[FF] Morning Breeze

Title: Morning Breeze

Author: fishyoriga
Rating : PG+15 / straight
Casts: Seo Joohyun (SNSD) and OC
Other Casts: SNSD, Super Junior, f(x)
Genre: Friendship, AU, Angst
Length : Oneshoot
Part: –

Disclaimer : The characters in this story is the character of their own with a bit of my imagination and this story is only a fiction. So don’t sue me.

A/N :

– You can find other cast when you read this story.

– For now, I’m not Super-Generation shipper and I made this story because I think they are suitable to be cast.

– For who doesn’t like the casts in this story, you can imagine the casts are you with your bias, or maybe you can skip this story.

***

***

Hari ini pun angin berhembus.

Angin yang membelah langit…

***

“Seohyun~” panggil seorang gadis pada Seo Joohyun—seorang gadis sederhana yang manis. Gadis yang bernama Seohyun tersebut menoleh ke arah suara  yang memanggilnya. “Ah Sulli ? Victoria juga~” seru Seohyun semangat saat melihat kedua sahabat baiknya—Sulli dan Victoria—ada saat setelah seleksi untuk ikut pertandingan atletik tingkat provinsi nanti.

“Ya! Kau berhasil ya ? Pasti ikut pertandingan lari 100 meter tingkat provinsi,” seru Sulli mentap Seohyun dengan tatapn berbinar. “Iya~ masih terasa seperti mimpi,” ucap Seohyun menggaruk kepalanya yang sebenarnya tidak terasa gatal.

“Waah~ aku turut senang,” ucap Victoria memeluk Seohyun.

“Seo Joohyun~” ucap seorang lelaki memanggil Seohyun. Seketika Seohyun, Sulli dan Victoria terdiam. Mereka melihat kearah sumber suara. Saat Seohyun melihat siapa yang memanggilnya tadi—entah mengapa jantungnya berdegup lebih kencang. “Kyu-Kyuhyun sunbae~” ucap Seohyun gugup.

Cho Kyuhyun—ketua klub atletik putra—yang merupakan kakak kelas Seohyun, Sulli dan Victoria tersenyum kea rah Seohyun. “Aku sudah lihat~ ayo berjuang di pertandingan nanti ya,” ucap Kyuhyun memeberi semangat pada Seohyun. “I-iya~ gomawo~” ucap Seohyun tersipu.

“Kalau begitu~ aku pergi dulu, annyeong~” ucap Kyuhyun yang lalu pergi meninggalkan Seohyun, Sulli dan Victoria.

“Ya! Seohyun-ah~ senangnya disapa oleh Kyuhyun sunbae~” goda Sulli. “Sulli-ya~ apa yang kau katakana ?” ucap Seohyun yang wajahnya mulai memerah. “Sudah-sudah~ Sulli-ya kau jangan ganggu Seohyun yang sedang senang seperti itu~” ucap Victoria seraya mengerlingkan matanya dan sukses membuat Seohyun semakin tersipu.

‘Aku masuk klub atletik karena sejak kecil aku sangat suka lari. Apalagi sekarang aku mempunyai sahabat yang kegemarannya sama denganku~ aku bersyukur karena aku memulai atletik’—batin Seohyun.

Saking senangnya, Seohyun, Sulli dan Victoria tidak menyadari ada seseorang dibelakangnya. Hingga Seohyun tidak sengaja menabrak orang tersebut.

“Aduh!” ucap orang tersebut sinis. Seohyun, Sulli dan Victoria menoleh. Mereka benar-benar terkejut karena orang yang berad di belakang mereka adalah Sooyoung sunbae—ketua klub atletik putri yang merupakan kakak kelas mereka.

“Ya! Lihat kemana sih kalian ?!! Dasar kelas 1 !!!” ucap Sooyoung sinis. Sooyoung melihat ketiga gadis tersebut dengan tatapan jijik. “Ma-maafkan kami~” ucap Seohyun, Sulli dan Victoria bersamaan. Lalu tanpa berkata apa-apa lagi Sooyoung langsung meninggalkan ketinganya.

“Aih~ Sooyoung sunbae seram sekali~” ucap Sulli polos. “Iya, klub kita ini kenapa sih ? Hubungan senior dan junior ketat sekali. Kelas 1 selalu saja ditugasi urusan beres-beres lagi padahal ‘kan kegitannya bagus kalau nggak ada itu~” keluh Victoria seraya mengembungkan pipinya.

Seohyun hanya terdiam, menatap punggung Sooyoung yang semakin lama semakin menjauh dan menghilang di pintu masuk ruangan klub atletik.

***

Sooyoung berjalan dengan kesal setelah bertubrukan dengan Seohyun tadi. ‘Hmm~ Jagoan baru apa ?!! Waktunya nggak beda dengan ku. Itu hanya kebetulan saja !’—batin Sooyoung saat mengingat seleksi untuk mengikuti pertandingan atletik nanti.

Kata-kata pelatih Kim masih terngiang di telinganya yang memuji kecepatan Seohyun saat berlari tadi—dan itu membuat Sooyoung benar-benar kesal.

:::::::::

Seohyun berjalan penuh semangat menuju ruang klub atletik yang terletak tidak jauh dari lapangan olahraga sekolahnya.

‘Hari ini ada kegiatan klub lagi~ ayo Seo Joohyun semangatlaah~’—batin Seohyun menyemangati dirinya sendiri.

Seohyun membuka pintu ruang klub. “Permisi~” ucap Seohyun saat akan memasuki ruangan klub. Namun entah mengapa seluruh anggota klub tak ada yang menjawab bahkan seakan-akan mereka tak menyadari kehadiran Seohyun.

“Semua~ ayo pergi,” ucap Yuri—salah satu anggota klub atletik yang termasuk senior. Seohyun menghampiri Sulli dan Victoria. “Hai~ ada apa barusan ?” tanya Seohyun riang. Namun sama seperti yang lain—Sulli dan Victoria juga seakan-akan tak menyadari kehadirannya. “Sulli-ya~” panggil Seohyun.

Sulli menoleh pada Seohyun. “Ah, kami juga duluan ya~” ucap Sulli yang lalu pergi bersama Victoria menuju lapangan dan meninggalkan Seohyun sendirian. ‘Kenapa mereka semua ?’—pikir Seohyun.

***

“Klub atletik putri ayo berkumpul ! Mulai peregangan untuk tiap jenis. Satu kelompok beranggotakan dua orang,” ucap pelatih Kim yang memberikan instruksi saat latihan akan dimulai.

Semua anggota klub atletik mencari pasangan. “Yuri sunbae—“ ucap Seohyun tertahan saat akan meminta Yuri menjadi partnernya, namun Yuri segera menghindar dan menghampiri Jessica. “Sica~ bareng aku yuk !” ucap Yuri tanpa memperdulikan Seohyun.

Lalu saat Seohyun akan menghampiri Yoona—Yoona juga menghindar dan menghampiri Sunny. ‘Ada apa dengan semua orang ?’—pikir Seohyun tak mengerti.

Dari sisi lain, Sooyoung, Yuri dan Jessica tersenyum sinis kearah Seohyun. ‘Sejauh ini masih lancar~’—batin Sooyoung.

“Ya! Seohyun! Kenapa nggak mulai ?!!!” teriak Sunny mengagetkan Seohyun. “Kesadaran atletmu kurang !! ayo cepat minggir !!” kini teriak Yuri tak kalah sinis dengan Sunny.

Seohyun berjalan menjauh, namun langkahnya terhenti. “Ya! Mau kemana kau ?!! Cepat lari kesini bodoh !!” teriak Sooyoung saat melihat Seohyun akan pergi menjauh. Seohyun menatap Sooyoung yang berada beberapa meter dari tempat dia berdiri, lalu akhirnya ia menuruti apa yang dikatakan Sooyoung.

Seohyun menoleh ke arah Victoia, namun Victoria malah membuang muka. Seohyun semakin bingung terhadap sikap seluruh anggota klub yang berubah—termasuk kedua sahabatnya.

***

“Latihan hari ini cukup sampai disini,” ucap Sooyoung member instruksi jika latihan hari ini telah usai. “Anak kelas 1 harus membereskan semua peralatan lari,” sambung Yuri.

“Ya! Seo Joohyun !” panggil Jessica menghampiri Seohyun yang sedang merapikan peralatan lari. Seohyun menoleh kebelakang yang ternyata sudah ada Sooyoung, Yuri dan Jessica. “Mulai hari ini kau sendiri yang akan beres-beres setelah kegiatan klub selesai,” sambung Jessica.

“Tapi sunbae—“ ucap Seohyun yang berusaha menolak tapi Seohyun terhenti karena Sooyoung menatapnya sinis. “Ya! Apa kau mau melawan perintah kami huh ?!!” ucap Sooyoung sinis.

A-ani sunbae~” ucap Seohyun menundukkan kepalanya. “Ya sudah~ turuti semua apa yang kami katakan jika kau masih ingin menjadi anggota klub atletik,” ucap Yuri datar. “Ne~ sunbae,” ucap Seohyun. “Cepat lakukan !” ucap Sooyoung seraya mendorong Seohyun. “Jika kau tidak suka, berhenti saja dari klub ini !” sambung Sooyoung.

Lalu Sooyoung, Yuri dan Jessica pergi meninggalkan Seohyun yang masih terdiam. ‘Kenapa jadi seperti ini ? Kenapa Sooyoung sunbae seperti ini ? Jangan-jangan sikap semua orang yang menjadi aneh gara-gara Sooyoung sunbae ? Tapi kenapa ? Apa yang telah kulakukan ? Aku tidak tau harus bagaimana,’—batin Seohyun

:::::::::

“Seo Joohyun ! Ada apa denganmu ?!! Sama sekali tidak ada perkembangan. Waktu mu juga sedikit pun tidak membaik ! Pertandingannya sebentar lagi ! Ayo usaha lebih giat lagi !” ucap pelatih Kim yang memarahi Seohyun karena Seohyun tidak ada peningkatan sama sekali. “Baik~” ucap Seohyun berusaha semangat.

Seohyun berjalan menuju ruang klub, saat Seohyun berjalan ia merasa tak nyaman karena seluruh anggota klub tak henti-hentinya membicarakan tentang dirinya yang baru saja dimarahi oleh pelatih Kim.

***

‘Setiap hari aku beres-beres sendirian, ditekan dengan urusan beres-beres jadi tidak konsentrasi pada latihan hhh Setiap hari seperti ini, kapan ini semua akan berakhir ? Rasanya sangat lelah’—batin Seohyun.

“Seohyun ?” ucap Kyuhyun menghampiri Seohyun saat melihat gadis itu sedang beres-beres sendirian. “Eh~ Kyuhyun sunbae~” ucap Seohyun saat melihat Kyuhyun menghampirinya—gadis itu tersenyum.

“Kau melakukan ini semua sendirian ? Ayo biar ku bantu,” ucap Kyuhyun akan membantu Seohyun tapi tiba-tiba Sooyoung memanggil Kyuhyun dan menghampiri lelaki itu.

“Kyuhyun-ah~” ucap Sooyoung. Kyuhyun menoleh ke arah Sooyoung. Lelaki itu tersenyum dan—manis. “Kau tak perlu membantunya, dia yang minta sendiri untuk mebereskan semuanya sendirian kok~” ucap Sooyoung menggandeng lengan Kyuhyun.

Kyuhyun kebingungan—ia menatap Seohyun namun ia segera ditarik oleh Sooyoung dan alhasil mereka berdua meninggalkan Seohyun yang terdiam menatap kepergian keduanya.

‘Kenapa Sooyoung sunbae seperti itu ?’—batin Seohyun.

:::::::::

Hari pertandingan sebentar lagi. Seohyun membuka lokernya untuk mengambil sepatu larinya dan segera berlatih. Namun saat ia membuka lokernya—sepatu lari miliknya tak ada.  “Err—ada yang lihat sepatu lari ku tidak ?” tanya Seohyun pada semua anggota klub yang berada di ruang klub.

Seohyun menghampiri Sulli dan Vuctoria. “Sulli—Victoria~” ucap Seohyun memanggil kedua sahabatnya namun Sulli dan Victoria berjalan menjauh—menghindar dari Seohyun.

Seohyun semakin tak mengerti dengan apa yang terjadi. “Coba kau lihat disana~” ucap Yuri seraya menunjuk ke suatu tempat—toilet. ‘Yang benar saja, masa iya ada di toilet ?’—pikir Seohyun.

Dengan ragu Seohyun berjalan ke toilet. Dan ternyata memang benar sepatunya berad di toilet tapi kondisinya berbeda dengan saat ia simpan tadi di loker. Kini sepatu larinya sudah basah, kotor dan bau. Seohyun menundukkan kepalanya. Ia dapat mendengar beberapa anggota klub yang tertawa.

Ia menangis. ‘Ke-kejam…’—batin Seohyun.

:::::::::

Seohyun menatap keluar jendela koridor yang terletak di lantai tiga sekolahnya. ‘Hari ini ada kegiatan klub lagi. Rasanya aku tak ingin pergi. Berikutnya aku akan diapakan lagi…’—keluh Seohyun.

Ia benar-benar merasa lelah dengan semua yang ia alami kini.

“Seohyun, kau sedang apa ?” tanya Kyuhyun—yang entah sejak kapan sudah berada di sampingnya. Seohyun menoleh ke arah Kyuhyun. “Ada apa ? Kau kelihatan sedih sekali. Tidak seperti biasanya,” ucap Kyuhyun tersenyum pada Seohyun.

Seohyun ragu lalu menatap Kyuhyun. “Jika kau merasa sedih, berlari lah sekuat tenaga. Itu akan membantu mu untuk lebih tenang~” sambung Kyuhyun.

Seohyun tersenyum. ‘Apap lebih baik aku konsultasi dengan Kyuhyun sunbae saja ya ?’—pikir Seohyun.

Sunbae—“ ucap Seohyun tertahan ketika Sooyoung memanggil Kyuhyun yang berada disampingnya. “Kyuhyun-ah~” ucap Sooyoung memanggil Kyuhyun.

“Tentang kegiatan klub hari ini, apakah bisa bicara sebentar ?” ucap Sooyoung melemparkan senyuman manisnya pada Kyuhyun.

“Ah, ne~ ayo. Seohyun-ah aku duluan. Annyeong~” ucap Kyuhyun menghampiri Sooyoung dan meninggalkan Seohyun. Seohyun menatap kepergian Sooyoung dan Kyuhyun. Namun tiba-tiba Sooyoung menoleh ke arah Seohyun dan menatapnya tajam.

“Sooyoung sunbae~

***

“Keluarkan aku! Ku mohon keluarkan aku !!!” teriak Seohyun dari dalam ruang peralatan setelah dikunci dari luar oleh Sooyoung, Yuri dan Jessica.

Yah! Kau berniat melapor ‘kan ?!!” ucap Sooyoung dengan nada ketusnya. “Aniyo sunbae~” ucap Seohyun parau. “Bohong ! Kau pasti mau mengadu ‘kan ?!! Merayu laki-laki pula !” ucap Sooyoung semakin kesal.

“Diperlakukan baik seikit saja nggak usah terpesona begitu !” sambung Yuri. “Tsk, anak kelas 1 jangan sok !” ucap Jessica. Lalu Sooyoung, Yuri dan Jessica pergi meninggalkan Seohyun yang masih terkurung di dalam ruang peralatan.

:::::::::

Seohyun berjalan menjauh dari sekolahnya—setelah sebelumnya ia terus berteriak dan meminta tolong pada orang untuk mengeluarkannya dari ruang peralatan. Dan untungnya ada orang yang mau membantunya dan mengeluarkannya dari ruang peralatan.

‘Akhirnya aku bolos kegiatan klub. Padahal aku hanya ingin berlari tapi kenapa harus mengalami hal seperti ini ?’—pikir Seohyun.

Kakinya terus melangkah, namun ia sendiri tak yakin kemana ia akan pergi. Hingga akhirnya langkah Seohyun terhenti di sekolah dasarnya dulu.

‘Disini, sekolah yang sudah ditutup. Halamannya penuh rumput, dulu aku, Sulli dan Victoria sering disuruh untuk mencabuti rumput. Tapi karena bersama mereka jadi menyenangkan. Terlebih lagi karena lari sangat menyenangkan dan aku sangat menyukai lari. Tapi sekarang, apa aku masih berlari lagi ? Berlari seperti waktu itu,’—batin Seohyun.

Seohyun mengambil posisi untuk berlari. “Aku ingin berlari !!!” ucap Seohyun setengah berteriak lalu dengan segera Seohyun berlari sekuat tenaganya.

‘Ah, anginnya—anginnya menembus tubuh ku~’—gumam Seohyun. “Eh rasanya menyenangkan. Semuanya terasa lepas,” ucap Seohyun seraya mengatur nafasnya setelah berlari.

:::::::::

“Sudah satu minggu Seohyun tidak ikut kegiatan klub. Dan hari ini dia tidak ikut kegiatan klub lagi~” ucap Victoria lesu. “Iya,” ucap Sulli singkat. “Yah~ Apakah ini tidak apa-apa ?” tanya Victoria khawatir.

Sulli terdiam. Ia terus berjalan. Dan tiba-tiba ia melihat sosok gadis yang dikenalnya. Sulli menghentikan langkahnya. Ia menatap Victoria yang tepat berada di sampingnya dan membuat Victoria bingung. “Seohyun~” ucap Sulli. Victoria mengedarkan pandangannya dan mendapati Seohyun sedang berlatih di sekolah dasarnya dulu.

Victoria tersenyum. “Jangan-jangan selama ini Seohyun berlatih disini,” ucap Sulli. Victoria dan Sulli memandangi Seohyun dari jauh. Dapat terlihat dari raut wajah Seohyun yang begitu senang dan terlihat lebih segar.

“Seohyun terlihat sangat senang, lebih segar dan juga bersemangat~” ucap Victoria lirih. “Apa yang telah kita lakukan ? Aku merasa jahat padanya~” sambung gadis itu. Sulli hanya bisa terdiam dan terus memandang sahabatnya yang satu itu dari kejauhan.

:::::::::

“Wah sudah gelap, aku harus segera pulang~” ucap Seohyun menatap langit yang mulai pekat seraya membereskan barang bawaannya.

“Seohyun-ah~” lagi-lagi terdengar suara Kyuhyun yang memanggil Seohyun. Seohyun terdiam. Perlahan ia membalikan tubuhnya. “Kyuhyun sunbae ? sedang apa disini ?” tanya Seohyun menatap Kyuhyun yang berada dihadapannya.

“Mestinya itu pertanyaanku,” ucap Kyuhyun sambil menggaruk kepalanya yang sebenarnya tidak terasa gatal. Seohyun menatap Kyuhyun dengan tatapan ‘kau tau dari siapa aku berada disini ?’. “Oh ya, ada anak klub atletik putri yang memberitau padaku jika kau berlatih disini sendirian,” ucap Kyuhyun menjelaskan seakan-akan mengerti.

“Memangnya kenapa kau latihan sendiri ? apa ada yang terjadi pada mu ?” sambung Kyuhyun. Seohyun terdiam dan entah mengapa air matanya keluar begitu saja dan membasahi kedua pipinya. Dan itu sukses membuat Kyuhyun kebingungan.

“Seohyun-ah, kenapa ?” ucap Kyuhyun panik. Seohyun menyeka air matanya dengan tangannya. “Sunbae~ a-aku mengalami hari yang hebat. Aku berusaha lari tapi sunbae menolongku. Aku memutuska untuk nggak akan berlari lagi tapi ternyata aku tak bisa karena aku sangat menyukai lari dank arena itu aku mohon—sunbae agar melihat aku berusaha~” ucap Seohyun terbata dengan suaranya yang tertahan karena menangis.

Kyuhyun tersenyum dan menatap Seohyun lekat. “Ne~ mulai sekarang aku akan melihat dan memperhatikan mu kapanpun,” ucap Kyuhyun melemparkan senyumannya yang manis pada Seohyun. Seohyun begitu senang karena saat ini ada orang yang mau menemaninya disaat ia sangat membutuhkan seseorang disampignya.

:::::::::

Hari pertandingan pun akhirnya tiba. Seluruh peserta dari berbagai sekolah sudah berkumpul di Olympic Stadium.

“Anak itu nggak datang ya ? Jadi dia sudah pasti keluar dari klub !” ucap Sooyoung senang pada Yuri dan Jessica.

‘Berikutnya kualifikasi lari 100 meter putri,’—terdengar suara pengumuman lpmba selanjutnya dari panitia.

“Aih~ kemana Seohyun ?” ucap Sulli seraya mengedarkan pandangannya.

“Eh, lihat disana !” tiba-tiba Jessica berteriak seraya menunjuk sesosok gadis yang berada di dekat garis START. Seluruh anggota klub menoleh ke arah gadis tersebut termasuk Sulli, Victoria, Kyuhyun dan Sooyoung.

“Anak disana itu Seohyun ‘kan ?” ucap Sunny meyakinkan. “Ne~ benar itu Seohyun,” jawab Yoona.

Sulli dan Victoria merasa sangat senang karena akhirnya Seohyun datang saat hari pertndingan.

“Err—anak itu—kenapa dia…” gumam Sooyoung kesal dan tak suka saat meluhat Seohyun yang sudah siap di posisinya.

On position, go~” instruksi seseorang yang mempersilahkan untuk para peserta berlari secepat mungkin.

Semua mata tertuju pada Seohyun. Ya~ gadis itu berlari sangat cepat bahkan mungkin tak ada yang bisa menandingi  kecepatannya dalam berlari.

‘Ketika kau terhadang oleh hal yang berat, kau pasti bisa melewatinya asalkan ada orang yang kau percaya dan yang percaya pada mu—maka hal yang sangat berat sekalipun akan terasa ringan’

END

NB : aduuuuh mian kalo ceritanya ga nyambung, aneh dan maksa banget hehe tapi semoga kalian menikmati hihihi ^^v


8 thoughts on “[FF] Morning Breeze”

    1. hehehe iya yang di part ini emang aku sengaja ending nya gantung hehe
      iya aku usahain bikin sequel nya ^^
      oh ya makasih udah mau nyempetin dan komen disini hehe ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s