[FF] Voice Imprint

Title: Voice Imprint

Author: fishyoriga
Rating : PG+15 / straight
Casts: Cho Kyuhyun (Super Junior) and OC
Other Casts: Super Junior, SNSD
Genre: Romance, Fluff, AU, Angst
Length : Oneshoot
Part: –

Disclaimer : The characters in this story is the character of their own with a bit of my imagination and this story is only a fiction. So don’t sue me.

A/N :

– You can find other cast when you read this story.

– This story inspired by one of my comics.

 

***

Suaranya—terlalu indah untukku. Membuatku terasa sesak.

Tapi—aku selalu ingin mendengar suaranya.

***

“…inilah balas dendamku kepada ayahandamu Raja Louis,” ucap seorang pemuda kepada seorang gadis yang bertahtakan makhota permata di atas kepalanya. “…apakah kau—akan membunuhku ?” tanya gadis itu menatap sang pemuda yang ada dihadapannya.

“Tidak—kau cukup berada disampingku. Putri,” jawab pemuda itu mantap kepada Sang Putri.

Pemuda itu memeluk Sang Putri. “Aku kesepian, ayahandamu telah membuatku kehilangan segalanya. Tetapi aku mencintaimu,” ucap pria itu tepat di telinga Sang Putri. Pria itu melonggarkan pelukannya—menatap Sang Putri. “Kumohon~” ucapnya.

BRUUUGH—tiba-tiba gadis itu—Sang Putri—jatuh pingsan. Membuat pria tadi dan orang-orang yang melihat mereka termasuk ‘pemeran lain’ terkejut kebingungan. Apa yang terjadi ?

***

“…ruang waktu melampaui batas keabadian. Tahun silih berganti. Namun, Sang Pengembara tetaplah Sang Pengembara. Mengembara hari demi hari, berdiam dalam pengembaraan…”

“Suaramu indah seperti biasanya ya, Kyuhyun~ Tidak percuma kau menjadi idola di klub musik,” ucap Taeyeon songsaenim—seorang guru yang mengajar di kelas sastra kepada salah satu muridnya yang memang memiliki suara yang indah dan jernih.

Tiba-tiba seorang gadis mengangkat tangan kanannya. “Songsaenim~ saya—ingin pergi ke ruang kesehatan,” ucap gadis itu meminta izin kepada gurunya. “Apa kau sakit Yoonmi ?” tanya Taeyeon pada  Choi Yoonmi—nama gadis itu.

“Eng—aku hanya tidak enak badan songsaenim~” jelas gadis itu gugup. Wajahnya sudah mulai pucat. Entah mengapa ia selalu mengalami hal seperti itu ketika ia mendengar suara Kyuhyun. Aneh bukan ?

“Baiklah~ kau dapat pergi ke ruang kesehatan,” jawab Taeyeon tersenyum manis pada gadis itu.

___

Yoonmi—seorang gadis sekolah menengah atas jurusan seni terbaring dia atas tempat tidur yang terdapat didalam ruang kesehatan. Gadis itu menatap langit-langit ruang kesehatan yang putih bersih. Gadis itu menghela nafas berat. Mengingatnya sungguh membuatnya malu.

‘Seandainya tidak ada pertunjukan waktu festival kebudayaan kemarin, kurasa aku tidak akan mabuk mendengar suara Kyuhyun,’—keluhnya. Yoonmi menggeleng-gelengkan kepalanya, berusaha menghilangkan bayangannya ketika festival budaya kemarin. Entah mengapa sejak saat itu ia tidak dapat mendengar suara Kyuhyun. Setiap kali ia mendengarnya, membuatnya terasa sesak bahkan tak dapat berdiri dengan tegak.

“Yaa! Kau kenapa ?” ucap seorang gadis ketika melihat Yoonmi menutupi wajahnya dengan kedua tangannya. Seketika Yoonmi melihat siapa yang datang menghampirinya. Yoonmi menghela nafas.

Ani~ aku tidak apa-apa,” jawabnya lesu. “Ini—“ ucap gadis itu memberikan selembar kertas pada Yoonmi. Yoonmi menatap gadis itu heran, meminta penjelasan. “Ini jadwal giliran penerimaan tamu di pameran nanti,” ucap gadis itu menjelaskan.

“Pameran ?”

“Begitu masuk liburan musim dingin, Sooman songsaenim ‘kan bilang kalau anak kelas dua dan kelas tiga jurusan seni rupa akan melakukan pameran di ruang pertemuan departemen store yang dipinjam sekolah. Kau lupa ?” jawab gadis itu ketika Yoonmi menanyakan tentang pameran tersebut.

Yoonmi mengangguk mengerti. Dilihatnya kertas tersebut. Disana tertuliskan ‘Pameran ke-13 Jurusan Seni Rupa—Penerima Tamu—10:00-14.00 Choi Yoonmi-Cho Kyuhyun’. Yoonmi seketika terdiam—matanya terbelalak—ketika melihat namanya dan Kyuhyun berada dalam satu cell.

“Hyori-ya kenapa aku dipasangkan dengan Kyuhyun ?!! Selama tiga hari nanti aku akan terus-terusan berjaga dengannya ?!! Bagaimana ini ? Apa yang harus aku lakukan ? Hyori-ya kau ‘kan tau kalau aku paling enggak bisa mendengarkan suara Kyuhyun,” ucap Yoonmi kebingungan.

Hyori—nama gadis itu sekaligus teman Yoonmi hanya tertawa mendengar perkataan temannya yang satu ini. Hyori menghela nafas sebelum berkata. “Bukan aku yang memutuskan giliran dan pasangan yang bertugas. Itu diputuskan lewat undian Yoonmi~” ucap Hyori menatap Yoonmi.

“Apa boleh buat ‘kan ? Masih banyak pekerjaan lain yang harus diselesaikan ketimbang mengurusimu yang phobia terhadap suara Kyuhyun ‘kan ?” ucap Hyori menahan tawa. “Yaa! Kau jahat sekali,” ucap Yoonmi kesal.

“Lagipula Yoonmi, hanya kau yang bereaksi berlebihan terhadap suara Kyuhyun~” ucap Hyori meneruskan. Yoonmi terdiam sejenak. “Gunakan kesempatan ini untuk membisakan dirimu,” sambung Hyori.

***

Yoonmi terdiam membatu didepan meja penerimaan tamu.’Mustahil !’—batinnya. Ia menolehkan kepalanya sedikit kearah pria yang duduk tidak jauh darinya. Wajah tenangnya membuat Yoonmi sedikit lega.

“Masih belum banyak pengunjung ya ?” tanya Ryeowook—salah satu murid jurusan seni rupa ketika melihat ruangan tersebut masih sedikit sepi. “Lagipula, ini ‘kan bukan akhir minggu. Eum barang apa yang kau bawa ?” tanya Kyunhyun ketika Ryeowook sudah berada dihadapannya dengan barang bawaan yang ada ditangan kiri Ryeowook.

“Kue untuk teman minum teh dan yang lainnya. Aku juga beli coklat tanpa sepengetahuan Sooman songsaenim, kau mau ?” ucap Ryeowook memberitau Kyuhyun apa yang dibawanya seraya menawarkan Kyuhyun coklat yang dibelinya tadi.

Kyuhyun menggelengkan kepalanya. “Tidak, kau tau ‘kan aku enggak suka makanan manis,” ucap Kyuhyun menolak dengan lembut.

‘Err…kapan percakapan itu selesai ?’—keluh Yoonmi yang sudah tidak tahan mendengar suara Kyuhyun.

“Yaa! Anak itu ‘kan yang ada di festival kebudayaan kemarin,” ucap seorang gadis yang sepertinya anak kelas satu—yang datang ke pameran—ketika melihat Kyuhyun. “Ah! Anak yang bersuara indah itu ‘kan ?!!” sambung gadis lain yang sepertinya teman dari gadis yang tadi.

‘Fans Kyuhyun rupanya,’—batin Yoonmi.

“Rasanya aku suka dengan dirinya~” ucap gadis tadi. ‘Mudah sekali mereka berkata suka,’—pikir Yoonmi.

“Anak yang disebelahnya itu bukankah pemeran putri yang pingsan itu ‘kan ?” ucap temannya itu. Yoonmi terdiam.

“Aah iya betul,” jawab gadis itu. “Waktu itu aku benar-benar terkejut. Habisnya dia pingsan tiba-tiba. Untuk sesaat aku kira apa yang akan terjadi…”

Tiba-tiba Yoonmi bangkit dari duduknya. Kyuhyun menoleh kearah Yoonmi. “Yoonmi-ya~” ucap Kyuhyun seraya meraih tangan Yoonmi.

“LEPASKAN !!!” ucap Yoonmi setengah berteriak. Seraya berlari menjauh dari anak kelas satu tadi dan juga Kyuhyun. Kyuhyun bangkit dari duduknya. Menatap punggung Yoonmi yang semakin lama menghiang dari pangdangannya.

___

‘…kepalaku terasa berputar, aku sampai tidak dapat berdiri dengan tegak. Pasti karena suaranya yang jernih dan jelas itu. Terlalu indah. Karena suaranya itu terlalu berat untuk kepalaku,’—batin Yoonmi. Yoonmi menatap pantulan dirinya di cermin toilet yang cukup besar.

Ia berjalan menjauhi cermin itu—keluar dari toilet. Ia melangkahkan kakainya perlahan. Yoonmi mendongakkan kepalanya. “Kyu-Kyuhyun ?”

“Eng—gimana dengan meja penerima tamunya ?” tanya Yoonmi pelan. “Kuminta anak lain menjaganya utuk beberapa waktu,” jawab Kyuhyun dengan suara yang hampir berbisik. “Kyuhyun ?”

“Hmm ?”

“Suaramu pelan sekali,” ucap Yoonmi. Kyuhyun hanya tersenyum mendengar perkataan Yoonmi tadi. Lalu ia merogoh saku celanyanya. Mengeluarkan sesuatu.

“Ini, tadi aku mendapatkannya tapi aku tidak membutuhkannya jadi kuberikan padamu saja~” ucap Kyuhyun memberikan barang yang diambilnya dari saku celananya pada Yoonmi. Yoonmi menerima pemberian Kyuhyun dengan sedikit ragu.

Dilihatnya barang tersebut. ‘Coklat dan…penyumbat telinga ?’—batin Yoonmi.

“Aku teringat jika kamu tidak bisa mendengar suaraku. Jadi pakailah. Besok aku akan bernyanyi dan kau dapat menggunakannya,” ucap Kyuhyun benar-benar berbisik dan membuat Yoonmi tak dapat mendengar suaranya dengan jelas.

“Apa ? Kau bilang apa ?” tanya Yoonmi seraya berusaha menangkap apa yang baru saja dikatakan Kyuhyun. “Besok, aku akan nyanyi. Dan kau dapat menggunakan penyumbat telinga ini,” ucap Kyuhyun tepat ditelinga Yoonmi.

Yoonmi segera menjauhkan telinganya dan menutupnya dengan telapak tangannya. Gadis itu menatap Kyuhyun yang tersenyum padanya lalu berbalik meninggalkannya sendirian di tempat itu.

‘Ka-kaget. Tapi—reaksiku tidak seperti biasaya. Padahal tadi dia bicara tepat ditelingaku dan aku dapat mendengar suaranya dengan jelas,’—batin Yoonmi.

___

Yoonmi membuka bungkusan coklat yang didapatnya tadi dari Kyuhyun. Menggigit bagian ujungnya. Yoonmi menatap Kyuhyun. Pria itu tetap dengan wajahnya yang tenang.

“Kau mau ?” ucap Yoonmi menawarkan coklat yang sedang dimakannya. Kyuhyun menolehkan kepalanya. Menggelengkan kepalanya seraya tersenyum pada Yoonmi.

“Oh iya kau tidak suka makanan manis ‘kan ? Tadi kau bilang seperti itu pada teman mu. Maaf,” ucap Yoonmi mematahkan ujung sisi lain dari coklat tersebut lalu memakannya. “Sepertinya aku mau~” ucap Kyuhyun yang kemudian mengambil coklat yang ada digenggaman tangan Yoonmi. Kyuhyun memakan coklat itu.

Yoonmi menatap Kyuhyun. ‘…kecuali suaranya, aku tidak tau apa-apa tentang Kyuhyun. Sampai detik ini pun, tidak terpikirkan olehku untuk tau. Tapi…dia—manis. Dan rasa pusing ini juga terasa manis,’—batin Yoonmi.

***

Yoonmi berjalan menuju tempat pameran. Pikirannya masih melayang memikirkan kejadian kemarin. Ia mendongakkan kepalanya. Dilihatnya Kyuhyun berjalan didepannya. “Pagi Kyuhyun!” ucap Hyukjae menghampirinya seraya menepak kelapanya. “Pagi Hyukjae,” ucap Kyuhyun membalas Hyukjae dengan menendangnya.

Pria bodoh.

Kyuhyun menolehkan kepalanya kebelakang. Melihat Yoonmi yang berada dibelakangnya. Lalu tersenyum manis pada Yoonmi. ‘Dia tersenyum,’—batin Yoonmi. Lalu Yoonmi membalas senyuman Kyuhyun. Entah mengapa wajahnya menjadi terasa sedikit lebih panas.

“Kyuhyun-ah memangnya kau sangat kedinginan ya ?” tanya Hyukjae pada Kyuhyun seraya mengusapkan kedua telapak tangannya agar terasa lebih hangat. “Dingin,”

“Gimana kalau aku menghangatkanmu~” ucap Hyukjae dengan tampangnya yang ‘sok menggoda’. “Tidak lucu bodoh,” ucap Kyuhyun menatap Hyukjae sinis.

Yoonmi tersenyum mendengar percakapan Kyuhyhun dan Hyukjae. Kini dia sudah berdiri disamping Kyuhyun. ‘Kenapa ? Padahal, suara Kyuhyun masih seperti biasanya. Tapi,sekarang—aku merasa ingin mendengarkan suara itu untuk sesaat lebih lama lagi…’—batin Yoonmi.

“Sekarang jam berapa ?” tanya Kyuhyun pada Hyukjae yang ada di samping kirinya. “Eum, 9.40…” jawab Hyukjae.

Tiba-tiba Kyuhyun meraih lengan Yoonmi dan menarik Yoonmi bersamanya. Hyukjae terdiam menatap Kyuhyun dan Yoonmi heran. “Yaa! Kalian!”

Yoonmi menatap Kyuhyun yang menggandengnya dengan heran. “Eh, kenapa kau—“ ucap Yoonmi tertahan. “Hari ini saja, pameran mulai jam 9.30. Kalau kita enggak cepat-cepat kesana bisa gawat,” ucap Kyuhyun yang terus menggenggam tangan Yoonmi.

‘A-aduuh…aku tenggelam dalam suara ini…’—batin Yoonmi.

***

“Kalian terlambat!” ucap Hyori kesal ketika Kyuhyun dan Yoonmi sampai di tempat pameran. “Eng—Hyori~” ucap Yoonmi merasa bersalah. “Kalian pikir sudah lewat berapa menit dari jadwal semula,” ucap Hyori.

“Maaf~” ucap Yoonmi. Hyori menghela nafas. Hyori melihat ke arah tangan Kyuhyun dan Yoonmi yang saling bertautan. “Kalian—rukun sekali sampai bergandengan tangan begitu,” ucap Hyori.

Seketika Kyuhyun dan Yoonmi melihat ke arah tangan mereka masing-masing dan segera melepaskan tangannya satu sama lain.

“Kyuhyun-ah!” panggil Hyuna—salah satu teman Kyuhyun, Yoonmi dan juga Hyori yang mengurusi siapa saja yang akan tampil saat pameran. “Syukurlah kau datang. Aku sempat berpikir kau libur hari ini,” sambungnya seraya menghampiri Kyuhyun, Yoonmi dan juga Hyori.

“Lebih baik kau bersiap-siap sekarang, eum kita akan melakukannya disana. Oke ?” ucap Hyuna seraya menunjuk ke arah panggung yang tidak begitu besar yang terletak tidak begitu jauh dari meja penerima tamu.

“Hyori~” ucap Yoonmi menatap Hyori—meminta penjelasan dari apa yang dikatakan Hyuna tadi. “Eh? Kau belum dengar? Tahun ini kita enggak hanya menampilkan pertunjukan kelompok tapi Kyuhyun juga diberi kesempatan untuk bernyanyi solo,” jelas Hyori. Yoonmi mengangguk mengerti.

‘Jadi, itu sebabnya kemarin ia memberiku penyumbat telinga. Ya~ dia juga bilang kalau hari ini dia akan bernyanyi,’—batin Yoonmi.

“Kyuhyun-ah nanti biar Joohyun yang menggantikanmu menjadi penerima tamu,” ucap Hyori. Lalu Hyuna dan Hyori pergi meninggalkan mereka berdua—Yoonmi dan Kyuhyun.

“Yoonmi~ apa kau bawa penyumbat telinga yang ku berikan kemarin ? Kalau pakai itu kau masih juga—“ ucap Kyuhyun tertahan. “Iya, aku bawa kok. Tenang saja. Jangan khawatir, aku baik-baik saja. Sukses ya,” ucap Yoonmi memotong perkataan Kyuhyun seraya tersenyum manis pada pria itu.

‘Penyumbat telinga itu ada didalam tasku. Tapi, aku tidak ingin mengenakannya. Karena tidak seperti yang sudah-sudah. Aku tidak mabuk atau pusing lagi mendengar suara Kyuhyun. Lagipula, suara itu pun milik Kyuhyun. Karena itu—aku tidak ingin meghalanginya,’—batin Yoonmi.

***

Suara itu, suara yang membuatku tenggelam. Tenggelam ke dalam kejernihannya. Aku menyukai suara indah itu, suara yang membuatku mabuk. Aku—menyukainya…

Yoonmi membuka kedua matanya. Menatap langit-langit ruangan yang putih. “Ah, akhirnya kau sadar juga,” ucap Hyori yang terduduk tidak jauh dari tempat Yoonmi terbaring. Yoonmi bangkit dari tidurnya. Ia menatap Hyori.

“Begitu Kyuhyun mulai bernyanyi, kau langsung pingsan. Kami sampai kaget ketika kau tiba-tiba pingsan seperti tadi,” jelas Hyori pada Yoonmi atas apa yang terjaadi tadi—tepatnya ketika Kyuhyun mulai bernyanyi.

“Kyuhyun…gimana dengan Kyuhyun ?” tanya Yoonmi pelan. “Dia sudah pulang tadi. Lagipula sekarang sudah giliran anak lain untuk menjaga meja penerima tamu,” jawab Hyori.

“A-apa ada pesan dari Kyuhyun ?” tanya Yoonmi ragu dan juga gugup. “Dia bilang maaf,” jawab Hyori menatap Yoonmi. Yoonmi terdiam sejenak. Gadis itu menghela nafas.

***

Yoonmi menatap lurus kedepan. Dia merasa sepi. Dia menolehkan kepalanya kesamping. Kursi yang biasa diduduki oleh Kyuhyun kini diduduki oleh Joohyun. Semenjak kejadian kemarin ia belum bertemu lagi dengan Kyuhyun.

‘Hari terakhir pameran, Kyuhyun tidak datang. Pada akhirnya apapun yang kulakukan akan menyakiti Kyuhyun. Duniaku tanpa hadirnya terasa sepi dan tenang. Tapi—aku merasa kesepian,’—gumam Yoonmi.

“Yoonmi, bisa tolong ambilkan bunga di lantai satu ?” ucap Hyori yang entah sejak kapan sudah berada dihadapannya. Yoonmi mengangguk. “Baiklah~”

“Gomawo~ Jika kau tidak tau tempatnya dilantai bawah ada Sungmin jadi kau bisa bertanya padanya,” jelas Hyori.

Yoonmi mengangguk mengerti lalu ia bangkit dari duduknya dan berjalan menuju sebuah lift yang terdapat tidak jauh dari ruang pameran. Setelah berada di lantai satu, ia segera mencari Sungmin dan menanyakan bungan yang dimaksud oleh Hyori.

Lalu ia segera mengambil bunga itu sesaat setelah Sungmin mengantarnya menuju tempat bunga itu disimpan. Ia segera kembali menuju ruang pameran. Tak lama kemudian pintu lift terbuka. “Kyu-Kyuhyun,”

Kyuhyun menatap Yoonmi terkejut. Pria itu memalingkan wajahnya, hendak pergi meninggalkan Yoonmi tapi langkah pria itu terhenti dan ia kembali masuk ke dalam lift bersama gadis yang ada dihadapannya kini.

“Yoonmi, aku harus membereskan—“

“Maaf~” ucap Yoonmi lirih—memotong perkataan Kyuhyun—seraya menundukkan kepalanya. Kyuhyun terdiam. Sesaat keduanya berada dalam kebisuan. “Dan kau, tidak perlu minta maaf. Aku—sudah tidak apa-apa mendengar suaramu,” ucap Yoonmi pelan.

“Tapi—kemarin kau juga pingsan,” ucap Kyuhyun hampir berbisik. “Itu—itu karena suaramu terlalu indah dan membuat kepalaku terasa berputar-putar. Tapi—aku sudah tidak apa-apa,” ucap Yoonmi yang entah mengapa ia merasa matanya sudah mulai berair.

“Serius ?” tanya Kyuhyun tepat ditelinga Yoonmi. Yoonmi terdiam sejenak lalu ia menganggukan kepalanya.

“Sebenarnya, aku terkejut ketika kau pingsan setiap kali mendengar suaraku. Aku bahkan tidak tau harus bagaimana. Karena jika kau terus pingsan setiap mendengar suaraku, artinya aku tidak dapat bersamamu. Aku selalu ingin berada disampingmu Yoonmi,” ucap Kyuhyun menatap Yoonmi seraya tersenyum kearah gadis itu.

Yoonmi sedikit terkejut mendengar pengakuan Kyuhyun. “Sekarang—kau tak perlu khawatir. Aku akan terbiasa mendengar suaramu,” ucap Yoonmi.

Kyuhyun mendekatkan wajahnya pada Yoonmi dan mendaratkan bibirnya dengan lembut di bibir Yoonmi. “Suka~”

***

END

***

8 thoughts on “[FF] Voice Imprint”

  1. HEEEYYY…. BAMBAMBAMBAM SJ… LIKE THIS BAMBAMBAMABMMMM *nyanyi-nyanyi superman bareng Jo Gyuhyun hahaha
    >………<
    hahahaha MELTING Gilak lol

    tapi…. si Yoonmi agak norak ye ==' pingsan gara-gara denger suara Kyuhyun ckckckck *lah si Carrie denger suara kyuhyun langsung mimisan hahaha.

    apalagi yang part ini
    “Aku teringat jika kamu tidak bisa mendengar suaraku. Jadi pakailah. Besok aku akan bernyanyi dan kau dapat menggunakannya,” ucap Kyuhyun benar-benar berbisik dan membuat Yoonmi tak dapat mendengar suaranya dengan jelas. ………………………………………………………………………………………………. Kyuhyun tau. Yoonmi speechless *termasuk gue -__-" MALU EDAAAAAAAN HAHAHA

    say, aku repost di blog yak kikiki *foreva chu riga lol

    1. hayooooo nyanyi-nyanyi wkwkwkwkwk aku juga sedikit Melting tau waktu bikinnya kekekekeke ^^v (terus ?)

      eum ga juga sih, wajarlah~ suara Kyuhyun kan terlalu indah eaaaa hahahaha gombalisme wkwkwk tapi bener ‘kan ? hehe

      hahahahaha betul! kalo aku jadi Yoonmi *ups* aku juga bakalan malu abis deh wkwkwkwk tapi tak apalaaah~ toh ternyata kyuhyun nya merhatiin ‘kan ? hehehe

      siiiip!!! seneng deh kamu suka hehehehe *chu~*

  2. hahahahahahaah…. sumpah?, pingsan gr2 denger suara kyu??oh God —__— ada beneran ga ya yeoja kyk gt??#plakk

    kalo aku bkan cma pingsan waktu denger yeppa nyanyi… i’m crazy #curcol

    kereeeeeeeen cingu…😀
    aku suka penggunaan kata author…. ide critanya jg keren, bagus pokoknya !

    1. iyaa hehe denger suara kyu langsung pingsan kekeke
      kalo ada yang beneran kayanya seru yah wkwkwkwk /kicked lol
      jangan ditanya unnie, suaranya memang bikin gila ^^v
      ehehehe gomawo unnie *hug* >//<

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s