[FF] Moya Zvezda – Prologue

Title:Moya Zvezda

Author: Liora Lee
Rating : PG+16 / straight.
Casts: EXO-K and OC.
Other Casts : EXO-K, EXO-M, Super Junior, miss A, A Pink
Genre: Romance, Friendship, AU, Angst, PG.
Length : Chaptered.
Part: Prologue

Disclaimer : The characters in this story is the character of their own with a bit of my imaginationand this story is only a fiction. So don’t sue me. Do not copy paste this fics without any permission from author.

A/N :
-This is only my IMAGINATION.

-I put some english translations of some songs but this is not a songfics.
-I made some characters kinda…. harsh but don’t hate them please~ this is only fanfiction.
-You can find other cast when you read this story.
-Don’t forget to give your comments and happy reading.

***

You’re my star, the biggest star in the world~ Shining a light on my darkened heart~ You’re my star, the biggest star in the world~ Melting me, who was once frozen~

***

“Err… Kita harus bicara…”

“Apa yang ingin kau bicarakan?”

“Aku…. ingin bicara tentang kita…”

“Kita? Maksudmu?”

“Maafkan aku… ini tidak akan berhasil… ini salahku… uhh… lebih baik… kita putus…”

***

“JENNA!”

Seorang gadis menghentikan langkahnya. Gadis berambut hitam panjang bergelombang itu membalikkan tubuhnya. Menatap seorang pemuda yang baru saja memanggilnya. Pemuda berparas tampan dengan rambut hitamnya dan tubuhnya yang tinggi itu berlari menghampiri gadis yang sedari tadi dicarinya. Ia tersenyum ketika melihat gadis itu masih berada di lingkungan sekolah.

“Ah… untung saja aku tidak terlambat,” ucap pemuda itu yang disambut dengan tatapan heran dari gadis yang ada dihadapannya itu.

“Terlambat untuk?”

Pemuda itu tersenyum manis pada gadis yang ada dihadapannya. Senyuman yang khas—yang dapat membuat gadis manapun jatuh hati terhadapnya. “Untuk mengantarmu pulang,” jawab pemuda itu seraya meraih tangan gadis itu. “Ayo~” sambungnya seraya menuntun gadis yang kini ada disampingnya.

***

I’m so sorry~ I am crumples and ripped apart… I am hurt~ You are bad guy… You are wicked guy… what about me? I’m watching you only~ Weak girl, good girl… what should i do? if you leave me what about me?

Air mata terus mengalir dari kedua pelupuk matanya. Lemah—itu yang dia rasakan saat ini. Gadis itu menghela nafas panjang, mencoba menenangkan diri—tapi tak bisa. Air mata kembali membasahi pipinya. Menangis—itulah yang terjadi sejak ia kembali dari Han River.

Inikah rasanya dikhianati?

Ia merogoh tas yang tadi dipakainya menuju Han River—mengambil ponselnya yang lambangkan buah apel yang tergigit dibagian belakangnya. Ia menatap ponselnya—menatap layar ponselnya yang dihiasi foto seorang pemuda. Pemuda yang berarti dalam hidupnya dan juga yang membuatnya hancur.

Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu kamarnya. “Nuguya?” tanya gadis itu seraya menghapus jejak air matanya. “Zhè shì wǒ de. Nǐ hái hǎo ma? (1)” ucap seorang pemuda dari luar kamarnya dengan suara yang khawatir.

Gadis itu menarik napas panjang. “Iya~ aku baik-baik saja,” jawabnya dengan suara yang masih bergetar.

“Jangan bohong padaku!” ucap pemuda itu setengah berteriak. Pemuda itu menyadari jika adik perempuannya itu sedang tidak baik. Ia yakin telah terjadi sesuatu padanya. Ia mengenali adiknya dengan baik.

Gadis itu mendengus lalu berjalan menuju pintu kamarnya dengan malas. Ia tau pasti jika kakaknya tidak akan tinggal diam jika ia tidak segera membuka pintu kamarnya. Dengan malas gadis itu membuka pintu kamarnya dan benar saja seorang pemuda dengan rambut blonde dan postur tubuh yang tinggi sedang berdiri dihadapanya—menatpnya serius dengan melipat kedua tangannya di dada bidangnya. “Wae?

Pemuda itu mendelik, menatap adiknya geli sekaligus khwatir. “Kau habis menangis, huh?”

“Siapa? Aku?” ucap gadis itu seraya menunjuk dirinya sendiri. “Aku tidak menangis.”

“Bohong!”

Gadis itu—Jenna Wu—diam. Ia menggigit bibir bawahnya—berusaha untuk tidak kembali menangis. Ia menundukkan kepalanya, tak berani mentap kakaknya yang masih berdiri dihadapannya. Tiba-tiba sepasang tangan memeluknya erat. Seakan-akan memberikan sebuah tanda jika ia dapat menangis didalam pelukan kakaknya itu. “Ceritakanlah padaku…”

***

Sakit… bahkan terlalu sakit. I better know if you cheated on me… it’s better than knowing you like her before we’re dated. So, I’ll be fine if you cheated on me…

Sepasang handsfree terpasang dengan sempurna di kedua telinganya. You’re my star—lagu yang sedari tadi didengarnya menemani langkahnya menuju kelasnya. Namun tiba-tiba seorang gadis cantik, tinggi semampai dengan rambut panjangnya yang hitam berlari menghampirinya dan memeluknya.

Gwaenchana?” ucap gadis itu seraya melepaskan pelukannya.

***

Ia melangkahkan kakinya tanpa tujuan. Hatinya kembali terasa sesak. ‘It will be better if he cheated on me’—pikirnya. Mengetahui jika Jongin menyukai Eunji sebelum mereka berpacaran itu lebih sakit dibandingkan jika Jongin bermain hati dengan gadis lain. Gadis itu menatap sebuah gedung yang bertuliskan Le Café. Tempat yang sering ia kunjungi jika ia sedang sendirian.

Gadis itu melangkahkan kakinya memasuki tempat tersebut. Untunglah tempat itu tidak begitu ramai seperti biasanya. Ia duduk di salah satu bangku dekat jendela, tempat favoritnya. Gadis itu memesan pasta dan Grapefruit Ade, lalu memandang keluar jendela. Pikirannya masih belum tenang semenjak tadi siang. Tak lama pesanannya pun datang, gadis itu tersenyum kepada pelayan yang mengantarkan pesanannya itu. Ia menatap pasta yang ada dihadapannya, entah kenapa ia tak begitu lapar.

Gadis itu kemudian meminum minuman yang dipesannya itu, terasa segar dan cukup membuat pikirannya kembali tenang. Mau tak mau dia memakan pasta yang dipesannya, sayang bukan jika pasta itu ditinggalkannya begitu saja? Setelah yakin ia tak ingin makan lagi, ia memutuskan untuk meninggalkan tempat itu dan kembali menyusuri jalan kawasan Apgujeong.

Langkahnya terhenti ketika melihat siluet seorang pemuda yang tak diharapkannya untuk bertemu disini. Pemuda itu menggandeng tangan seorang gadis dengan sangat mesra, bagaikan pasangan kekasih yang baru saja berkencan. Matanya terasa panas dan hatinya kembali diliputi rasa sesak. Rasanya ia ingin berteriak saat itu juga. Gadis itu mengepalkan tangannya, ia merasa kehabisan oksigen.

Tiba-tiba ada seseorang menutup matanya dan membalikkan tubunya. “Jangan menatapnya seperti itu,” ucap seorang pemuda yang kini ada dihadapannya. Ia mendongakkan kepalanya, menatap pemuda yang ada dihadapannya itu.

To be continued

Translation:

  1. Ini aku. Apa kau baik-baik saja?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s