu berdiri.

Hyori langsung memeluk Donghae dengan erat, tanpa disadari keluar air mata dari sela-sela matanya. ”Mianhae, maafkan aku~” ucap Hyori lirih.

”Sudahlah, seharusnya aku yang minta maaf,” sambung Donghae. ”Aku punya sesuatu untuk mu,” ucap Donghae sambil mengelurkan sebuah kotak dan diberikan kotak itu kepada Hyori.

”Bukalah.”

Saat di buka ternyata benar, isi kotak itu adalah sebuah kalung yang berinisial DH . ”Gomawo~” ucap hyori lirih—perasaannya bercampur antara senang dan juga seih.

”Sini biar ku pakaikan pada mu,” diambilah kalung itu oleh Donghae dan dipakaikan kalung itu di leher Hyori. ”Indah sekali, gomawo~” ucap Hyori yang kembali memeluk Donghae. Donghae tersenyum—betapa ia merindukan sosok gadis yang ada dipelukannya kini. ”Kenapa kau lakukan ini semua ?” tanya Hyori .

”Aku ’kan sudah bilang, aku akan membelikan kalung ini untuk mu dan aku berjanji untuk membuat mu bahagia,” jawab Donghae sambil menenggelamkan wajahnya ke rambut Hyori sampai hangatnya nafas Donghae begitu terasa oleh Hyori. ”Aku sampai bekerja sambilan karena aku ingin memberi sesuatu untuk mu yang ku beli dari hasil kerja keras ku,” sambung Donghae.

”Mianhae~ aku telah egois,” ucap Hyori sambil melepaskan pelukannya dan menatap Donghae. ”Tak apa-apa, aku senang kau seperti ini~” sambung Donghae.

Hyori tersenyum—ia sungguh bahagia karena memiliki seseorang yang begitu mencintainya dan sangat berarti baginya. Donghae mendekatkan wajahnya ke wajah Hyori. Lalu dikecuplah bibir gadir itu lembut. Dan tersenyum manis pada Hyori.

”Sarangheyo~” ucap Donghae. ”Na ddo~” balas Hyori tersenyum.

–END–

8 thoughts on “[FF] First Snow”

  1. hmmmpffh~~ Donghae minta ditabok deh hahaha (kabur) gue juga mao dibeliin kalung tapi inisilnya CK (choi yoonmi, cho kyuhyun) =.=

    hadeeuh, untung yah tuan muda Choi Siwon hahahaha… ngga comel ah kalau misal aku lagi sensi sama si Setan (apa sih).. Kyuhyun rooomantis deh mau ngajak Yoonmi jalan-jalan liat pohon natal yang besaaaaaaaaaar~~ hihihi..

      1. walaupun minta ditabok tapi aku sukaaaa (?) hahahaha
        yaudah atuh minta sono sama si setan khkhkhkh :p

        auk nih, teuk comel deh hahahaha /dibanting (?) O.o

        hahaha iyaa lagian ini cuma 9 halaman kalo ga salah (cuma ? =___=) :p

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s