[FF] Blue Tomorrow part 1

Title: Blue Tomorrow

Author: fishyoriga
Rating : PG+15 / straight
Casts: Lee Donghae (Super Junior) and OC
Other Casts: Super Junior, DBSK, SNSD, f(x)
Genre: Romance, Friendship, AU, Angst
Length : Chaptered
Part: 1 of 3

Disclaimer : The characters in this story is the character of their own with a bit of my imagination and this story is only a fiction. So don’t sue me.

A/N :
– You can find other cast when you read this story.
– This story is my imagination.

***

Kenangan itu kembali terbayang oleh ku.
Kenangan ketika pertama kali bertemu dengannya, pertama kali mengenalnya.
Dan kenangan pertama kali aku merasakan sesuatu yang berbeda.
Sesuatu yang ku bilang sangat aneh, ya~~ aku merasakannya, merasakan sebuah cinta~~
Aku sangat mencintainya~ aku tak dapat melupakan sosok dirinya.
Wajahnya selalu terbayang, saat ia tertawa, menangis, marah, dan bahagia.
Aku sangat merindukan mu, merindukan sosok diri mu yang memelukku saat kau menangis, merindukan sosok dirimu yang tertawa dihadapan ku.
Aku benar-benar mencintai mu~ sangat mencintai mu~

***


Seoul, 10 Oktober 2010

“Ya! Apa yang kau lakukan dengannya ?” bentak seorang pria pada seorang gadis yang ada dihadapannya. “Sungguh~ aku tak melakukan apa-apa dengannya~!” ucap gadis itu lirih. “Lalu, apa yang kau lakukan berdua saja dengannya ?” ucap lelaki itu memegang kedua bahu gadis yang ada dihadapannya dan menbatap gadis itu lekat.

“Sungguh oppa~ aku tak melakukan apa-apa dengan Kibum-ssi~ apa kau tak percaya pada ku ?” tanya gadis itu menahan tangisnya. Lelaki itu terdiam, perlahan ia melepaskan genggamannya dan berjalan mundur beberapa langkah––berjalan menjauhi gadis tersebut.
Park Hyori–– nama gadis tersebut, terdiam. Mentap lelaki yang ada dihadapannya, lelaki yang sangat ia cintai dan lelaki yang sangat berarti dalam hidupnya, lelaki yang bernama Lee Donghae.

“Apakah~ oppa tak percaya pada ku ?” ucap Hyori sekali lagi namun tak ada satu patah kata pun yang terucap dari mulut Donghae. Hyori terdiam kembali, lalu tiba-tiba air mata membasahi kedua pipinya. Ia menatap Donghae lirih. Ia menundukkan kepalanya, menutup wajahnya dengan kedua tangannya.

Donghae terhenyak, ia melihat Hyori yang sedang menangis lalu berjalan menghampiri gadis yang sangat berarti dalam hidupnya itu. “Hyori~ aku…” Donghae berusaha menyentuh tangan Hyori tapi Hyori segera menghindar. “Tak apa~ maaf jika aku telah mengganggu mu, permisi~~” ucap Hyori pergi meninggalkan Donghae tanpa menatap Donghae sedikit pun.

“Ya Tuhan~ apa yang telah aku lakukan ? Err–– Donghae bodoh ! kau sangat bodoh Lee Donghae !” gerutu Donghae kesal, mengutuk dirinya sendiri.

Donghae berjalan menuju mobilnya yang terparkir di pinggir jalan–– tak jauh dari tempatnya berdiri tadi. Ia menstater mobilnya lalu ia pergi menuju suatu tempat–– tempat yang membuat hatinya terasa perih tertusuk.

Ia berlutut di hadapan sebuah gundukan tanah, disentuhlah sebuah nisan yang tertuliskan nama­­–– Jung Hyori. Nama itu–– nama gadis itu. Entah mengapa setiap kali ia datang ke tempat ini, masa-masa itu selalu terbayang olehnya. Masa-masa saat ia pertama kali bertemu dengannya–– dengan cinta pertamanya~~.

:::::::::::::::::

Seoul, 15 April 2003

Seperti biasanya, suara gaduh menghiasi ruangan kelas yang belum ada gurunya. Mereka semua sibuk dalam kesibukan masing-masing.

“Donghae-ah ! kau tau tidak, katanya aka nada murid baru di kelas ini !” ucap Sungmin, salah satu sahabat Donghae seraya menghampiri Donghae dan Hyukjae yang sedang sibuk membicarakan pertandingan basket antar sekolah yang sebentar lagi akan diadakan di sekolah mereka. “Dan kau tau tidak, katanya murid baru itu adiknya Yunho sunbae,” sambung Hyukjae yang perhatiannya terpecah.

“Lalu ?” tanya Donghae singkat. “Memangnya kau belum tau ? adiknya Yunho sunbae adalah perempuan~~” kata Hyukjae tak percaya. “Aku tau, lalu apa yang kalian ributkan ?” kata Donghae acuh. “Ya~~ kau bayangkan saja, seorang Yunho sunbae yang popular dan sangat tampan mempunyai seorang adik perempuan yang pasti sangat cantik yang akan menghuni kelas kita ini~” jawab Hyukjae berapi-api. “Memangnya kau pernah bertemu dengan adik Yunho sunbae ?” tanya Donghae. “Hmm, belum~” jawab Hyukjae seraya menggelengkan kepalanya.

“Dasar bocah bodoh !” kata Donghae menepak kepala Hyukjae membuat Hyukjae mengusap kepalanya yang terasa sakit. “ Ya! Sungmin-ah, memangnya kau suka perempuan ?” ledek Donghae yang disambut dengan pukulan keras yang mendarat tepat di kepalanya oleh Sungmin. “Heh ! aku masih normal !!!!” gerutu Sungmin.

Lee Donghae, Lee Hyukjae dan Lee Sungmin adalah tiga bersahabat. Dan terkadang mereka di sebut Lee Bersaudara, yaa~ karena nama keluarga mereka sama-sama Lee dan ditambah lagi mereka bertiga sangat akrab. Namun berbeda dengan Donghae dan Hyukjae, Sungmin lebih popular karena wajahnya yang lebih imut dari keduanya.

Tak lama, Sooman songsaenim memasuki ruang kelas dan seketika ruang kelas menjadi hening. “Selamat pagi~” ucap Sooman songsaenim. “Selamat pagi~~” balas seluruh murid. “Baiklah~ hari ini kita mempunyai anggota baru kelas ini, bapak harap kalian bisa membantunya beradaptasi~ ayo masuk~!” ucap Sooman songsaenim menjelaskan sekaligus mempersilahkan masuk murid baru yang akan menjadi penghuni baru kelas ini.

Lalu, masuklah seorang gadis. Gadis yang manis­­–– rambutnya yang ikal panjang terurai dengan sangat indah. “Annyeonghasseyo~ nama ku Jung Hyori~ mohon bantuannya~” ucap gadis itu memperkenalkan diri seraya membungkukan tubuhnya. Beberapa murid laki-laki tak lepas menatapnya. “Waah~ kau adiknya Yunho sunbae ya ?” tanya salah seorang murid laki-laki yang ada di kelas itu. Gadis yang bernama Jung Hyori hanya tersenyum dan mengangguk–– memberi jawaban pada orang yang bertanya padanya tadi.

“Baiklah~~ kau boleh duduk di sebelah sana,” ucap Sooman sonsaengnim seraya menunjukan bangku yang kosong yang terletak di barisan kedua dari belakang. Lalu Hyori berjalan menuju bangku tersebut dan duduk di situ–– duduk di samping seorang lelaki.

“Nama ku Lee Donghae~” ucap seorang lelaki yang kini menjadi teman sebangkunya dengan berbisik sepelan mungkin agar Sooman songsaenim tidak mendengarnya. Hyori menolehkan kepalanya dan tersenyum. “Jung Hyori~” balas Hyori yang juga berbisik. “Apa kau benar adik Yunho sunbae ?” tanya Donghae. Hyori kembali mengangguk menjawab pertanyaan yang telah ditanyakan salah satu temannya tadi.

“Ya! Yang dibelakang ! jangan mengobrol !” ucap Sooman songsaenim secara tiba-tiba, membuat Donghae langsung terdiam membatu dan membuat Hyori menahan tawanya.

:::::::::::::::::::::

Bel istirahat berbunyi, Sooman sonsaengnim sudah keluar dari kelas dan seluruh murid langsung berhamburan menuju kantin dan ada pula yang langsung mengobrol dengan teman-teman mereka masing-masing. Tapi, hanya satu orang yang tak beranjak dari duduknya. Hyori–– ia menatap keluar jendela sambil memegang sebuah kertas. Kertas yang berisikan hal yang sangat dibenci olehnya.

“Hyori-ya ! kau tidak pergi ke kantin ?” tanya seorang gadis yang membuat Hyori terkejut dan langsung melipat kertas yang baru saja dibacanya. “A-ani~ aku di kelas saja~” jawab Hyori tersenyum pada Victoria­­–– teman sekelas Hyori. “Kalau begitu aku duluan ya~” ucap Victoria seraya pergi meninggalkan Hyori.

***

Donghae’s POV

Aku kembali ke kelas bersama Sungmin setelah puas mentertawakan Eunhyuk yang berkelakuan konyol di kantin. Ku lihat Eunhyuk menekuk wajahnya. “Dasar bodoh !” ucap ku pada Eunhyuk seraya terus tertawa mengingat kejadian tadi.

Saat aku akan memasuki kelas, ku lihat Victoria sedang berbicara dengan Hyori. Hyori tersenyum pada Victoria dan­­–– manis. Aish apa yang ku pikirkan. Tapi~ dia pucat sekali, apa dia sedang sakit ? Hhh, entahlah~~

Ku lihat Hyori melihat sebuah kertas yang sepertinya tadi disembunyikan olehnya dari Victoria dan dia—dia menangis ? Kenapa gadis itu ? Kenapa ia menangis ?

“Ya! Ayo masuk !” ucap Sungmin menepak kepala ku saat ternyata aku terdiam di pintu menatapnya—menatap Hyori. Aku langsung mengelus kepalaku, aish~ sakit ! dasar Sungmin bodoh !

“Ayo masuk ! apa yang kau lihat ?” tanya Sungmin menolehkan kepalanya, mencoba mencari apa yang sedari tadi ku lihat. “Bukan urusan mu !” ucap ku yang lalu berjalan mendahului Sungmin.

Donghae’s POV END

:::::::::::::::::::::

Terdengar bel tanda sekolah telah usai. Dengan segera Hyori membereskan barang-barangnya secara terburu-buru. Donghae menatap Hyori aneh. “Buru-buru sekali,” ucap Donghae yang tetap menatap Hyori yang masih berada disampingnya. “Ah~ ne, aku harus segera pulang. Annyeong~” ucap Hyori yang lalu keluar kelas sesaat setelah Sooman songsaengnim meninggalkan kelas dan meninggalkan Donghae yang masih menatapnya.

***

Hyori berjalan terburu-buru menuju gerbasng sekolah. Langkahnya terhenti saat melihat seorang lelaki yang sepertinya sedang menunggu seeorang. Lelaki itu terduduk di kap mobil sedan hitam. Seketika raut wajah Hyori berubah. Hyori bejalan sedikit menjauh dari lelaki yang tadi dilihatnya—berusaha untuk meninggalkan area sekolah.

Namun, sepertinya lelaki itu telah mengetahuinya terlebih dahulu sebelum ia sampai di gerbang sekolah. “Ya! Mau kemana kau ?” tanya Yunho—kakak lelaki Hyori. Yunho menatap Hyori sambil menggenggam pergelangan tangan Hyori. Hyori menyeringai. “Aku~ mau pulang oppa~” ucap Hyori tersenyum semanis mungkin pada Yunho.

“Kau—pulang dengan ku !” ucap Yunho datar. Hyori menatap Yunho—menatapnya dengan tatapan memelas. “Oppa~ aku ingin naik bus saja~” rengek Hyori. “Ani! Kau harus pulang denganku !” ucap Yunho menarik Hyori ke arah mobil sedan hitam yang terparkir di parkiran sekolah yang terletak tak jauh dari gerbang sekolah.

“Oppa~ aku ingin naik bus~” rengek Hyori yang berusaha melepaskan genggaman tangan Yunho. Dan akhirnya Yunho melepaskan genggamannya. “Naik bus ? apakah kau tak sadar dengan keadaan mu sekarang ?” ucap Yunho kesal menatap adiknya—adik perempuan satu-satunya, adik perempuan yang sangat disayanginya.

Hyori terdiam—tepatnya ia terkejut karena Yunho mengungkit keadannya yang sekarang. “Aku tau dengan keadaan ku sekarang, jadi kumohon biarkan aku naik bus oppa~” ucap Hyori menundukan wajahnya. Yunho memegang kedua bahu Hyori, membungkukan tubuhnya agar wajahnya setara dengan wajah Hyori. Hyori mengangkat wajahnya, menatap Yunho.

“Aku hanya tak ingin terjadi sesuatu pada mu~” ujar Yunho menempelkan keningnya ke kening Hyori. Hyori bisa merasakan desahan nafas Yunho yang selalu bisa membuatnya merasa tenang, nyaman dan merasa aman. “Tapi oppa—“

“Bisakah kau tak egois Hyori ?!” bentak Yunho menatap Hyori. Kini bulir air mata keluar dari pelupuk mata Yunho. “Oppa~ biarkan aku egois untuk kali ini saja, karena mungkin aku tak akan pernah bisa egois lagi,” ujar Hyori lirih sambil menatap Yunho.

Yunho terkejut mendengar perkataan Hyori barusan. Air matanya semakin keluar. Ia tak peduli dengan tatapan para murid lain yang menatap ke arahnya dengan tatapan tak percaya dan tatapan aneh.

“Ku mohon Hyori~ jangan pernah kau berkata seperti itu lagi didepan ku ! arasso ?!” ucap Yunho menatap Hyori dalam. Hyori terdiam, ia tak mengeluarkan sedikit suara pun dari mulutnya.

Yunho menghela nafas. “Ayo kita naik bus~” ucap Yunho menggenggam tangan Hyori. Hyori mendongakkan kepalanya. Senyuman mengembang dengan begitu indah di wajahnya. “Gomawo~” ucap Hyori melingkarkan tangannya ke tangan Yunho seraya tersenyum pada kakaknya.

“Tapi hanya kali ini saja ! mulai besok dan seterusnya, kau harus pulang denganku naik mobil. Mengerti ?” ucap Yunho. Hyori mengangguk semangat. Yunho tersenyum sambil mengacak-ngacak rambut Hyori gemas.

“Tunggu~ lalu mobil oppa ?” tanya Hyori seraya menunjuk ke arah mobil Yunho. Yunho mengedarkan pandangannya. Melihat ke sekelilingnya. “Ya! Lee Donghae !” teriak Yunho memanggil Donghae yang sedang bersandar di dinding dekat meja piket. Lalu orang yang dipanggilnya pun menghampirinya.

***

Donghae bersandar pada dinding sekolah dekat meja piket sambil mendengarkan lagu favoritnya dari iPod miliknya. Ia menunggu Hyukjae yang katanya mau ke kamar mandi dulu. Tapi mengapa rasanya lama sekali. Ia mengedarkan pandangannya sampai perhatiannya tertuju pada seorang gadis yang sedang berbicara pada Yunho.

Donghae menatap ke arah Hyori dan Yunho yang sepertinya sedang memperdebatkan sesuatu. Dan ia melihat Yunho menangis. Donghae mengucek-ngucek matanya—tak percaya dengan apa yang baru saja dilihatnya. “Hebat juga dia, bisa membuat Yunho sunbae menangis~” pikir Donghae.

Tiba-tiba Yunho menatapnya dan memanggilnya. Lalu ia pun menghampiri Yunho dan Hyori. “Donghae-ya, bisakah kau bawa mobil ku ke rumahku ?” tanya Yunho yang kini ada dihadapannya.

“Memangnya kenapa hyung ?” tanya Donghae heran. “Aku akan naik bus dengan Hyori, jadi tolong kau bawa mobilku~” jelas Yunho seraya merangkul Hyori yang ada di sampingnya. “Kau tau rumahku ‘kan ?” tanya Yunho. “Ne hyung, baiklah~” kata Donghae yang akhirnya menuruti perkataan Yunho. “Kalau begitu, aku pulang duluan~” pamit Yunho yang lalu meninggalkan Donghae sendirian.

Donghae menatap kepergian Yunho dan Hyori. Ia sungguh tak mengerti dengan kakak-beradik ini.

:::::::::::::::::::::

“Yoonmi~ cepatlah~ aku mau pulang !” ucap seorang gadis yang bernama Park Hyuna. “Tunggu sebentar Hyuna~” ucap Choi Yoonmi—sahabat Hyuna dari SMP yang sedang menyalin buku catatan Matematika milik Hyuna.

“Aish~ cepatlah Donghae pasti sudah menunggu lama~” ucap Hyukjae yang sudah kesal menunggu Yoonmi yang meminjam buku catatan Hyuna kekasihnya. “Ya! Bisakah kau diam ?!” ucap Yoonmi.

“Ya! Kyuhyun-ah ! bantu tuh kekasih mu ! kau malah asik main PSP dari tadi~” protes Hyuna saat melihat Kyuhyun—kekasih Yoonmi yang sedari tadi asik dengan dunianya sendiri.

Kyuhyun yang sedari tadi memainkan PSP-nya menghentikan kegiatannya dan menatap Yoonmi yang sedang sibuk menyalin buku catatan Hyuna. “Apa yang kau lakukan ?” tanya Kyuhyun. “Aku sedang mencatat oppa~” jawab Yoonmi tanpa menoleh sedikit pun pada Kyuhyun.

“Aish~ maksud ku apa yang sedang kau catat ?” ucap Kyuhyun gemas. “Matematika~” jawab Yoonmi singkat. Kyuhyun beranjak dari duduknya. Mengentikan Yoonmi yang sedang menulis. “Ya~! Apa yang kau lakukan Cho Kyuhyun ?!” ucap Yoonmi kesal saat bukunya diambil Kyuhyun dan memasukkannya kedalam tas miliknya.

“Memebereskan bukumu~” jawab Kyuhyun santai. “Tapi aku belum selesai oppa~~” protes Yoonmi. “Yasudah lihat saja punya ku~” ucap Kyuhyun. Hyuna dan Hyukjae langsung menatap Kyuhyun dengan tatapan membunuh.

“Cih pabo ! kenapa tidak dari tadi saja ! dasar makhluk bodoh !” keluh Hyuna yang kesal. Kyuhyun hanya tersenyum mendengar perkataan Hyuna dan lalu berjalan terlebih dahulu seraya menggandeng lengan Yoonmi.

“Jika ia tidak pintar, aku sudah membunuhnya !” ucap Hyukjae yang sudah kesal dari tadi.

:::::::::::::::::::

“Err—pergi kemana bocah itu ?!” keluh Donghae yang sudah menunggu Hyukjae hampir satu jam. Dilihatnya Hyukjae, Hyuna, Kyuhyun dan Yoonmi sedang berjalan ke arahnya. Donghae mendengus kesal.

“Ya! Kau bilang tadi ke toilet !” ucap Donghae kesal pada Hyukjae yang kini sudah ada di hadapannya. Hyukjae hanya tersenyum melihat sahabatnya yang satu ini merasa kesal. “Makanya kau harus punya pacar, jadi ada yang bisa kau tunggui~” ucap Kyuhyun tiba-tiba yang menbuat Donghae semakin kesal.

“Aish~ kau ?!” ucap Donghae tertahan. “Oh ya, sekarang aku mau kerumah Yunho sunbae,” ucap Donghae.

“Untuk apa ?” tanya Hyuna penasaran. “Aku disuruh membawa mobilnya pulang~” jawab Donghae. “Memangnya Yunho sunbae kemana ?” tanya Yoonmi. “Tadi ia pulang nail bus dengan adiknya,” jelas Donghae.

“Ya sudah, hati-hati dijalan. Ingat, itu bukan mobilmu tapi mobil Yunho sunbae,” ucap Hyukjae yang disambut dengan tatapan ingin membunuh Donghae. Ya~ Donghae memang dikenal tidak begitu mahir mengendarai mobil. Sehingga ia lebih senang mengendarai motor sport miliknya atau naik bus.

“Ya sudah, aku duluan. Annyeong~” pamit Donghae meninggalkan Hyukjae, Hyuna, Kyuhyun dan Yoonmi.

:::::::::::::::::::

JUNG HYORI’S POV

Ah~ annyeong~

Namaku Jung Hyori. Aku lahir di Jepang dan kini ku tinggal di Seoul bersama kakakku Jung Yunho~

Eomma dan appa saat ini masih tinggal di Jepang bersama adik bungsuku Jung Yoogeun. Aku pindah ke Seoul karena aku ingin merasakan bagaimana rasanya hidup mandiri. Ya~ walaupun pada awalnya eomma dan appa tak mengizinkan ku untuk tinggal di Seoul bersama oppaku, tapi akhirnya aku bisa tinggal disini.

Ini adalah hari kedua aku tinggal di Seoul dan hari pertama aku bersekolah di sekolah ‘umum’ seperti ini. Selama di Jepang aku tidak di izinkan untuk keluar rumah. Dan selama ini aku mengikuti home schooling.

Hhh~ beda sekali rasanya. Lebih menyenangkan bersekolah di sekolah ‘umum’ seperti ini. Aku ingin seperti Yunho oppa. Dia orang yang sangat istimewa bagiku. Dalam keluarga ku mungkin hanya aku yang lahir di Jepang. Yunho oppa dan Yoogeun, mereka lahir di Korea.

Semenjak aku tak sehat lagi. Aku memang dibawa oleh kedua orang tuaku untuk kembali tinggal di Jepang. Selain untuk menjalankan perusahaan appa, aku pun harus menjalani berbagai rangkaian pengobatan disana.

Hhh~ aku sungguh senang dapat tinggal bersama Yunho oppa~

“Waeyo ?” tanya Yunho oppa menoleh ke arahku. Menyadari jika sedari tadi aku menatapnya. “Ani~ aku hanya senang bisa tinggal bersama oppa~” ucapku seraya menyandarkan kepalaku dibahu Yunho oppa. “Aku juga~” jawab Yunho oppa seraya membelai lembut rambutku.

Yunho oppa memang orang yang sangat berharga dalam hidupku. Dialah malaikatku~

“Bus-nya sudah datang, ayo naik !” ucap Yunho oppa sesaat setelah melihat bus yang kami tunggu akhirnya tiba. Ia menggenggam tanganku~ rasanya sungguh aman jika berada didekatnya.

“Oppa~ bolehkan kita beli es krim dulu ?” pintaku yang kini duduk di kursi penumpang dekat jendela. “Kau ini~” keluh Yunho oppa. “Ayolah oppa~” ucapku memohom pada Yunho oppa. “Baiklah~ tapi setelah itu kita langsung pulang, arasso ?” ucap Yunho oppa yang akhirnya mengalah. Aku mengangguk seraya tersenyum menatap Yunho oppa. Dia memang malaikatku~

JUNG HYORI’S POV END

::::::::::::::::::::

Yunho menggandeng tangan adiknya turun dari bus yang sebelumnya mereka membeli es krim di tempat favorit Hyori dulu. “Ya! Apa kau lelah ?” tanya Yunho pada Hyori yang wajahnya mulai terlihat semakin pucat. Hyori menggelengkan kepalanya pelan seraya tersenyum pada Yunho.

“Kau yakin ? kita masih harus berjalan untuk sampai kerumah~” ucap Yunho menatap Hyori. “Aku baik-baik saja oppa~ ayoo~~” ucap Hyori menarik lengan Yunho agar segera mengikuti langkahnya menuju rumah mereka.

***

Saat Hyori dan Yunho sampai didepan rumah mereka. Terlihat Donghae yang sedang duduk di kursi taman—menunggu kedatangan Yunho dan Hyori.

“Kau sudah sampai ternyata~” kata Yunho. “Ne hyung~ ku kira hyung sudah ada dirumah~” ucap Donghae. “Ayo masuk dulu~” ucap Yunho mengejak Donghae untuk masuk kedalam rumahnya.

“Ah tidak terima kasih hyung~ aku mau langsung pulang~” ucap Donghae. “Kalau begitu hati-hatilah dijalan. Oh ya, terima kasih sudah membawa mobilku~” ucap Yunho tersenyum. Donghae membalas senyuman Yunho, namun entah mengapa perhatiannya selalu teraihkan jika ada Hyori.

Entah mengapa matanya selalu memperhatikan gadis ini. Padahal mereka baru kenal tadi pagi. Menyadari jika ia sedang diperhatikan, Hyori langsung menatap Donghae. Donghae langsung memalingkan wajahnya. Ia merasa wajahnya mulai memerah karena malu.

“Hyung~ aku~ pulang dulu. Annyeong~” ucap Donghae pamit kepada Yunho dan lalu pergi meningglkan Yunho dan Hyori.

:::::::::::::::::::::::

Bell istrahat telah berbunyi. Untuk pertama kalinya Hyori makan dikantin walaupun sendirian. Tiba-tiba ada seorang murid perempuan yang kelihatannya ia seorang senior di sekolah ini menghampiri Hyori yang asik dengan susu coklatnya.

“Annyeong~ apakah kau Jung Hyori ?” ucap murid perempuan itu tersenyum pada Hyori. Hyori mendongakkan kepalanya menatap siapa orang yang mengajaknya bebicara. “Ne~” jawab Hyori singkat.

“Perkenalkan~ aku Sooyoung—Choi Sooyoung~” ucap murid perempuan tadi yang bernama Choi Sooyoung—Sooyoung adalah siswi kelas 3 SMA, ia merupakan murid perempuan yang paling berpengaruh di sekolah ini. Hyori menatap Sooyoung aneh, ia terdiam. “Hyori-ya maukah kau membantuku ?” tanya Sooyoung lembut. “Membantu apa ?” ucap Hyori datar.

“Kau ‘kan adiknya Yunho~ mau tidak membantuku agar aku dekat dengan Yunho~” ucap Sooyoung dengan kepercayaan dirinya.  Hyori tersenyum sinis. “Ne ? apa aku tidak salah dengar ? kenapa kau tidak usaha sendiri saja ?” ucap Hyori berdiri dari duduknya dan menatap Sooyoung.

“Ya! Kurang ajar sekali kau ! beraninya berkata seperti itu pada ku !” ucap Sooyoung setengah berteriak sehingga membuat para murid lain yang berada di kantin menatap kea rah mereka berdua. “Lalu ? kau mau apa ?” ucap Hyori sinis.

“Ya! Jangan mentang-mentang kau adiknya Yunho~ kau bisa berbuat sesukamu disini !” ucap Sooyoung semakin emosi seraya menarik kerah seragam Hyori.

***

“Ya! Ada apa ini ? ribut sekali~” ucap seorang gadis pada temannya saat memasuki kantin yang sudah banyak murid lain yang membicarakan pertengkaran antara Hyori dan Sooyoung. “Mollayo~ ayo kita lihat !” jawab temannya itu mengajaknya untuk melihat ada apa yang terjadi.

“Hyuna~ lihat ! itu Sooyoung sunbae bertengkar !” ucap Yoonmi—teman Hyuna saat melihat apa yang sebenarnya terjadi. Hyuna dan Yoonmi segera menghampiri Sooyoung yang hampir menampar Hyori.

“YA! Berhenti berhenti !” ucap Hyuna mencegah Sooyoung yang hampir saja menampar Hyori. “Mau apa kalian ?!” ucap Sooyoung semakin marah ketika ‘aksinya’ dihentikan oleh Yoonmi dan Hyuna. “Ya! Setidaknya tidak harus dengan cara seperti ini’kan sunbae~” ucap Yoonmi.

“Ya! Jangan ikut campur !” ucap Sooyoung mendorong Hyuna dan Yoonmi hingga terjatuh. Hyori tak percaya dengan apa yang baru saja dilihatnya. Seorang kakak kelas yang bersikap kasar kepada adik kelasnya. “Ya! Kau ini kasar sekali ! cih, bisa-bisanya kau memintaku untuk membantumu agar dekat dengan kakakku. Jangan harap aku akan membantumu~” ucap Hyori kesal. “Aish~ kenapa kepalaku pusing sekali ?” gumam Hyori menahan sakitnya.

“Whoaa~ kau ini hanya murid baru disini. Jadi jangan macam-macam !” ucap Sooyoung yang juga mendorong Hyori.

***

Yunho dan Donghae berjalan menuju kantin setelah bermain basket dilapangan sekolah mereka. Mereka berjalan menuju salah satu penjual minuman yang ada di kantin sekolah mereka. Donghae menatap ke sekelilingnya. “Ramai sekali~” pikirnya. Tiba-tiba matanya langsung tertuju pada sosok gadis yang dikenalnya.

“Hyung~ itu adikmu ‘kan ?” ucap Donghae menepuk pundak Yunho seraya menunjuk ke arah seorang gadis yang sedang berhadapan dengan Sooyoung. Yunho menyipitkan matanya. “Astaga Hyori~” ucap Yunho saat menyadari Hyori—adiknya yang sedang bertengkar dengan Sooyoung.

Yunho langsung berlari menghampiri mereka saat melihat Sooyoung akan mendorong adiknya. Hyori hampir terjatuh jika Yunho terlambat menghampiri mereka. “Ya! Apa yang kau lakukan ?!” bentak Yunho pada Sooyoung sambil menahan Hyori yang tadi hampir jatuh.

“Yu-Yunho-ssi~” ucap Sooyoung terbata-bata saat melihat Yunho yang kini sudah ada dihadapannya. “Jangan pernah kau menyakiti adikku !” ucap Yunho menatap Sooyoung tajam. Yunho berjalan meninggalkan Sooyoung sambil menarik lengan Hyori yang terasa dingin.

“Yoonmi, Hyuna ! kau ikut dengan ku !” ucap Yunho menarik Hyori yang menundukan kepalanya. “Donghae ! kau juga ikut !” ucap Yunho saat melewati Donghae yang masih berada di tempat tadi. “Mwo ?” ucap Donghae terkejut dan menatap Yoonmi dan Hyun dengan tatapan bertanya-tanya.

***

Hyori terduduk di ruang kesahatan sambil berusaha menyeka darah yang keluar dari hidungnya. Ia sungguh terlihat sangat lelah.

“Apa yang kau lakukan tadi ?” ucap Yunho khawatir seraya mengambil beberapa kapas untuk membersihkan darah yang keluar dari hidung Hyori.

“Sunbae~” ucap Yoonmi dan Hyuna seraya mengetuk pintu ruang kesehatan saat akan menemui Yunho.

“Sebenenarnya apa yang tadi terjadi ?” tanya Yunho berbalik menghadap Yoonmi, Hyuna dan Donghae yang sudah berada di dalam ruang kesehatan. Hyuna dan Yoonmi saling menatap satu sama lain.

“Tadi itu~ sebenarnya, Sooyoung sunbae menghampiri adik mu tapi aku sendiri tidak tau apa yang mereka bicarakan sehingga Sooyoung sunbae berkata kasar,” ucap Yoonmi.

“Dan saat kami menghampiri adik mu dan Sooyoung sunbae agar pertengkaran berhenti malah kami yang didorong oleh Sooyoung sunbae,” sambung Hyuna.

“Kalau begitu, kalian boleh keluar sekarang,” ucap Yunho menatap Yoonmi dan Hyuna. “Lalu aku ?” tanya Donghae yang sedari tadi hanya jadi penonton. “Kau juga boleh keluar~” ucap Yunho.

Donghae menatap seniornya yang satu ini dengan tatapan tak percaya. “Lalu untuk apa tadi aku kemari ?” pikirnya. Tapi perhatiannya teralihkan saat melihat Hyori yang masih berusaha membersihkan darah dari hidungnya. Lalu Donghae menyenggol lengan Hyuna yang berada tidak jauh darinya. Hyuna menoleh ke arah Donghae dan menatapnya kesal. Donghae menunjuk kearah Hyori yang duduk sambil menundukan kepalanya.

“Hmm, sunbae~ adik mu~” ucap Hyuna terbata-bata seraya menatap kearah Hyori. Yunho menoleh kearah Hyori. Hyori yang mendengar perkataan Hyuna langsung terdiam. Ia tak ingin jika mereka mengetahui semuanya.

“Adik ku tidak apa-apa, lebih baik kalian keluar sekarang,” ucap Yunho dingin.

“Tapi sunbae~”

“Adikku tidak apa-apa!” ucap Yunho.

“Baiklah kalau begitu, annyeong~” ucap Hyuna yang langsung keluar dari ruang kesehatan bersama Yoonmi dan Donghae.

“Gomawo oppa~” ucap Hyori tersenyum. Yunho membalikan badannya menghampiri Hyori. “Tapi jangan pernah kau seperti tadi,” ucap Yunho.

“Mianhae oppa~ aku—aku tak bermaksud mencari masalah,” jawab Hyori yang berusaha tidak menatap mata Yunho kakaknya.

“Bukan itu maksud ku~ aku hanya tak ingin kau menjadi terlalu lelah hanya karena meladeni orang seperti Sooyoung. Lihatlah akibatnya, kau jadi mimisan seperti ini. Ingat apa kata eomma, kau boleh tinggal bersamaku asalkan kau tidak kelelahan. Jika ka uterus kelelahan seperti ini, bisa-bisa eomma membawamu kembali ke Jepang Hyori~” ucap Yunho berlutut di hadapan Hyori. Hyori tersenyum lalu ia mengangguk menatap kakaknya.

“Aku juga tak ingin penyakitmu—“ ucap Yunho terpotong, karena Hyori langsung bicara pada kakaknya ini.

“Oppa~ aku mohon, jangan bersikap seperti ini. Aku tau penyakit ku bukan penyakit yang dapat sembuh begitu saja. Aku tau aku pengidap kanker otak tapi aku mohon jangan tatap aku sebagai orang yang lemah oppa~” ucap Hyori menatap lirih Yunho.

Yunho memeluk Hyori erat. “Mian Hyori, aku hanya tak ingin kehilangan kau. Aku ingin kau menemani ku selamanya, membuatkan sarapan pagi untukku, membangunkan ku setiap hari dan menemaniku main game,” ucap Yunho berusaha menenangkan Hyori. Hyori tersenyum.

***

“MWO ?!! kanker otak ?” ucap Yoonmi tak percaya.

“Sstt ! jangan keras-keras !” ucap Hyuna menempelkan telunjuknya ke bibir. “Kasihan sekali adik Yunho subae~” ucap Yoonmi.

“Ah! Aku puny aide !” ucap Hyuna sambil tersenyum kea rah Yoonmi.

Ya~ itulah Yoonmi dan Hyuna. Mereka tak pernah menyerah jika mereka ingin mengetahui sesuatu tapi ini jugalah kebiasaan buruk mereka “tak sengaja mendengar pembicaraan orang” tapi mereka juga merupakan tempat menyimpan rahasia yang baik.

***

Hyori membuka knop pintu ruang kesehatan tapi ia sangat terkejut ketika melihat5 Yoonmi dan Hyuna sedang berdiri didepan ruang kesehatan.

“Annyeong~~” sapa Yoonmi dan Hyuna.

“A-annyeong~” balas Hyori.

“Aku Yoonmi dan aku Hyuna~” ucap mereka berdua bergantian memperkenalkan diri pada Hyori. “Aku Hyori~” ucap Hyori tersenyum kearah mereka berdua. “Hmm~ ada perlu apa ?” tanya Hyori.

“Err—sebelumnya kami minta maaf, tadi kami tidak sengaja mendengar pembicaraanmu dengan Yunho sunbae~ ucap Hyuna selembut mungkin agar Hyori tidak marah kepada mereka berdua. Hyori terdiam—Yoonmi dan Hyuna saling berpandangan satu sama lin lalu tak lama senyuman manis mengembang di wajah Hyori.

“Jadi—kalian sudah tau semuanya ya~ gwaenchana~” ucap Hyori tersenyum, berusaha menyembunyikan keadaannya.

“Jadi kau tidak marah pada kami ?” tanya Yoonmi polos. Hyori menggelengkan kepalanya. “Ani~ aku tidak marah pada kalian tapi—“ ucap Hyori terhenti.

“Tapi apa?” tanya Yoonmi dan Hyuna bersamaan. “Tapi kalian harus janji tidak akan menceritakan semuanya kepada siapapun termasuk teman dekat kalian dan juga kekasih kalian, arra ?” ucap Hyori memasang wajah bergharap.

“Tentu saja, rahasia mu aman ditangan kami~” ucap Yoonmi semangat. “Ohya ada satu lagi~” ucap Hyori. Yoonmi dan Hyuna menatap Hyori heran. “Apa ?” tanya Hyuna.

“Maukah kalian menjadi teman ku ? karena aku—“ ucap Hyori yang terpotong karena Yoonmi dan Hyuna sudah terlebih dahulu tertawa. Hyori menatap keduanya heran sekaligus malu.

“Tentu saja~ kau sudah menjadi teman kami ko~” ucap Hyuna merangkul Hyori. Hyori tersenyum—betapa bahagianya ia karena saat ini ia sudah mempunyai dua teman baru.

::::::::::::::::::::::::::::::

Hyori terduduk di bangku yang ada dilapangan basket, menatap kakaknya yang sedang berlatih bersama teman-temannya. Terlihat Donghae yang sedang berjalan kearahnya lengkap dengan kaos tim basket sekolahnya. Donghae mengambil botol minuman yang berada di situ lalu duduk disamping Hyori.

“Kau menunggu Yunho hyung ?” tanya Donghae seraya meminum minuman yang berada di tangannya.

“Ne~” ucap Hyori mengangguk seraya menoleh ke arah Donghae yang berada di sampingnya. “Astaga—“ Hyori terdiam menatap lelaki yang berada disampingnya ini.

“Ya~ kenapa kau menatapku seperti itu ?” tanya Donghae yang menyadari jika sedaritadi Hyori memandanginya.

“A—ani, kau—terlihat sangat lelah hehe~” ucap Hyori terbata.

“Hyori-ya, sepertinya latihan kali ini masih lama,” ucap Yunho berlari menghampiri Hyori dan Donghae. Hyori tersenyum semanis mungkin pada Yunho. “Kalau begitu—aku naik bus saja yah~ ku mohon~” ucap Hyori.

Yunho tersenyum pada adiknya ini. “Ani,” ucap Yunho singkat. “Oppa~ kan oppa masih lama~” ucap Hyori memohon. “Ani, kau kan kemarin sudah janji akan pulang bersamaku seterusnya,” ucap Yunho

“Tapi, kita latihannya masih lama hyung~” ucap Donghae tiba-tiba yang masih berada disitu. Yunho terdiam, “Benar juga apa kata Donghae~” pikirnya. Hyori terdiam, ia menatap sekelilingnya. Hyori berharap bertemu dengan Hyuna dan Yoonmi agar ia dapat pulang dengan naik bus, tapi ia tak menemukan siapapun.

Yunho menatap Donghae yang berada disamping Hyori, ia tersenyum. “Ya! Lee Donghae, kau kan sudah selesai latihan, jadi aku titipkan adikku padamu~” ucap Yunho membuat Donghae terkejut begitu juga dengan Hyori.

“Oppa~ aku bisa naik bus~” ucap Hyori. “Ani~ kau pulanglah bersama Donghae~” jawab Yunho menatap Donghae seraya tersenyum kearahnya.

“Aish~ Yunho hyung selalu saja seenaknya hhh tapi yasudah lah~” gumam Donghae membereskan barang bawaannya. “Ayo pulang~” ucap Donghae mengajak Hyori untuk segera pulang.  Hyori menggembungkan pipinya. “Ne~” jawab Hyori. “Oppa~ aku pulang~” ucap Hyori pada Yunho. Yunho menggangguk seraya tersenyum. “Hati-hati~” ucap Yunho.

***

“Ayo naik,” ucap Donghae menyuruh Hyori untuk segera naik ke motor sport merah miliknya. “Apa tak apa-apa aku pulang bersama mu ?” tanya Hyori menatap Donghae. Donghae tersenyum. “Sudahlah ayo cepat naik~ sepertinya sudah mau hujan,” sambungnya.

“Ne~” jawab Hyori yang lalu naik ke motor sport milik Donghae.

LEE DONGHAE’S POV

Aish~ kenapa aku jadi senang pulang bersama Hyori. Gadis ini benar-benar membuatku bingung. Hhh dasar, kakak dan adik sama saja.

“Yaah~ hujan,” ucapnya menyadarkan lamunanku. Ya memang benar, air hujan mulai turun membasahi kami. Lalu akupun menghentikan motorku dan berteduh di salah satu halte bus yang berada tidak jauh dari tempat kami berada.

Ku lihat Hyori sudah basah kuyup, dan kelihatannya dia mulai kedinginan. Aku membuka jaketku lalu kupakaikan jaketku padanya. Dia menatapku heran, aku tersenyum padanya. “Kau pasti kedinginan~” ucapku padanya. Dia tersenyum! Aish~ senyumnya itu mengapa membuat jantungku berdetak lebih cepat ? Apa yang terjadi pada mu Lee Donghae ? Sadarlah !

“Ya! Gomawo~” ucap Hyori menatapku seraya tersenyum kembali padaku. Aku pun membalas senyumannya. “Ne~ cheomanneyo~” ucapku padanya. Dia menatap lurus kedepan, menatap kendaraan yang berlalu-lalang di depan kami. Lalu dia menghirup udara lama. Dia sungguh manis.

Tiba-tiba ia berteriak sesaat setelah mendengar suara petir yang yaaa~ cukup untuk membuat telinga mu sedikit tuli hehehe dan ia tiba-tiba memelukku! Astaga~ kenapa aku jadi senang ? hahahaha dasar Lee Donghae. Lalu dia segera melepaskan pelukannya. Haha lucu sekali dia.

“Ya! Kenapa kau senyum-senyum seperti itu ?” ucap Hyori menatapku. “A-ani~” ucapku terbata. “Kau mentertawaiku~” ucapnya seraya mengembungkan pipinya. Entah mengapa aku ingin tertawa dan aku pun tertawa terbahak. “Ya! Berhentilah mentertawaiku !” ucapnya mencubit lengan ku.

“Aw aw aw!” ucap ku kesakitan. Cubitannya lumayan juga hahaha. “Berhentilah mentertawaiku~” ucapnya seraya menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya. “Ne~ aku berhenti tertawa~ kau tak perlu menutup wajahmu Hyori-ya,” ucapku memegang kedua pergelangan tangannya dan berusaha agar dia tidak menutupi wajahnya lagi. Lalu ia perlahan membuka kedua tanganya. Aish~ dia benar-benar manis.

“Tersenyumlah, agar kau semakin manis~” ucapku tiba-tiba dan sepertinya ia terkejut mendengar perkataanku. “Mwo ? apa yang kau ucapkan tadi ?” tanyanya padaku.

To be continued…

6 thoughts on “[FF] Blue Tomorrow part 1”

  1. baru keingetan pas waktu itu riga pernah bilang udah update ff hahaha.
    begitu dibeliin pulsa modem langsung tancap gas kesini buat baca🙂 kekeke
    ah, ga sumpah yah lu ngga puas buat gue senyum-senyum pas bacanya. hahaha
    haduh itu si Yunho unyu amatanlah~~

    gue mau juga punya kakak kayak dia *wonwon beraksi*
    aih aih kyumoooong~~ *cipok kyumong* hahahah sekalian ajarin limit yah babe🙂 kekeke, jangan cuman minjemin catetan doang.
    eh ayo atuh part 2nya kekeke.

    1. hehehe gomawoo cikaaaaaa *chu*
      hahaha iya yunho unyuu banget hihihi
      awas looh jadi gilaaaak haha tp aku ge senyum-senyum sendiri sih waktu bikinnya hehe pengen banget punya kaka seperti dirinyaaa khkh
      ayoooo semangaaat belajar limit sama kyuuu hihi
      hehe nanti yak part2 nya hehe ^^v

      1. cheomanhae🙂
        hahahaha iya doong == buat apa punya cowok jago matematika tapi ngga dimanpaaatin :p tapi tapi pacar yang ‘asli’ mah ngga terlalu ah, jadi ngga bisa dimanpaatin😦 —>> ini komen apa curcol?
        hahaha.
        PART 2 BESOK! ATAU MALAM INI!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s